Pendekatan dalam Pembelajaran Bahasa

Terdapat beberapa pendekatan dalam pembelajaran bahasa. Proses pembelajaran adalah sejumlah komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Komponen-komponen dalam pembelajaran jika dirangkai dengan cara yang berbeda, maka akan mencapai hasil  yang berbeda dan memiliki fungsi yang berbeda pula. Komponen pembelajaran secara umum terdiri dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar. Dengan kata lain, pendekatan merupakan  proses pembelajaran yang menitik beratkan pada penguasaan hasil belajar berdasarkan prinsip-prinsip teoretis tujuan  pembelajaran dengan menggunakan teknik dan strategi yang efektif.
Hal senada sesuai pendapat Anthony dalam Hadley (1963) menjelaskan ada tiga tingkatan hirarki dari konsep:
  1. Approach,  sebagai serangkaian prinsip-prinsip teoritis 
  2. Method, yang merupakan  perencana prosedur penyajian dalam peembelajaran bahasa 
  3. Technique,  yang meliputi strategi-strategi untuk mengimplementasikan rencana metodologi. 
Ada beberapa pendekatan yang digunakan dalam pembelajaran bahasa sebagai berikut:
Pendekatan Komunikatif
Pendekatan komunikatif merupakan pembelajaran bahasa yang memberikan kemampuan keterampilan berbahasa yang ditunjang oleh pengetahuan bahasa itu sendiri. Pendekatan komunikatif lebih mementingkan penggunaan bahasa dari pada kepemilikan pengetahuan mengenai bahasa.  Artinya, penguasaan bahasa pada siswa bukan saja karena diberi kesempatan untuk mempelajari keterampilan berbahasa, tetapi diberikan kesempatan untuk menggunakan keterampilan tersebut. Dengan melibatkan para pelajar berinteraksi dalam kegiatan berbahas, mereka dapat memahami apa yang dibaca dan didengarnya dan akhirnya dapat mengungkapkan bikiran dalam bahasanya.
Karakteristik pendekatan komunikatif sebagai berikut:
  1. Belajar bahasa berarti berkomunikasi dan makna merupakan hal yang  penting. Komunikasi yang efektif serta ucapan yang dapat dipahami sangat diutamakan. 
  2. Percakapan atau dialog harus berpusat pada fungsi-fungsi komunikatif dan latihan-latihan diadakan secara sederhana untuk penunjang pencapaian tujuan. 
  3. Segala upaya untuk berkomunikasi  dapat didorong sejak dini;  setiap sarana yang dapat membantu  para pembelajar dapat diterima  dengan baik sesuai dengan usia dan minat; penggunaan bahasa bersifat kontekstualisasi dan bahasa asli dapat diterima kalau memang perlu dan layak. 
  4. Para siswa diharapkan dapat berinteraksi dengan orang lain melalui kelompok atau pasangan secara lisan maupun tulisan dan itu akan menimbulkan motivasi instrinsik serta minat terhadap apa yang dikomunikasikan. 
  5. Membaca dan menulis dapat dimulai sejak dini, dari hari pertama kalau diinginkan. 
  6. Sosio linguistik dapat dipelajari dengan baik melalui proses komunikasi dan variasi linguistik merupakan suatu konsep inti dalam materi dan metodologi. 
  7. Bahasa diciptakan oleh individu seringkali melalui proses coba-coba dan salah atau  “trial and error”. 
  8. Pengurutan ditentukan oleh pertimbangan mengenai isi, fungsi atau makna yang menimbulkan minat. 
  9. Guru menolong para siswa sedemikian rupa sehingga dapat mendorong mereka bekerja dengan bahasa itu. 
  10. Guru tidak mengetahui secara tepat bahasa apa yang akan dipakai para siswa.
Buku pelajaran bahasa Indonesia yang menunjang pembinaan keterampilan berbahasa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Menekankan pada fungsi komunikatif 
  2. Mencoba merangsang agar merasa membutuhkan dan tertarik. 
  3. Menekankan keterampilan dalam menggunakan bentuk bahasa sehingga harus dirasakan pada aktifitas siswa. 
  4. Biasanya mempunyai keseimbangan yang baik di antara 4 keterampilan berbahasa 
  5. Menekankan pada spesifikasi dalam mengarahkan definisi 
  6. Berisi metode percakapan sehari-hari 
  7. Menganjurkan siswa bekerja dalam kelompok dan berpasangan serta mampu membuat organisasi 
  8. Menekankan pada kelancaran disamping ketelitian.
Pendekatan Keterampilan Proses
Mengajar pada hakekatnya merupakan serangkaian peristiwa yang dirancang oleh guru dalam memberikan dorongan kepada siswa belajar. pendekatan keterampilan proses adalah kegiatan belajar mengajar dengan penekanan pengembangan keterampilan  peserta didik dalam memproses informasi sehingga ditemukan  hal-hal yang baru dan bermanfaat baik berupa fakta, konsep, sikap dan nilai.
