Bentuk-bentuk Konformitas

Menurut para ahli, ada beberapa bentuk-bentuk konformits. Myers (1996) mengemukakan bahwa ada dua bentuk konformitas, yakni acceptance dan compliance
Acceptance
Terkadang kita dapat mempercayai apa yang telah orang lain yakinkan kepada kita. Misalnya kita mau mengkonsumsi susu karena kita diyakinkan bahwa susu sangat bernutrisi. Acceptance mengacu pada perubahan perilaku yang didasari oleh perubahan sikap (Middlebrook, 1980). Biasanya hal ini dilakukan seseorang lakukan untuk mendapatkan reward dan menjauhi punishment.
Baron & Byrne (1994) mengemukakan bahwa acceptance terjadi ketika melakukan sesuatu hal karena kita ikut merasakan atau berpikir seperti yang orang lain rasakan atau pikirkan.
Compliance
Terkadang kita melakukan konformitas tanpa benar-benar mempercayai apa yang sedang kita lakukan. Misalnya saja kita menggunakan kalung dan gaun, padahal kita sendiri tidak menyukai hal yang kita lakukan. Bentuk konformitas ini terjadi ketika kita berperilaku sesuai dengan tekanan sosial, padahal kita sendiri tidak setuju dengan hal itu. Perubahan perilaku ini terjadi namun tidak didasari oleh perubahan sikap (Middlebrook, 1980 : 204; Dean, deaux, & Wrightman, 1993).
Baron & Byrne (1994) mengemukakan bahwa compliance terjadi saat kita melakukan atau mengatakan apa yang orang lain perintahkan dan ucapkan kepadakita.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar