Ciri-ciri Emosi

Ada beberapa ciri-ciri emosi. Ciri-ciri yang membedakan emosi dengan bagian yang lain kehidupan mental menurut Paul Ekman dan Seymour Epstein (Goleman, 2000), sebagaimana dijelaskan berikut ini.
Respon yang cepat tetapi ceroboh
Ciri-ciri emosi yang pertama adalah respon yang cepat tetapi ceroboh. Pikiran emosional jauh lebih cepat dari pikiran rasional, langsung melompat bertindak tanpa mempertimbangkan bahkan sekejap pun apa yang dilakukannya. Tindakan yang muncul dari pikiran emosional membawa rasa kepastian yang sangat kuat, hasil samping dari cara pandang akan segala sesuatu yang sederhana dan sempit yang dapat sangat mengerikan bagi pikiran rasional.
Pertama adalah perasaan, kedua adalah pemikiran
Pikiran rasional membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk mendata dan menanggapi daripada waktu yang dibutuhkan oleh pikiran emosional, maka dorongan pertama dalam situasi emosional adalah dorongan hati bukan dorongan kepala. Mengenai urusan respon cepat, perasaan agaknya mendahului atau berjalan serempak dengan pikiran. Reaksi emosional gerak cepat ini lebih menonjol dalam situasi-situasi yang mendesak yang membutuhkan tindakan penyelamatan diri.
Realitas simbolik yang seperti kanak-kanak
Logika pikiran emosional itu bersifat asosiatif, menganggap bahwa unsure-unsur yang melambangkan suatu realitas, atau memicu kenangan terhadap realitas itu. Ada banyak segi dimana akal emosional itu mirip perilaku kanak-kanak, semakin mirip kanak-kanak semakin kuatlah tumbuhnya emosi tersebut. Cara mirip kanak-kanak ini adalah bersifat menegaskan diri, dengan menekan atau mengabaikan ingatan atau fakta yang akan menggoyahkan keyakinan dan memanfaatkan ingatan serta fakta yang mendukung.
Masa lampau diposisikan sebagai masa sekarang
Apabila sejumlah ciri suatu peristiwa tampak serupa dengan kenangan masa lampau yang mengandung muatan emosi, akal emosional menanggapinya dengan memicu perasaan-perasaan yang berkaitan dengan peristiwa yang diikat itu. Akal emosional bereaksi terhadap keadaan sekarang seolah-olah keadaan itu adalah masa lampau. Akal emosional akan memanfaatkan akal rasional agar tujuannya tercapai.
Realitas yang ditentukan oleh keadaan
Bekerjanya akal emosional itu untuk sebagian besar ditentukan oleh keadaan, ditekan oleh perasaan tertentu yang sedang menonjol pada saat tersebut. Setiap perasaan mempunyai repeator pikiran, reaksi, bahkan ingatannya sendiri-sendiri dalam mekanika emosi. Repeator itu ditentukan oleh keadaan paling menonjol dalam momen-momen dengan intensitas emosi yang tinggi.
Emosi dapat dibedakan menjadi dua. Seperti yang dijelaskan oleh Al. Tridhonanto (2010: 18) bahwa emosi dibagi menjadi dua jenis yaitu emosi positif dan emosi negatif. Emosi positif meliputi rasa senang, bahagia, lega, dan puas. Emosi negatif meliputi rasa sedih, takut, marah, gelisah, dan malu. Ada tambahan dalam perkembangannya yakni ketiga merupakan kombinasi perasaan, yaitu antara emosi positif dan negatif seperti bersalah, cemburu, frustasi, dan bingung.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar