Jenis-jenis Jerawat

Terdapat beberapa jenis jerawat. Jenis-jenis jerawat atau akne meliputi berbagai kelainan kulit yang hampir mirip satu dengan lainnya, sehingga diperlukan penggolongan atau klasifikasi untuk membedakannya. Beberapa peneliti atau penulis buku dermatologi mengemukakan klasifikasi yang berbeda-beda.
Domonkos dalam buku Andrews’ diseases of the skin (1971) menulis bahwa jenis-jenis jerawat (akne) terdiri atas akne vulgaris, akne keloidalis, perifolikulitis, akne tropikalis, akne neonatorum, rinofima, akne rosasea, dan perioral dermatitis.
Cunliffe dalam buku Acne (1989) menyatakan bahwa jenis-jenis jerawat (akne) terdiri atas:
  1. Akne vulgaris yang meliputi akne konglobata, akne fulminans, folikulitis negative-gram, pioderma fasial, dan akne vasikulitis. 
  2. Varian akne yang meliputi akne induksi obat, acne excoriee, akne infantile, akne juvenile, akne klor, oil acne, akne kimiawi lain, Fiddler’s neck, akne nevoid, akne fisika (frictional acne dan immobility acne), akne kosmetika, akne deterjen, dan akne tropikalis.
Klasifikasi jerawat yang dibuat oleh Plewig dan Kligman dalam buku Acne: Morphogenesis and treatment (1975) terbagi seperti berikut:
Akne vulgaris dan varietasnya: 
  1. Akne tropikalis 
  2. Akne fulminan 
  3. Pioderma fasiale 
  4. Akne mekanika dan lainnya
Akne venenata akibat kontaktan eksternal dan varietasnya: 
  1. Akne kosmetika 
  2. Pomade acne 
  3. Akne klor 
  4. Akne akibat kerja 
  5. Akne deterjen
Akne komedonal akibat agen fisik dan varietasnya: 
  1. Solar commedones 
  2. Akne radiasi (sinar x. kobal)
Pergolongan ini membedakannya secara jelas dengan kelainan yang mirip jerawat (akne), erupsi akneiformis akibat induksi obat yang digunakan secara lama, misalnya kortikosteroid, ACTH, INH, iodida, bromide, vitamin B12, difenil hidrantoin, trimetadion, dan fenobarbital.
Pada akne vulgaris terjadi perubahan jumlah dan konsistensi lemak kelenjar akibat pengaruh berbagai faktor penyebab. Pada akne venenata terjadi penutupan oleh massa eksternal. Pada akne fisis, saluran keluar menyempit akibat radiasi sinar ultraviolet, sinar matahari, atau sinar radioaktif.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar