Pengertian Infertilitas

Pengertian Infertilitas adalah ketidakmampuan untuk hamil setelah sekurang-kurangnya satu tahun berhubungan seksual sedikitnya empat kali seminggu tanpa kontrasepsi ( Strigh B, 2005). Infertilitas adalah bila pasangan suami istri, setelah bersanggama secara teratur, 3 kali seminggu, tanpa memakai metode pencegahan belum mengalami kehamilan selama satu tahun (Mansjoer, 2004).
Infertilitas adalah pasangan suami istri yang telah menikah selama satu tahun  dan sudah melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan tanpa menggunakan alat kontrasepsi, tetapi belum memiliki anak. Infertilitas sendiri ada dua macam, yaitu infertilitas primer dan infertilitas sekunder. Pasangan dengan infertilitas primer tidak bisa hamil sedangkan infertilitas sekunder adalah sulit untuk hamil setelah sudah pernah sekali hamil dan melahirkan secara normal sebelumnya.
Infertilitas primer adalah di mana seseorang wanita belum pernah hamil sama sekali walaupun bersenggama dan dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan, selama 12 bulan (Prawirohardjo, 1999). Gangguan fertilitas  primer jika wanita tersebut belum pernah hamil atau jika pria belum pernah membuat seorang wanita hamil (Bobak, Lowdermik & Jansen 2000).
Infertilitas idiopatik / tak terjelaskan yaitu setelah pemeriksaan lengkap kedua pasangan dinyatakan normal, dan ditangani selama 2 tahun ttidak juga berhasil hamil. Ovulasi yaitu pecahnya folikel yang matang disertai dengan lepasnya ovum keluar dari permukaan folikel. Fertilisasi In Vitro ( FIV ) yaitu usaha fertilisasi yang dilakukan diluar tubuh, dalam cawan biakkan, suasana mendekati alamiah. Jika berhasil mencapai stadium morula, hasil fertilisasi ditanduralihkan ke endometrium rongga uterus diistilahkan dengan bayi tabung. Tandir Alih Gamet Intra Tuba ( TAGIT ) yaitu mempertemukan sel benih ( gamet ) yaitu ovum dan sperma dengan cara menyemprotkan campuran sel benih memakai kanul tuba ke dalam bagian ampulla.
Infertilitas di bagi menjadi dua, yaitu infertilitas disengaja dan infertilitas tidak di sengaja. Infertilitas yang disengaja disebabkan pasangan suami istri menggunakan alat kontrasepsi baik alami, dengan alat maupun kontrasepsi mantap. Infertilitas tidak disengaja : sebab-sebab pada suami : gangguan spermatogenesis ( aspermia, hypospermia, necrospermia ) misalnya karena kelainan atau penyakit testis, kelainan endokrin. Kelainan mekanis sehingga sperma tidak dapat dikeluarkan ke dalam puncak vagina seperti impotensi, ejaculatio praecox, penutupan ductus deferens, hypospadia, phymosis. Kemandulan yang disebabkan oleh pihak pria ± 35%-40%. Sebab-sebab pada istri : gangguan ovulasi misalnya karena kalainan ovarium  atau gangguan hormonal. Kelainan mekanis yang menghalangi pembuahan seperti kelainan tuba, endometriosis, stenosis canalis cervicalis atau hymen, flour albus. Kemandulan disebabkan istri adalah 40-50%, pada 10-20 sebabnya tidak jelas.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar