Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai

Ada pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai. Kepemimpinan merupakan faktor penting dalam organisasi dan menjadi faktor penentu bagi keberhasilan organisasi. Akan tetapi berbagai studi menujukkan kepemimpinan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor dan juga berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Berdasarkan deskripsi teori-teori yang ada dapat disimpulkan bahwa  kepemimpinan merupakan suatu cara yang dimiliki oleh seorang pemimpin dalam mempengaruhi sekelompok orang atau bawahan untuk bekerja sama dan berdaya upaya dengan penuh semangat dan keyakinan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dapat dikatakan bahwa kepemimpinanlah yang memainkan peranan yang sangat dominan dalam keberhasilan organisasi dalam menyelenggarakan berbagai kegiatannya terutama terlihat dalam kinerja para pegawainya (Siagian, 2003). Yang dapat dilihat dari bagaimana seorang pemimpin dapat mempengaruhi bawahannya untuk bekerjasama menghasilkan pekerjaan yang efektif dan efisien. 
Gaya kepemimpinan yang tepat diperlukan untuk mempengaruhi pegawai agar berperan aktif adalah mereka (pemimpin) yang dapat menjalankan tugasnya. pegawai atau bawahan akan merasa diperhatikan jika pemimpin mereka peka terhadap kebutuhan dan keinginan mereka. Kinerja mereka akan positif jika pemimpin mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi perusahaan dan pegawai. Selain itu, pemimpin harus mendorong (memotivasi) dan membina setiap staf untuk berkembang secara optimal. Dengan demikian, seorang pemimpin dapat dikatakan sebagai penggerak dari keberhasilan kerja organisasi atau perusahaan.
Sedangkan Kinerja pegawai adalah hasil pekerjaan atau kegiatan seorang pegawai secara kuantitas dan kualitas untuk mencapai tujuan organisasi yang menjadi tugas dan tanggungjawabnya dimana tugas pegawai adalah bersifat pelayanan yang sebaik-baiknya kepada konsumen.
Sebuah penelitian melakukan Analisis Continguency menunjukkan bahwa kinerja pegawai ditentukan oleh gaya kepemimpinan. Gaya kepemimpinan Laizzer Faire yang diterapkan berdampak terhadap aspek finansial, kepuasan mitra kerja, mekanisme kerja, kepuasan pegawai dan penggunaan waktu. Umumnya mereka mampu menyelesaikan pekerjaannya bila diberikan kebebasan dalam pemanfaatan waktu kerjanya. Ketentuan ini tentu saja tidak melanggar etika pegawai dengan ketetapan waktu kerja. Kinerja pegawai yang paling buruk terdapat pada gaya kepemimpinan otoriter oleh atasannya. Pada umumnya pegawai di bawah gaya kepemimpinan tersebut kurang kreatif dan cenderung selalu di bawah tekanan kerja, dengan demikian prestasi kerjanya semakin lama semakin buruk.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar