Pengertian Modal Kerja

Pengertian modal kerja adalah modal yang bisa digunakan untuk keperluan operasional sebuah organisasi/manajemen. Masalah modal kerja merupakan masalah yang tiada akhir. Selama perusahaan masih beroperasi, modal kerja selalu diperlukan untuk membiayai kegiatan perusahaan sehari-hari serta untuk menjaga kontinuitas perusahaan. Perusahaan yang bergerak di bidang apapun baik itu perusahan jasa, perusahaan produksi maupun perusahaan dagang selalu membutuhkan modal kerja yang cukup untuk membiayai kegiatan usahanya, dengan harapan dana yang telah dikeluarkan dapat kembali masuk ke dalam perusahaan dalam jangka yang relatif pendek.
Sementara itu, Gitman (2006) memberikan definisi mengenai modal kerja, “Current assets, commonly called working capital, which represent the portion of investment that circulates from one form to another in the ordinary conduct of business. Net working capital is commonly defined as the difference between the firm’s current assets and its current liabilities; can be positive or negative”.
Tidak jauh berbeda seperti yang dikutip dari Brigham dan Houston yang diterjemahkan oleh Ali Akbar Yulianto (2006), “Modal kerja, atau kadang-kadang disebut juga modal kerja kotor, sebenarnya adalah aktiva lancar yang digunakan dalam operasi. Modal kerja bersih didefinisikan sebagai aktiva lancar minus kewajiban lancar”.
Sedangkan menurut Sutrisno (2007): Setiap perusahaan yang melakukan kegiatannya selalu membutuhkan dana. Kebutuhan dana tersebut digunakan untuk membiayai kebutuhan investasi maupun untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari. Dana yang diperlukan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan sehari-hari, seperti pembelian bahan baku, pembayaran upah buruh, membayar hutang, dan pembayaran lainnya disebut modal kerja.
Menurut Darsono (2006): Modal kerja adalah investasi dalam harta jangka pendek atau investasi dalam harta lancar (current assets). Modal kerja dapat dikategorikan menjadi dua yaitu modal kerja kotor (gross working capital) dan modal kerja bersih (net working capital). Modal kerja kotor adalah jumlah harta lancar, dan modal kerja bersih adalah jumlah harta lancar dikurangi jumlah utang lancar (current liabilities).
Menurut Sundjaja dan Barlian (2003): Modal kerja yaitu aktiva lancar yang mewakili bagian dari investasi yang berputar dari satu bentuk ke bentuk lainnya dalam melaksanakan suatu usaha, atau modal kerja adalah kas/bank, surat-surat berharga yang mudah diuangkan (misal giro, cek, deposito), piutang dagang dan persediaan yang tingkat perputarannya tidak melebihi 1 tahun atau jangka waktu operasional normal perusahaan. Modal kerja bersih (net working capital) adalah selisih antara aktiva lancar dan pasiva lancar perusahaan.
Dari hal tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa modal kerja dalam arti gross working capital adalah jumlah aktiva lancar yang meliputi persediaan, piutang, kas, dan surat-surat berharga, yang merupakan bagian dari investasi yang bersirkulasi dari suatu bentuk ke bentuk yang lain dalam suatu kegiatan bisnis, yaitu dari kas berputar dan akhirnya kembali lagi ke kas, yang tingkat perputarannya tidak melebihi satu tahun atau jangka waktu operasional normal perusahaan. Sedangkan modal kerja bersih (net working capital) didefinisikan sebagai selisih antara aktiva lancar dan hutang lancer (hasilnya dapat positif atau negatif), yang digunakan untuk membiayai kebutuhan investasi maupun untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan sehari-hari.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar