Home » » KRITERIA DIAGNOSTIK GANGGUAN KEPRIBADIAN DEPENDEN

KRITERIA DIAGNOSTIK GANGGUAN KEPRIBADIAN DEPENDEN

Terdapat beberapa Gangguan kepribadian dependen yang bisa dikenali sebagai bahan untuk mendiagnosa gangguan ini. Kriteria gangguan kepribadian dependen ini, terdapat dalam klasifikasi DSM-IV-TR (301.4), DSM-5 (301.6 (F60.7)), dan PPDGJ III (F60.7).
Dalam DSM-IV-TR dan DSM-5, Gangguan Kepribadian Dependen ditandai dengan:
Kebutuhan yang mendalam dan berlebihan untuk diurus dan mengarah pada tingkah laku patuh dan bergantung dan takut akan pemisahan, dimulai pada awal masa dewasa dan muncul dalam berbagai konteks, seperti yang diindikasikan oleh lima (atau lebih) hal-hal berikut ini:
  1. Memiliki kesulitan untuk membuat keputusan sehari-hari tanpa nasehat dan jaminan yang berlebihan dari orang lain.
  2. Membutuhkan orang lain untuk mengambil alih tanggungjawab akan sebagian besar area penting dalam hidupnya.
  3. Memiliki kesulitan untuk mengekspresikan ketidak-setujuan pada orang lain karena ketakutan kehilangan dukungan atau persetujuan. Catatan: Tidak termasuk ketakutan realistis akan pembalasan.
  4. Memiliki kesulitan untuk memulai rencana atau melakukan hal-hal sendiri (karena kurangnya kepercayaan diri dalam hal penilaian atau kemampuan daripada karena kurangnya motivasi atau energi).
  5. Berusaha berlebihan untuk mendapatkan pengasuhan dan dukungan dari orang lain sampai pada titik mau mengajukan diri secara sukarela untuk hal-hal yang tidak menyenangkan.
  6. Merasa tidak nyaman atau tidak berdaya saat sendirian karena ketakutan yang berlebihan akan ketidakmampuan untuk mengurus dirinya sendiri.
  7. Dengan cepat mencari hubungan lainnya sebagai sumber perhatian dan dukungan ketika suatu hubungan dekat berakhir.
  8. Terpreokupasi secara tidak realistis pada rasa takut ditinggalkan supaya ia mengurus dirinya sendiri.
Kriteria dalam DSM juga mencakup beberapa ciri yang tampaknya tidak didukung dengan baik oleh literatur penelitian. Kriteria diagnostic tersebut secara umum menggambarkan orang-orang dengan gangguan kepribadian dependen sebagai orang yang sangat pasif (antara lain sulit memulai suatu proyek atau melakukan segala sesuatu sendiri, tidak mampu untuk tidak setuju dengan orang lain, membiarkan orang lain untuk membuat keputusan bagi mereka). Meskipun demikian, penelitian menunjukkan bahwa karakter pasif tersebut tidak mencegah orang-orang yang dependen untuk tidak melakukan hal-hal yang diperlukan untuk mempertahankan hubungan dekat. Hal ini dapat mencakup sifat sangat memuja dan pasif, namun juga dapat mencakup pengambilan langkah-langkah aktif untuk mempertahankan suatu hubungan (Bornstein, dalam Davison 2018).

Dalam PPDGJ III, Gangguan Kepribadian Dependen ditandai 
dengan adanya:
  1. Mendorong atau membiarkan orang lain untuk mengambil sebagian besar keputusan penting bagi dirinya (lihat DSM point 2);
  2. Meletakkan kebutuhan sendiri lebih rendah daripada orang lain pada siapa ia bergantung, dan kerelaan yang tidak semestinya terhadap keinginan mereka (lihat DSM point 5);
  3. Keengganan untuk mengajukan tuntutan yang layak kepada orang pada siapa ia bergantung (lihat DSM point 3);
  4. Perasaan tidak enak atau tidak berdaya apabila sendirian, karena ketakutan yang dibesar-besarkan tentang ketidakmampuan mengurus diri sendiri (lihat DSM point 6);
  5. Terpaku pada ketakutan akan ditinggalkan oleh orang yang dekat dengannya dan ditinggalkan agar mengurus diri sendiri (lihat DSM point 8);
  6. Keterbatasan kemampuan untuk membuat keputusan sehari-hari tanpa mendapat nasehat yang berlebihan dan diyakinan oleh orang lain (lihat DSM point 1).
Gambaran penyerta dapat mencakup peraan tidak berdaya, tidak kompeten dan kehilangan stamina.
Termasuk (gangguan) kepribadian astenik, inadekuat, pasif, dan menyalahkan diri sendiri.
Perlu diperhatikan bahwa kriteria PPDGJ merupakan saduran kriteria yang ada dalam OCD-10. PPDGJ III maupun DSM-IV sama-sama mengambil sumber saduran dari OCD-10. Tetapi saat ini, DSM sudah beberapa kali mengalami revisi sejak DSM-IV (1994), DSM-IV-TR (2000) dan terakhir adalah revisi DSM-5 (2013).
Juga tambahan bahwa tahun 2018, OCD-10 sudah direvisi menjadi OCD-11. DSM-5 maupun PPDGJ-III masih merujuk pada OCD-10. Kemungkinan akan ada revisi lagi untuk DSM-5, apalagi PPDGJ-III yang sudah terlampau “jadul” sejak tahun 1993 (26 tahun) belum ada revisi. 
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : PSYCHOLOGYMANIA
Copyright © September 2008. PSYCHOLOGYMANIA - All Rights Reserved
Dipersembahkan untuk pembaca dan khalayak ramai