Bentuk-bentuk Penyesuaian Diri

Bentuk-bentuk penyesuaian diri terdiri dari beberapa macam menurut para ahli. Kamalfachri (2009) mengungkapkan terdapat dua bentuk penyesuaian diri, yaitu penyesuaian diri positif dan penyesuaian diri yang salah.
Penyesuaian diri positif
Saat seseorang berhasil menyesuaikan dirinya secara positif, maka akan muncul beberapa tanda-tanda berikut ini:
  1. Tidak menunjukkan ketegangan emosi. 
  2. Tidak menujukkan adanya mekanisme-mekanisme psikologis. 
  3. Tidak menunjukkan adanya frustasi pribadi. 
  4. Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri. 
  5. Mampu dalam belajar. 
  6. Menghargai pengalaman. 
  7. Bersikap realistik dan obyektif.
Penyesuaian diri yang salah
Berkebalikan dengan diatas, saat seseorang salah dalam menyesuaikan dirinya, maka akan muncul beberapa tiga reaksi, dimana tiap-tiap reaksi tersebut akan menunjukkan tanda-tanda tertentu yaitu:
Reaksi bertahan (defence reaction)
Tanda-tandanya:
  1. Rasionalisasi 
  2. Represi 
  3. Proyeksi
Reaksi menyerang (aggressive reaction)
Tanda-tandanya:
  1. Selalu membenarkan diri 
  2. Mau berkuasa dalam setiap situasi 
  3. Mau memiliki segalanya 
  4. Senang mengganggu orang lain 
  5. MenggertakMenunjukan sikap permusuhan 
  6. Menyerang dan merusak 
  7. Keras kepala 
  8. Balas dendam 
  9. Memperkosa hak orang lain 
  10. Bertindak serampangan 
  11. Marah secara sadis
Reaksi melarikan diri (escape reaction)
Tanda-tandanya:
  1. Berfantasi 
  2. Banyak tidur 
  3. Minum - minuman keras 
  4. Bunuh diri 
  5. Menjadi pecandu narkotika 
  6. Regresi
Menurut Santrock (2002), lansia yang memiliki penyesuaian diri yang lebih baik pada fase pensiun adalah orang-orang lansia yang sehat, memiliki pendapatan yang layak, aktif, berpendidikan baik, memiliki relasi sosial yang luas baik keluarga maupun teman-teman, dan biasanya merasa puas dengan kehidupannya sebelum pensiun. Sementara itu penyesuaian diri lansia yang buruk adalah orang-orang yang tidak mengontrol hidup dan emosinya setelah pensiun, kesulitan membuat transisi dan penyesuaian memasuki usia lanjut, berpikir negative tentang pensiun, mengalami stress selama pensiun seperti layaknya stres saat menghadapi kematian pasangan hidupnya.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar