Pengertian Pemulung

Pengertian pemulung adalah bentuk aktivitas dalam mengumpulkan bahan-bahan bekas yang masih bisa dimanfaatkan (daur ulang). Aktivitas tersebut terbagi ke dalam tiga klasifikasi diantaranya, agen, pengepul, dan pemulung (Wurdjinem, 2001).
Pemulung adalah orang yang memungut barang-barang bekas atau sampah tertentu untuk proses daur ulang (Wikipedia, 2008). Pekerjaan pemulung dianggap memiliki konotasi negatif. Para pemulung tidak diberikan upah kerja sistem harian atau bulanan. Upah kerja para pemulung didasarkan atas jumlah dalam bentuk berat kertas dan kardus bekas yang dikumpulkan.
Faktor yang ikut menentukan seseorang bekerja sebagai pemulung antara lain adalah tingkat pendidikan yang rendah, pendidikan berfungsi sebagai basis dari suatu modal pengembangan produktifitas kerja. Tingkat pendidikan rendah menyebabkan aksesbilitas dalam bidang pekerjaan juga rendah, disamping itu cakrawala pemikiran relatif sempit. Pendidikan rendah juga adalah salah satu ciri penduduk miskin (Wurdjinem, 2001).
Faktor yang lain adalah modal yang dimiliki sangat terbatas, sehingga sarana yang digunakan oleh para pemulung sangat sederhana yaitu karung plastik dan gancu untuk menyungkit sampah atau barang bekas. Pada umumnya pendapatan para pemulung tiap bulan berkisar kurang lebih dibawah Rp. 200.000 (Wurdjinem, 2001).
Kelompok masyarakat pemulung tidak memiliki organisasi formal, dalam artian organisasi yang bersifat akademik. Namun secara informal pemulung menjalin hubungan kerjasama yang serupa dengan kegiatan kelompok organisasi, walaupun organisasi para pemulung adalah untuk memudahkan dan memperlancar sirkulasi hasil pengumpulan barang bekas dari pemulung ke pengepul ke agen selanjutnya ke pabrik untuk mendaur ulang barang bekas tersebut (Wurdjinem, 2001).
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar