Pengertian Kemampuan Manajerial

Pengertian kemampuan manajerial menurut Atom Ginting (1999) adalah kemampuan atau keahlian pimpinan untuk menjalankan fungsi manajemen. Dalam bidang manajemen, faktor kemampuan manajerial sangat penting dan menentukan, karena faktor tersebut berkaitan dengan aktivitas pokok suatu organisasi yaitu memimpin organisasi yang bersangkutan dalam usahanya mencapai tujuan.
Hal tersebut senada dengan pendapat yang dikemukakan oleh Siagian: Kemampuan manajerial adalah suatu kemampuan pimpinan untuk menggunakan sumber daya (manusia dan bukan manusia), dan alat-alat sehingga penggunaannya berjalan efisien, ekonomis dan efektif, sangat menentukan bagi suksesnya pencapaian tujuan organisasi yang telah ditentukan Siagian (1999).
Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk dapat mencapai tujuan yang telah ditentukan maka pimpinan atau pengusaha sebuah perusahaan harus memiliki kemampuan dalam mengimple mentasikan prinsip-prinsip manajemen yang biasa dikenal dengan sebutan kemampuan manajerial.
Menurut Robert L. Kazt dalam Ulber Silalahi (2002) kemampuan dan kompetensi yang dibutuhkan manajer untuk sukses mencapai tujuan, terdiri dari 3 keterampilan manajemen:
  1. Kemampuan teknis, merupakan kompetensi spesifik untuk melaksanakan tugas atau kemampuan menggunakan teknik-teknik, alat-alat, prosedur-prosedur, metode-metode dan pengetahuan tentang lapangan yang dispesialisasi secara benar dan tepat dalam pelaksanaannya. 
  2. Kemampuan kemanusiaan, merupakan tingkat keterampilan berkomunikasi dan memotivasi serta keterampilan untuk bekerja dengan mengerti, dan memotivasi orang lain secara individual dan di dalam group. Artinya dalam hal ini ada 2 jenis keterampilan interpersonal yang harus dipahami manajer, yaitu: hubungan pribadi dan hubungan antar pribadi. 
  3. Kemampuan konseptual, merupakan kemampuan mengkoordinasi dan mengintegrasi semua kepentingan-kepentingan dan aktivitas-aktivitas organisasi atau kemampuan mental untuk mendapatkan, menganalisa dan menginterpretasi informasi yang diterima dari berbagai sumber. Untuk itu seorang manajer harus memiliki pengetahuan tentang keseluruhan (kompleksitas) dari perusahaan yang dipimpinnya. Pengetahuan tentang keseluruhan (kompleksitas) dari perusahaan yang dipimpinnya dibutuhkan agar seorang manajer dapat merumuskan visi, misi dan strategi perusahaan serta kebijakan-kebijakan untuk merealisasikannya (Arifin Abdurahman, 2003).
Robert L. Kazt dalam Ulber Silalahi (2002), mengungkapkan bahwa kemampuan konseptual menunjuk pada kemampuan untuk:
  1. Melihat organisasi sebagai keseluruhan dan dalam hubungannya dengan lingkungan eksternal 
  2. Mengerti bagaimana masing-masing unit dan fungsi organisasi tergantung satu sama lain dan bagaimana perubahan dalam suatu unit dapat mempengaruhi unit-unit lainnya 
  3. Memahami perbedaan tipe-tipe masalah yang ditandai oleh masing-masing unit sebagai suatu masalah keseluruhan atau organisasional yang berhubungan dengan lingkungan 
  4. Mengembangkan dan sekaligus menggunakan model-model atau kerangka kerja untuk mengelola true-to-life masalah manajemen.
Share on :


Related post:


1 komentar:

biaya umroh 2013 mengatakan...

nice info ^^

Poskan Komentar