Pengaruh Kekerasan pada Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

Banyak dampak negatif pengaruh kekerasan pada perumbuhan dan perkembangan anak. Kekerasan pada anak sering dianggap hal yang wajar karena secara sosial dipandang sebagai cara pendisiplinan anak. Kekerasan pada anak memperoleh perhatian publik lebih serius jika korban tindak kekerasan yang dilakukan orang dewasa kepada anak-anak jumlahnya bertambah banyak, dan menimbulkan dampak yang sangat menyengsarakan anak- anak (Irwanto et al., 2004).
Terjadinya kekerasan dalam keluarga disebabkan oleh pengalaman masa kecil yang berpengaruh pada kepribadian, sikap dan pandangan hidup individu. Orang tua yang pada saat masa kecilnya mempunyai latar belakang mengalami kekerasan cenderung meneruskan pendidikan tersebut kepada anak-anaknya yang disebut "pewarisan kekerasan antar generasi".
Kondisi seperti ini akan menjadi suatu siklus dimana anak yang dibesarkan dengan kekerasan nantinya juga akan membesarkan anaknya dengan kekerasan. Anak masih berada pada tahap pertumbuhan dan perkembangan. Beberapa faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak adalah pengalaman yang pernah dialami selama rentang kehidupannya.
Optimalisasi tumbuh kembang anak sangat dipengaruhi pada situasi lingkungan dimana mereka tumbuh. Lingkungan yang tidak kondusif yaitu yang dapat menghambat tumbuh kembang anak sehingga menyebabkan anak tidak dapat tumbuh secara optimal. Salah satu lingkungan yang tidak kondusif pada anak adalah anak yang tumbuh dengan perlakuan dan kekerasan serta penelantaran yang dialaminya (Lidya, 2009).
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar