Faktor yang Mempengaruhi Nyeri

Banyak faktor yang mempengaruhi nyeri. Nyeri adalah sebuah rasa sakit yang sangat bergantung dengan kondisi fisik, lingkungan, pengalaman, budaya dan lain-lain. Seseorang yang mendapatkan perlakuan yang sama, bisa saja berbeda dalam merasakan nyeri. Hal ini normal, karena rasa nyeri disebabkan oleh beberapa faktor yang mempengaruhinya.
Faktor yang mempengaruhi nyeri menurut Prihardjo (1996) dibedakan menjadi dua, yaitu faktor Internal dan faktor eksternal.
FAKTOR INTERNAL
Faktor-faktor internal yang mempengaruhi rasa nyeri adalah sebagai berikut:
Usia
Anak belum bisa mengungkapkan nyeri, sehingga perawat harus mengkaji respon nyeri pada anak. Pada orang dewasa kadang melaporkan nyeri jika sudah patologis dan mengalami kerusakan fungsi. Pada lansia cenderung memendam nyeri yang dialami, karena mereka menganggap nyeri adalah hal alamiah yang harus dijalani dan mereka takut kalau mengalami penyakit berat atau meninggal jika nyeri diperiksakan.
Jenis kelamin
Gill (1990) mengungkapkan laki-laki dan wanita tidak berbeda secara signifikan dalam merespon nyeri, justru lebih dipengaruhi faktor budaya (ex: tidak pantas kalo laki-laki mengeluh nyeri, wanita boleh mengeluh nyeri).
Perhatian
Tingkat seorang klien memfokuskan perhatiannya pada nyeri dapat mempengaruhi persepsi nyeri. Menurut Gill (1990), perhatian yang meningkat dihubungkan dengan nyeri yang meningkat, sedangkan upaya distraksi dihubungkan dengan respon nyeri yang menurun. Tehnik relaksasi, guided imagery merupakan tehnik untuk mengatasi nyeri.
Anxietas (Kecemasan)
Cemas meningkatkan persepsi terhadap nyeri dan nyeri bisa menyebabkan seseorang cemas.
Pengalaman masa lalu
Seseorang yang pernah berhasil mengatasi nyeri dimasa lampau, dan saat ini nyeri yang sama timbul, maka ia akan lebih mudah mengatasi nyerinya. Mudah tidaknya seseorang mengatasi nyeri tergantung pengalaman di masa lalu dalam mengatasi nyeri.
Pengetahuan Nyeri
dirasakan dan disadari otak, tetapi berlum tentu penderita akan tergangggu misalnya karrna ia punya pengetahuan tentang nyeri sehingga ia menerimanya secara wajar.
Kelelahan
Kelelahan dapat meningkatkan nyeri karena banyak orang merasa lebih nyaman waktu istirahat.
FAKTOR EKSTERNAL
Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi rasa nyeri dan respon terhadap nyeri adalah sebagai berikut:
Pola koping
Pola koping adaptif akan mempermudah seseorang mengatasi nyeri dan sebaliknya pola koping yang maladaptive akan menyulitkan seseorang mengatasi nyeri
Support keluarga dan social
Individu yang mengalami nyeri seringkali bergantung kepada anggota keluarga atau teman dekat untuk memperoleh dukungan dan perlindungan.
Kultur
Orang belajar dari budayanya, bagaimana seharusnya mereka berespon terhadap nyeri misalnya seperti suatu daerah menganut kepercayaan bahwa nyeri adalah akibat yang harus diterima karena mereka melakukan kesalahan, jadi mereka tidak mengeluh jika ada nyeri.
Lingkungan
Nyeri dapat diperberat dengan adanya rangsanggan dari lingkungan seperti kebisingan, cahaya yang sangat terang.
Pengobatan
Pengobatan analgesik yang diberikan sesuai dosis yang mermakai akan mempercepat penurunan nyeri.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar