Peran Guru dalam Proses Belajar Mengajar

Peran guru dalam proses belajar mengajar sangat besar. Peran guru bahkan sebagai figur utama yang mempengaruhi proses pembelajaran. Guru mempunyai kompetensi dalam mengelola pembelajaran khususnya dalam menciptakan suasana pembelajaran yang menarik sesuai dengan peran yang di dimilikinya.
Menurut Sanjaya (2006), peran guru dalam proses belajar mengajar adalah:
Guru sebagai Sumber Belajar 
Berkaitan erat dengan penguasaan materi pelajaran, memiliki bahan referensi yang lebih baik dari siswa, menunjukan sumber belajar yang dapat dipelajari siswa, melakukan pemetaan tentang materi pelajaran dan menentukan materi inti yang wajib dipelajari siswa, materi tambahan yang harus dipelajari siswa.
Guru sebagai Fasilitator
Memberikan pelayanan untuk memudahkan siswa dalam kegiatan proses pembelajaran, berkaitan dengan pemanfaatan sumber, media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi, mempunyai kemampuan komunikasi secara efektif sehingga memudahkan siswa menangkap pesan dan meningkatkan motivasi belajar mereka.
Guru sebagai Pengelola 
Pengelolaan pembelajaran (learning menajer) dimana guru berperan menciptakan iklim belajar yang memungkinkan belajar secara nyaman dan menjaga kelas tetap kondusif dan terjadinya proses belajar seluruh siswa.
Avil C. Eurich (Sanjaya 2006) menjelaskan prinsip-prinsip pengelolaan pembelajaran perlu dilakukan guru adalah:
  1. Siswa harus mempelajari sendiri segala sesuatu yang dipelajarinya 
  2. Siswa memiliki kecepatan masing-masing 
  3. Siswa belajar lebih banyak bila setiap selesai melaksanakan tahapan kegiatan diberikan reinforcement 
  4. Penguasaan setiap langkah memungkinkan belajar lebih berarti 
  5. Bila siswa diberikan tanggung jawab, maka ia lebih termotivasi untuk belajar.
Guru sebagai Demonstrator
Guru sebagai demonstrator dapat menunjukan pada siswa sesuatu yang membuat siswa lebih mengerti, memahami setiap pesan yang disampaikan. Guru dapat menunjukan sikap terpuji dalam setiap aspek kehidupan dan menunjukan cara agar siswa dapat memahami dan menghayati setiap materi pembelajaran. Guru sebagai demontrasi berkaitannya dengan pengaturan strategi pembelajaran yang lebih efektif.
Guru sebagai Pembimbing 
Peran guru dalam membimbing agar siswa dapat menemukan berbagai potensi yang dimiliki siswa, dapat melaksanakan tugas sesuai dengan perkembangannya, sehingga dapat tumbuh dan berkembang sebagai manusia ideal yang menjadi harapan orang tua dan masyarakat.
Guru sebagai Motivator
Motivasi adalah suatu keadaan yang terdapat dalam diri seseorang yang menyebabkan seseorang melakukan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.
Hal ini dapat dilakukan guru:
  1. Menjelaskan tujuan terlebih dahulu tujuan pembelajaran 
  2. Membangkitkan minat belajar siswa, seperti menjelaskan keterkaitan materi pelajaran dengan kebutuhan siswa, menyesuaikan materi pelajaran dengan tingkat pengalaman dan kemampuan siswa, menggunakan model pembelajaran yang variatif 
  3. Menciptakan suasana yang menyenangkan dalam pembelajaran seperti melakukan hal-hal yang lucu 
  4. Memberikan pujian setiap keberhasilan siswa melalui peghargaan misalnya dengan kata-kata, isyrat, senyuman, aggukan dan tatapan mata yang menyakinkan 
  5. Memberikan penilaian terhadap hasil perkerjaan siswa secara objektif sesuia dengan kemampuan sehingga siswa mengetahui hasil kerjanya 
  6. Memberikan komentar positif terhadap hasil kerja siswa, seperti memberikan tulisan “bagus” atau teruskan pekerjaan mu” 
  7. Menciptakan persaingan antara kelompok maupun antar individu dalam kegiatan belajar.
Guru sebagai Evaluator
Peran guru sebagai evaluator adalah mengumpulkan data atau infomasi tentang keberhasilan pembelajaran yang telah dilaksanakan dengan cara menentukan keberhasilan siswa pencapaian tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan atau menentukan keberhasilan dalam menyerap materi kurikulum, menentukan keberhasilan guru dalam melaksanakan seluruh program yang telah diprogramkan.  
Kemampuan guru dalam pengelola pembelajaran harus memilki kemtrampilan dasar, agar guru dapat melaksanakan perannya dalam pengelolaan proses pembelajaran, sehingga pembelajaran dapat berjalan efektif dan efesien. Disamping itu ketrampilan dasar yang harus dimiliki guru merupakan syarat mutlak agar guru dapat menerapkan bermacam model dan strategi pembelajaran.
Sanjaya (2006) menjelaskan ketrampilan dasar yang harus dimiliki guru tersebut meliputi:
  1. Keterampilan bertanya 
  2. Keterampilan meberikan penguatan (reinforcement) dalam berbentuk kata-kata, pujian, penghargaan dan bahasa isyarat 
  3. Keterampilan variasi stimulus yaitu tetap menjaga agar pembelajaran tidak membosankan dan menarik perhatian siswa, menunjukan sikap antusiame yang tinggi dan siswa tetap berpartisipasi aktif dalam pembelajaran 
  4. Keterampilan membuka dan menutup pembelajaran dalah kegiatan pembelajaran untuk menciptakan prakondisi bagi siswa agar mental dan perhatian terpusat pada pengalam yang disajikan 
  5. Keterampilan mengelola kelas meliputi kemampuan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal dan mengembalikan kondisi tersebut bila terjadi gangguan.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar