Home » » MENGAPA HARUS MENOLAK PEKERJA ASING ASAL CINA?

MENGAPA HARUS MENOLAK PEKERJA ASING ASAL CINA?

Serbuan tenaga kerja asing di era Presiden Joko Widodo, adalah fakta yang tidak bisa dipungkiri. Jumlah pastinya tidak ada yang tahu, bahkan Kementerian Tenaga Kerja, yang seharusnya memiliki data valid, justru dipertanyakan. Tiap hari, bandara-bandara dipenuhi oleh WNA Cina. Patut dipertanyakan, apakah itu murni turis wisata, atau pekerja berkedok wisata.
Banyaknya Pekerja Asing khususnya WNA, dengan visa turis (bebas visa) menyalahgunakan visa untuk bekerja di Indonesia. Hal ini tidak bisa dibantah. Hal inilah yang membuat rakyat berteriak. Disamping tingginya pengangguran, ditambah lagi lowongan pekerjaan diisi oleh WNA asing Cina, dengan gaji fantastik. Menimbulkan kecemburuan dan kesenjangan dimasyarakat.
Mengapa harus menolak pekerja Asing?
Berikut alasannya:
  • Mengurangi kesempatan kerja dalam negeri. Pengangguran bertambah.
  • Rakyat akan menjadi penonton bukan pelaku pembangunan. Yang akan berakhir, rakyat akan menjadi babu di negeri sendiri
  • Masalah sosial akan muncul. Perbedaan upah pekerja WNA dengan pekerja pribumi jauh fantastik dengan jabatan dan jenis pekerjaan yang sama
  • Utang negara bertambah. Perlu diketahui bahwa, semua biaya pembangunan yang dipinjam harus dibayar nanti. Yang namanya utang pasti begitu. Seharusnya Pekerja-pekerja level bawah (bukan ahli) tidak diikutkan.  Mereka akan menambah besarnya utang karena mereka dibayar dengan upah yang lebih besar, dibanding pekerja pribumi.
Jadi jangan mengatakan bahwa pekerja Cina banyak di Indonesia, karena banyaknya investasi Cina. Dengan Banyaknya pekerja asal Cina, akan menambah besarnya utang yang harus dibayar Indonesia nantinya. Mengapa tidak memakai pekerja dalam negeri? Disamping mengurangi pengangguran, juga akan manambah daya beli masyarakat (dengan upah tinggi).
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : PSYCHOLOGYMANIA
Copyright © September 2008. PSYCHOLOGYMANIA - All Rights Reserved
Dipersembahkan untuk pembaca dan khalayak ramai