Kemampuan yang dikembangkan dalam keterampilan proses yang antara lain:
  1. Pengamatan, yaitu keterampilan mengumpulkan data atau informasi melalui penerapan indera 
  2. Menggolongkan (mengklasifikasikan), yaitu keterampilan menggolongkan benda, kenyataan, konsep, nilai atau kepentingan tertentu. Untuk membuat penggolongan perlu ditinjau persamaan dan perbedaan antara benda, kenyataan, konsep sebagai dasar penggolongan 
  3. Menafsirkan (menginterpretasikan), yaitu keterampilan menafsirkan sesuatu berupa benda, kenyataan, peristiwa, konsep dan informasi yang telah dikumpulkan melalui pengamatan, penghitungan, penelitian atau eksperimen. 
  4. Meramalkan, yaitu mengantisipasi atau menyimpulkan suatu hal yang akan terjadi pada waktu yang akan datang berdasarkan perkiraan atas kecenderungan, pola tertentu, hubungan antar data, atau informasi. Misalnya, berdasarkan pengalaman tentang keadaan cuaca sebelumnya, siswa dapat meramalkan keadaan cuaca yang akan terjadi. 
  5. Menerapkan (aplikasi) yaitu menggunakan hasil belajar berupa informasi, kesimpulan, konsep, hukum, teori dan keterampilan. Melalui penerapan hasil belajar dapat dimanfaatkan, diperkuat, dikembangkan atau dihayati 
  6. Merencanakan penelitian, yaitu keterampilan yang amat penting karena menentukan berhasil tidaknya melakukan penelitian. Keterampilan ini perlu dilatih karena selama ini pada umumnya kurang diperhatikan dan kurang terbina. 
  7. Mengkomunikasikan, yaitu keterampilan menyampaikan perolehan atau hasil belajar kepada orang lain dalam bentuk tulisan, gambar, gerak, tindakan, atau penampilan.  
Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) ialah dengan penyajian bahan pelajaran terutama yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok dan mengikutsertakan siswa secara aktif baik perorangan maupun kelompok.
CBSA untuk memberikan kesempatan kepada siswa mengembangkan kemampuan pribadi dalam hal-hal sebagai berikut:
  1. Mempelajari materi/konsep dengan sungguh-sungguh. 
  2. Mempelajari, mengalami dan melakukan sendiri cara memperoleh suatu pengetahuan. 
  3. Merasakan sendiri kegunaan, bakat terbuka, mengembangkan rasa ingin tahu, jujur, tekun, disiplin, kreatif terhadap tugas yang diberikan. 
  4. Belajar dalam kelompok, menemukan sifat dan kemampuan diri sendiri serta teman sekelompoknya. 
  5. Memikirkan, mencoba sendiri dan mengembangkan konsep sesuatu nilai tertentu. 
  6. Menemukan dan mempelajari kejadian/gejala yang dapat mengembangkan gagasan baru. 
  7. Menunjukkan kemampuan mengkomunikasikan cara berfikir yang menghasilkan penemuan baru dan penghayatan nilai-nilai baiki secara lisan maupun tertulis, melalui gambaran maupun penampilan sendiri.
Apabila diperhatikan ketaiga bentuk pendekatan: Pendekatan komunikatif digunakan dengan penekanan kepada kebermaknaan dan fungsi bahasa. Pendekatan keterampilan proses lebih menekankan pada kegiatan proses yang dilalui siswa dalam belajar, misalnya mengamati, mengklasifikasi, menafsirkan, menerapkan dan sebagainya. Kemudian CBSA lebih menitik beratkan pada cara belajar siswa yang menuntut siswa ikut serta secara aktif dalam pembelajaran baik secara perorangan, maupun sebagai anggota kelompok.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar