Kesulitan Belajar Matematika

Ada berapa anak mengalami kesulitan belajar matematika dan banyak orang yang memandang matematika sebagai bidang studi yang peling sulit. Meskipun demikian, semua orang harus mempelajarinya karena sarana untuk memecahkan masalah kehidupan sehari – hari.  Menurut Abdurrahman (2003) kesulitan belajar dapat disebabkan dua faktor yaitu faktor internal faktor eksternal yang meliputi fungsi otak, biokimia, deprivasi lingkungan, atau kesalahan nutrisi.
Kesulitan belajar matematika disebut juga diskalkulia (dyscalculia). Istilah diskalkulia memiliki konotasi medis yang memandang adanya keterkaitan dengan gangguan sistem syaraf pusat. Menurut Lerner (1981), ada beberapa karakteristik anak berkesulitan belajar matematika, yaitu: adanya gangguan dalam hubungan keruangan, abnormalitas persepsi visual, asosiasi visual motor, perseverasi, kesulitan mengenal dan memahami simbol, gangguan penghayatan tubuh, kesulitan dalam bahasa dan membaca, scor Performance IQ jauh lebih rendah dari pada skor verbal IQ.
Menurut soejono terdapat kesulitan khusus dalam belajar matematika seperti: 
Kesulitan dalam menggunakan konsep
Dalam hal ini dipandang bahwa siswa telah memperoleh pengajaran suatu konsep, tetapi belum menguasainya mungkin karena lupa sebagaian atau seluruhnya. Mungkin pula konsep yang dikuasainya kurang cermat.
Kesulitan dalam belajar dan menggunakan prinsip 
Jika kesulitan siswa dalam menggugunakan prinsip kita analisisa, tampaklah bahwa pada umumnya sebab kesulitan tersebut antara lain:
  1. Siswa tidak mempunyai konsep yang dapat digunakan untk mengembangkan prinsip sebagai butir pengetahuan yang perlu. 
  2. Miskin dari konsep dasar secara potensial merupakan sebab kesulitan belajar prinsip yang diajarkan dengan metode kontekstual (contoh nyata)  
  3. Siswa kurang jelas dengan prinsip yang telah diajarkan.
Kesulitan memecahkan soal berbentuk verbal
Keberhasilan dalam memecahkan persoalan berbentuk verbal tegantung kemampuan pemahaman verbal, yaitu kemampuan memahami soal berbentuk cerita dan kemampuan mengubah soal verbal menjadi model matematika, biasanya dalam bentuk persamaan serta kesesuaian pengalaman siswa dengan situasi yang diceritakan dalam soal.  
Soejono juga meyatakan bahwa kesulitan belajar dapat ditunjukkan dengan beberapa gejala yaitu:
  1. Menunjukkan prestasi yang rendah  
  2. Hasil yang dicapai tidak sesuai dengan usaha yang dilakukan  
  3. Keterlambatan dalam melaksanakan tugas yang diberikan. 
Berdasarkan uraian diatas kesulitan dalam belajar matematika disebabkan karena kurang memahami konsep, menggunakan konsep, menggunakan prinsip meyelesaikan masalah serta memecahkan masalah dalam bentuk verbal sehingga mengakibatkan prestasi yang rendah.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar