Air Dalam Kehidupan

Manfaat air dalam kehidupan sangat besar, bahkan memegang peranan vital. Dalam kehidupan sehari-hari manusia sangat tergantung pada air, antara lain untuk minum, masak, mandi, mencuci, dan sebagainya. Semakin maju tingkat kebudayaan suatu masyarakat, maka penggunaan akan air makin meningkat. Untuk keperluan sehari-hari misalnya di Amerika Serikat dibutuhkan tidak kurang dari 189 liter air per kepala, sedangkan untuk negara Indonesia angka ini diperkirakan baru mencapai sekitar 100 liter saja (Azwar, 1995).
Dengan demikian dalam mempertahankan kelangsungan hidup, manusia berupaya menyediakan air yang cukup bagi dirinya. Akan tetapi dalam banyak hal, air yang dipergunakan tidak memenuhi persyaratan kesehatan, air tersebut mengandung agent penyebab penyakit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan penyakit sehingga membahayakan kelangsungan hidup manusia (Azwar, 1995).
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 416/Menkes/Per/IX/1990, tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air ditetapkan sebagai berikut: kualitas air harus memenuhi syarat kesehatan yang meliputi, persyaratan bakteriologis, fisik, kimia dan radioaktif.
Di antara kegunaan-kegunaan air yang disebutkan di atas yang sangat penting adalah untuk kebutuhan minum. Agar air minum tidak menyebabkan penyakit, maka air tersebut harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut (Notoatmodjo, 2003):
Syarat Fisik
Persyaratan fisik untuk air minum yang sehat adalah bening (tidak berwarna), tidak berasa, tidak berbau, suhu di bawah suhu udara di luarnya, sehingga dalam kehidupan sehari-hari tidak sukar cara mengenal air yang memenuhi persyaratan fisik.
Syarat Bakteriologis
Air untuk keperluan minum yang sehat harus bebas dari segala bakteri, terutama bakteri patogen. Cara untuk mengetahui apakah air minum terkontaminasi oleh bakteri patogen adalah dengan memeriksa sampel (contoh) air tersebut, bila dari pemeriksaan 100 cc air terdapat kurang dari 4 bakteri E. Coli maka air tersebut memenuhi syarat kesehatan.
Syarat Kimia
Air minum yang sehat harus mengandung zat-zat tertentu di dalam jumlah yang tertentu pula. Kekurangan atau kelebihan salah satu zat kimia di dalam air, akan menyebabkan gangguan fisiologis pada manusia.
Air merupakan suatu sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam penularan penyakit (Slamet, 2002).
Untuk itu penyediaan air bersih harus memenuhi persyaratan dari segi:
  1. Kualitas: Tersedianya air bersih yang memenuhi syarat kesehatan (fisik, kimia, bakteriologis) 
  2. Kuantitas: Tersedia air bersih minimal 60 liter/hari/kepala 
  3. Kontinuitas: Air minum dan air bersih tersedia pada setiap kegiatan yang membutuhkan air secara berkesinambungan.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar