Tipe-tipe Kesepian

Tipe-tipe kesepian terdiri dari beberapa jenis. Menurut Weiss (dalam Weiten & Llyod, 2006) terdapat dua tipe kesepian, yaitu:
Kesepian sosial
Dalam kesepian sosial, seseorang merasa tidak puas dan kesepian karena mereka tidak memiliki hubungan pertemanan ataupun kenalan.
Kesepian emosional
Dalam kesepian emosional, seseorang merasa tidak puas dan kesepian karena mereka tidak memiliki suatu hubungan yang mendalam dengan orang lain, atau karena tidak adanya partner intim.
Berdasarkan sifat kemenetapannya, Shaver dkk  (dalam Deaux, Dane, Wrightsman, 1993) membedakan 2 (dua) tipe kesepian, yaitu:
  1. Trait loneliness, yaitu kesepian yang cenderung menetap (stable pattern), sedikit berubah, dan biasanya dialami oleh orang-orang yang memiliki self-esteem yang rendah dan memiliki sedikit interaksi sosial yang berarti. 
  2. State loneliness, yaitu kesepian yang bersifat temporer (sementara), biasanya disebabkan oleh pengalaman-pengalaman dramatis dalam kehidupan seseorang.
Berdasarkan durasinya, Young (dalam Weiten & Llyod, 2006) membedakan kesepian menjadi 3 (tiga), yaitu:
  1. Transient loneliness (kesepian sementara), meliputi kesepian yang singkat dan jarang terjadi, yang dapat dirasakan oleh banyak orang ketika kehidupan sosial mereka tidak memiliki alas an yang adekuat. 
  2. Transitional loneliness (kesepian transisi), terjadi ketika seseorang yang telah puas pada hubungan sosialnya yang sebelumnya menjadi kesepian setelah mengalami kerusakan dalam jaringan sosialnya (karena kematian orang yang dicintai, perceraian, atau pindah ke daerah yang baru). 
  3. Chronic loneliness (kesepian menahun), merupakan suatu kondisi yang menyerang orang-orang yang tidak bisa puas terhadap jaringan interpersonalnya selama bertahun-tahun.
Pada seorang janda yang ditinggal mati pasangannya, yang terjadi adalah kesepian emosional karena suami yang menjadi partner intimnya tidak ada lagi, dimana kesepian tersebut bersifat temporer dan berdasarkan durasinya maka kesepian yang dialaminya adalah kesepian transisi. Sears et al. (1999) mengatakan bahwa kesepian akibat berpisah dengan orang yang kita cintai dapat membangun suatu reaksi emosional seperti kesedihan, kekecewaan, bahkan rasa geram yang membuat seseorang marah pada lingkungan dan juga pada dirinya sendiri.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar