Pengukuran Efektivitas

Pengukuran efektivitas mutlak dilakukan pada sebuah organisasi untuk mengukur sejauh mana langkah efesiensi dilakukan dalam organisasi tersebut.
Untuk pengukuran efektivitas suatu organisasi, dapat dilihat dari beberapa kriteria yang terpenuhi yaitu:
  1. Input --- Input merupakan dasar dari sesuatu yang akan diwujudkan atau dilaksanakan yang berpengaruh pada hasil. 
  2. Proses Produksi --- Efektivitas dapat diwujudkan apabila memperlihatkan proses produksi yang mempunyai kualitas karena dapat berpengaruh pada kualitas hasil yang akan dicapai secara keseluruhan. Proses produksi menggambarkan bagaimana proses pengembangan suatu hal yang dapat berpengaruh terhadap hasil. 
  3. Hasil --- Hasil berupa kuantitas atau bentuk fisik dari kerja kelompok atau organisasi. Hasil yang dimaksudkan dapat dilihat dari perbandingan antara masukan (Input) dan keluaran, usaha dan hasil, presentase pencapaian program kerja dan sebagainya. 
  4. Produktivitas --- Produktivitas adalah bagaimana menghasilkan atau meningkatkan hasil barang dan jasa setinggi mungkin dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien, produktivitas berpengaruh pada efektivitas yang berorientasi pada keluaran atau hasil. Produktivitas mencakup pendapatan, pendidikan dan motivasi (Sedarmayanti, 1995).
Pengertian efektivitas ini lebih berorientasi kepada keluaran atau hasil. Efektivitas mempunyai hubungan dengan efesiensi namun tidak berpengaruh terhadap hasil efektivitas. Hal ini sesuai dengan pendapat Sendarmayanti yang menyatakan apabila efesiansi dikaitkan dengan efektivitas maka walaupun terjadi peningkatan efektivitas belum tentu efesiensi (Sedarmayanti, 1995).
Pendapat yang sama disampaikan oleh Katz dan Khan yang berpendapat efesiensi organisasi adalah unsur yang perlu, tetapi kurang memadai untuk menentukan efektivitas organisasi (dalam Steers, 1985:62). Berdasarkan pandapat diatas tersebut maka dapat disimpulkan efesiensi bukan merupakan syarat yang mutlak bagi terciptanya efektivitas.
Menurut pendapat David Krech, Ricard S. Cruthfied dan Egerton L. Ballachey dalam bukunya Individual and Society yang dikutip Sudarwan Danim dalam bukunya Motivasi Kepemimpinan dan Efektivitas Kelompok menyebutkan ukuran efektivitas, sebagai berikut:
  1. Jumlah hasil yang dapat dikeluarkan, artinya hasil tersebut berupa kuantitas atau bentuk fisik dari organisasi, program atau kegiatan. Hasil dimaksud dapat dilihat dari perbandingan (ratio) antara masukan (input) dengan keluaran (output). 
  2. Tingkat kepuasan yang diperoleh, artinya ukuran dalam efektivitas ini dapat kuantitatif (berdasarkan pada jumlah atau banyaknya) dan dapat kualitatif (berdasarkan pada mutu). 
  3. Produk kreatif, artinya penciptaan hubungannya kondisi yang kondusif dengan dunia kerja, yang nantinya dapat menumbuhkan kreativitas dan kemampuan. 
  4. Intensitas yang akan dicapai, artinya memiliki ketaatan yang tinggi dalam suatu tingkatan intens sesuatu, dimana adanya rasa saling memiliki dengan kadar yang tinggi (dalam Danim, 2004).
Berdasarkan uraian di atas, bahwa kriteria efektivitas terdapat kesamaan, tetapi yang membedakannya adalah terpenuhinya beberapa kriteria akhir. Hal tersebut dapat dikatakan bahwa membahas masalah kriteria efektivitas sangat bervariasi.
Menurut pendapat Cambell yang dikutip oleh Richard M. Steers dalam bukunya Efektivitas Organisasi menyebutkan beberapa ukuran daripada efektivitas, yaitu:
  1. Kualitas artinya kualitas yang dihasilkan oleh organisasi; 
  2. Produktivitas artinya kuantitas dari jasa yang dihasilkan; 
  3. Kesiagaan yaitu penilaian menyeluruh sehubungan dengan kemungkinandalam hal penyelesaian suatu tugas khusus dengan baik; 
  4. Efisiensi merupakan perbandingan beberapa aspek prestasi terhadap biaya untuk menghasilkan prestasi tersebut; 
  5. Penghasilan yaitu jumlah sumber daya yang masih tersisa setelah semua biaya dan kewajiban dipenuhi; 
  6. Pertumbuhan adalah suatu perbandingan mengenai eksistensi sekarang dan masa lalunya; 
  7. Stabilitas yaitu pemeliharaan struktur, fungsi dan sumber daya sepanjang waktu; 
  8. Kecelakaan yaitu frekuensi dalam hal perbaikan yang berakibat pada kerugian waktu; 
  9. Semangat Kerja yaitu adanya perasaan terikat dalam hal pencapaian tujuan, yang melibatkan usaha tambahan, kebersamaan tujuan dan perasaan memiliki;
  10. Motivasi artinya adanya kekuatan yang mucul dari setiap individu untuk mencapai tujuan; 
  11. Kepaduan yaitu fakta bahwa para anggota organisasi saling menyukai satu sama lain, artinya bekerja sama dengan baik, berkomunikasi dan mengkoordinasikan; 
  12. Keluwesan Adaptasi artinya adanya suatu rangsangan baru untuk mengubah prosedur standar operasinya, yang bertujuan untuk mencegah keterbekuan terhadap rangsangan lingkungan (dalam Steers, 1985).
Sehubungan dengan hal-hal yang dikemukakan di atas, maka ukuran efektivitas merupakan suatu standar akan terpenuhinya mengenai sasaran dan tujuan yang akan dicapai serta menunjukan pada tingkat sejauhmana organisasi, program/kegiatan melaksanakan fungsi-fungsinya secara optimal.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar