Jenis Bukti Audit

Terdapat beberapa jenis-jenis bukti audit. Menurut Arens, A.A. dan Loebbecke, J.K. yang diterjemahkan oleh Jusuf A.A. (2001), “Jenis bahan bukti audit ada tujuh kategori pokok yaitu sebagai berikut:
Pemeriksaan fisik
Jenis bukti audit untuk pemeriksaan fisik adalah inspeksi atau perhitungan aktiva berwujud oleh auditor. Pemeriksaan fisik, sebagai alat yang langsung digunakan untuk memverifikasi apakah suatu aktiva secara aktual ada dianggap sebagai salah satu bahan bukti yang paling andal dan berguna.
Konfirmasi
Konfirmasi digambarkan sebagai penerimaan jawaban tertulis maupun lisan dari pihak ketiga yang independen dalam memverifikasi akurasi informasi yang telah diminta oleh auditor. Karena konfirmasi berasal dari sumber yang independen  dari  klien,  konfirmasi  menjadi  bahan  bukti  yang  dianggap bernilai tinggi dan sering dipakai.
Dokumentasi
Dokumentasi merupakan pemeriksaan auditor atas dokumentasi dan catatan klien untuk menyokong informasi yang ada atau seharusnya ada dalam laporan keuangan. Dokumen yang diperiksa oleh auditor adalah catatan yang digunakan  klien  untuk  menyediakan  informasi  dalam  melaksanakan usahanya.
Pengamatan
Pengamatan   adalah   penggunaan   perasaan   untuk   menetapkan   aktifitas tertentu. Dalam pengamatan akan banyak kesempatan untuk melihat, mendengar, dan mengevaluasi aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan
Tanya jawab dengan klien
Tanya  jawab  adalah  mendapatkan  informasi  tertulis  atau  lisan  dari  klien untuk mendapatkan bahan bukti lain yang menguatkan melalui prosedur yang lain.
Pelaksanaan ulang
Pelaksanaan ulang mencangkup pengecekan ulang suatu sampel perhitungan dan perpindahan informasi yang dilakukan klien selama periode yang diaudit.
Prosedur analitis
Prosedur analitis adalah menggunakan perbandingan dan hubungan untuk menentukan apakah saldo akun tersaji secara layak. audit.”.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar