Sindrom HELLP

Pengertian sindrom HELLP masih kontroversi. Sindrom HELLP berasal dari kata Hemolysis, Elevated Liver Enzym, Low Platet Count. Menurut Godlin (1982) sindrom HELLP merupakan bentuk awal dari PEB. Weinstein (1982) melaporkan sindroma HELLP merupakan varian yang unik dari preeklampsia, tetapi Mackenna dkk (1983) melaporkan bahwa sindroma ini tidak berhubungan dengan preeklampsia. Di lain pihak banyak penulis melaporkan bahwa sindroma HELLP merupakan bentuk lain dari disseminated intravascular coagulation (DIC) yang terlewatkan karena proses pemeriksaan laboratorium yang tidak adekuat.
Insidens
Sampai saat ini insidens sindroma HELLP belum diketahui dengan pasti. Hal ini disebabkan sindroma ini sulit diduga serta gambaran  klinisnya mirip dengan penyakit nonobstetri. Menurut Sibai (1964) angka kejadian sindroma HELLP berkisar antara 4 -14% dari seluruh penderita PEB, sedangkan angka kejadian Sindroma HELLP pada seluruh kehamilan adalah 0,2 – 0,6%. Sindroma ini secara bermakna lebih tinggi pada wanita kulit putih dan multigravida.
Klasifikasi
Terdapat 2 klasifikasi yang digunakan pada Sindroma HELLP, yaitu:
Berdasarkan jumlah keabnormalan yang dijumpai
Audibert dkk (1996 ) melaporkan pembagian Sindroma HELLP berdasarkan jumlah keabnormalan parameter yang didapati, yaitu: sindroma HELLP murni bila didapati ketiga parameter, yaitu:
  1. Hemolisis, peningkatan enzim hepar, dan penurunan jumlah trombosit dengan karakteristik gambaran darah tepi dijumpainya burr cell, schistocyte, atau spherocytes, LDH > 600 IU/L,, SGOT > 70 IU/ L, bilirubin >1,2 ml/dl, dan jumlah trombosit <100.000/mm 
  2. Sindroma HELLP parsial bila dijumpai hanya satu atau dua parameter sindroma HELLP.
Berdasarkan jumlah trombosit
Martin (1991) mengelompokkan penderita Sindroma HELLP dalam tiga kelas: 
  • kelas I    : jumlah trombosit ≤  50.000/mm3 
  • kelas II   : jumlah trombosit  >  50.000 - ≤  100.000/mm3 
  • kelas III  : jumlah trombosit  >  100.000 - ≤  150.000/mm3
Gejala dan Tanda Klinis
Gejala yang paling sering dijumpai adalah nyeri pada daerah epigastrium atau kuadran  kanan atas (90%), nyeri kepala, malaise sampai beberapa hari sebelum dibawa ke rumah sakit (90%), serta mual dan muntah (45 – 86%). Selain itu, dapat pula ditemukan penambahan berat badan dan edema (60%). Hipertensi tidak dijumpai sekitar 20% kasus, hipertensi ringan 30%, dan hipertensi berat 50%.
Pada beberapa kasus dijumpai hepatomegali, kejang-kejang, jaundice, perdarahan gastrointestinal, dan perdarahan gusi. Sangat jarang dijumpai hipoglikemi, koma, hiponatremia, gangguan mental, buta kortikal, dan diabetes insipidus yang nefrogenik. Edema pulmonum dan gagal ginjal akut biasa dijumpai pada kasus sindroma HELLP yang onsetnya postpartum atau antepartum yang ditangani secara konservatif.
Penatalaksanaan
Protokol manajemen sindrom HELLP:
  1. Penanganan dimulai  sebagaimana penanganan pada PE berat. 
  2. Adanya Sindroma HELLP bukan merupakan indikasi untuk segera melakukan terminasi kehamilan. Stabilisasi ibu adalah prioritas utama
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar