Tugas Perkembangan Masa Kanak-Kanak Awal

Terdapat tugas-tugas perkembangan masa kanak-kanak awal yang berbeda dengan tugas perkembangan lainnya. Menurut Havighurst (dalam Rifai 1993), mengemukakan beberapa tugas perkembangan masa kanak-kanak awal, yaitu:
  1. Toilet training --- Hakikat tugas yang harus dipelajari anak yaitu buang air kecil dan buang air besar yang bisa diterima secara sosial (baik waktu maupun tempatnya). Toilet training yang berhasil dapat membentuk anak yang berhati- hati, dapat menguasai dirinya, mendapatkan pandangan jauh kedepan dan dapat berdiri sendiri. Tentang toilet training ini Havighurst berpendapat : “Toilet training is the first moral training that child receives. The stamp of the first moral training probably persist in the child’s later character.” 
  2. Belajar membedakan jenis kelamin, serta dapat bekerja sama dengan jenis kelamin lain. Melalui observasi, maka anak akan melihat tingkah laku yang berbeda jenis kelamin satu dengan yang lain dan melalui latihan-latihan mereka akan bertingkah laku seperti anak laki-laki atau anak perempuan. Anak juga akan sadar dan tertarik soal-soal seks pada manusia dan usaha kerja sama dengan adanya perbedaan kenyataan seksnya dan seks yang lain. 
  3. Belajar mencapai stabilitas fisiologis. Manusia pada waktu lahir, sangatlah labil jika dibandingkan dengan fisiologis orang dewasa, anak akan cepat sekali merasakan perubahan dari panas ke dingin. Oleh karena itu anak harus belajar menjaga keseimbangan terhadap perubahan-perubahan itu, akan tetapi hal tersebut memerlukan waktu sekitar lima tahun.  
  4. Pembentukan konsep-konsep yang sederhana mengenai kenyataan-kenyataan yang bersifat sosial dan yang bersifat fisik. Pada waktu lahir anak mengalami kehancuran-kehancuran dan ketidakkeruan dalam dunianya. Lama-kelamaan anak akan belajar mengamati benda dan membuat generalisasi serta mengarahkan pada satu nama, misalnya bulat, binatang, manusia. 
  5. Belajar untuk menghubungkan diri sendiri secara emosional dengan orang lain, sanak saudara dan orang lain. Melalui gerak-gerik anak, anak dinyatakan sedang belajar mencari pengalaman dari orang lain;interaksi anak dengan orang lain menjadikannya  mampu meniru dan dapat mengidentifikasikan diri terhadap orang lain sesuai dengan keinginannya. 
  6. Belajar membedakan baik dan buruk yang berarti mengembangkan kata hati (hati nurani). Belajar mengembangkan kata hati, berarti supaya anak dapat hidup dalam masyarakat anak harus mengetahui apa yang benar dan yang salah, teladan, hukuman dan ganjaran. Anak harus mengetahui jika berbuat salah akan mendapat ganjaran atau hukuman dan jika berbuat baik akan mendapat respon berupa pujian.
Selain tugas-tugas perkembangan di atas, Rifai (1993) menambahkan bahwa terdapat tugas perkembangan yang bersifat biososial pada masa kanak- kanak awal meliputi:
  1. Belajar sikap dasar terhadap tanggung jawab, kewajiban dan kenyataan. 
  2. Belajar kesadaran akan otonomi (kemandirian).
Menurut Hurlock (1993) masa bayi dan awal masa kanak-kanak mempunyai beberapa tugas perkembangan yaitu:
  1. Belajar memakan makanan padat 
  2. Belajar berjalan 
  3. Belajar bebahasa/berbicara 
  4. Belajar mengendalikan pembuangan kotoran tubuh 
  5. Mempelajari perbedaan seks dan tata caranya  
  6. Mempersiapkan diri untuk membaca 
  7. Belajar membedakan benar dan salah, dan mulai mengembangkan hati nurani
Selanjutnya ada beberapa tugas dalam belajar berbahasa pada awal masa kanak-kanak, yaitu (Hurlock, 1993):
  1. Pengucapan kata-kata. Anak-anak sulit belajar mengucapkan bunyi tertentu dan kombinasi bunyi, seperti uruf mati “z”, “w”, “d”, “s” dan “g” dan kombinasi huruf mati “sy”, “ng”, “kh”. Mendengarkan radio dan televisi dapat membantu belajar mengucapkan kata-kata yang benar. 
  2. Menambah kosa kata. Kosa kata anak-anak meningkat pesat ketika ia belajar kata-kata baru dan arti-arti baru untuk kata-kata lama. Dalam menambah kosa kata anak-anak muda belajar kata-kata umum seperti “baik” dan “buruk”, “memberi” dan  “menerima” dan juga banyak kata-kata dengan pengunaan khusus seperti bilangan dan nama-nama warna.  
  3. Membentuk kalimat. Kalimat biasanya terdiri dari tiga atau empat kata sudah mulai disusun oleh anak usia dua tahun dan biasanya oleh anak usia tiga tahun. Kalimat ini banyak yang tidak lengkap terutama terdiri dari kata benda dan kurang kata kerja, kata depan dan kata penghubung. Sesudah usia tiga tahun, anak membentuk kalimat yang terdiri dari enam sampai delapan kata.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar