Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Perilaku Bullying

Banyak faktor-faktor penyebab terjadinya perilaku bullying. Quiroz dkk (2006; dalam Anesty, 2009) mengemukakan sedikitnya terdapat tiga faktor yang dapat menyebabkan perilaku bullying, sebagai berikut.
Hubungan keluarga
Anak akan meniru berbagai nilai dan perilaku anggota keluarga yang ia lihat sehari-hari sehingga menjadi nilai dan perilaku yang ia anut (hasil dari imitasi). Sehubungan dengan perilaku imitasi anak, jika anak dibesarkan dalam keluarga yang menoleransi kekerasan atau bullying, maka ia mempelajari bahwa bullying adalah suatu perilaku yang bisa diterima dalam membina suatu hubungan atau dalam mencapai apa yang diinginkannya (image), sehingga kemudian ia meniru (imitasi) perilaku bullying tersebut. Menurut Diena Haryana (sejiwa.or.id), karena faktor orang tua di rumah yang tipe suka memaki, membandingkan atau melakukan kekerasan fisik. Anak pun menganggap benar bahasa kekerasan.
Teman sebaya
Salah satu faktor besar dari perilaku bullying pada remaja disebabkan oleh adanya teman sebaya yang memberikan pengaruh negatif dengan cara menyebarkan ide (baik secara aktif maupun pasif) bahwa bullying bukanlah suatu masalah besar dan merupakan suatu hal yang wajar untuk dilakukan. Menurut Djuwita Ratna (2005) pada masanya, remaja memiliki keinginan untuk tidak lagi tergantung pada keluarganya dan mulai mencari dukungan dan rasa aman dari kelompok sebayanya. Jadi bullying terjadi karena adanya tuntutan konformitas.
Berkenaan dengan faktor teman sebaya dan lingkungan sosial, terdapat beberapa penyebab pelaku bullying melakukan tindakan bullying adalah:
  1. Kecemasan dan perasaan inferior dari seorang pelaku
  2. Persaingan yang tidak relistis
  3. Perasaan dendam yang muncul karena permusuhan atau juga karena pelaku bullying pernah menjadi korban bullying sebelumnya
  4. Ketidak mampuan menangani emosi secara positif (Rahma, 2008:47).
Pengaruh media
Survey yang dilakukan kompas (Saripah, 2006) memperlihatkan bahwa 56,9% anak meniru adegan-adegan film yang ditontonnya, umumnya mereka meniru geraknya (64%) dan kata-katanya (43%).
Melalui pelatihan yang diselenggarakan oleh Yayasan Sejiwa (2007), terangkum beberapa pendapat orang tua tentang alasan anak-anak menjadi pelaku bullying, di antaranya:
  1. Karena mereka pernah menjadi korban bullying
  2. Ingin menunjukkan eksistensi diri
  3. Ingin diakui
  4. Pengaruh tayangan TV yang negatif
  5. Senioritas
  6. Menutupi kekurangan diri
  7. Mencari perhatian
  8. Balas dendam
  9. Iseng
  10. Sering mendapat perlakuan kasar dari pihak lain
  11. Ingin terkenal
  12. Ikut-ikutan.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar