Untukmu Sahabat, Maafkan Aku

Hari ini aku mencoba menyapamu via sosmed karena aku begitu rindu padamu sahabat, namun jg dikarenakan ada yang kurasakan begitu tidak enak dihati ini, ada jarak diantara kita, ada luka yang masih kau simpan walau dibibir pernah kau ucapkan tuk memaafkan ku atas lukamu itu yang tlah kau simpan setahun lalu, saat itulah pertemuan kita yang terakhir.

Sebagai bentuk kerinduanku, aku mentag-kan sebuah pict yang isinya sebuah hadist dari imam hasan albasri, sebagai bentuk ungkapan bhwa aku merasa ada jarak diantara hati kita, yang isinya menyatakan bhwa bila aku pernah menasehatimu bukan berarti aku yang terbaik darimu, bukan pula tidak pernah melakukan kesalahan, aku layaknya orang-orang sahabatku yang pernah khilaf dan lupa pada yang pernah kusampaikan, itulah gunanya engkau sahabatku menjadi alarmku ketika kulupa dan khilaf.

Namu, ternyata tag pict yang aku berikan untukmu membuatmu tidak suka. Aaaah,.. maafkan aku. Maafkan aku, jika masih ada luka diantara kita karena nasehatku padamu setahun nan lalu..

Sahabatku, kau adalah sahabat yang pernah dan selalu bersama denganku selama dikampus, 4 tahun lamanya kita bersama, kelebihanmu kujadikan penyemangatku, tutur nasehatmu kujadikan alarmku dan bahumu kujadikan tempatku meluahkan tangisku. Dan begitu juga kekuranganmu, tak pernah ku biarkan ia bermukim dihati untuk waktu nan lama. Aku mencoba menerimanya agar pershabatan kita kekal selamanya, tidak hanya dikampus tapi setelah terpisah jua raga kita.

Sahabat, diawal kau ada media sosmed yang baru dan kau meng-add diriku sebagai teman sosmedmu, hatiku bahagia karena memang sudah lama aku tak mendengar kabarmu setelah aku menikah. Kau kabari bahwa kau baru saja menikah, hatiku senang ternyata Allah memudahkan jalan jodohmu.

Namun, via chat kau mengungkapkan ketidak sukaanmu padaku, kau terluka hanya karena nasehatku dulu trakhir saat kita berjumpa. Menurutku tidak ada yang salah dengan nasehatku untukmu, karena kau sahabatku. Aku ingin kau menemukan lelaki sejati nan sholeh dan bisa dipegang ucapannya untuk menikahimu bukan yang ingin mempermainkan perasaanmu. Jujur sahabatku, aku ingin menyelamatkanmu, karena kau sahabatku, kau separuh hatiku sahabat.

Akupun meminta maaf atad kelancanganku, mungkin kurang tepat saat itu, mungkin aku terlalumencari-cari kesalahan ikhwan yang saat itu kalian dekat, dan kau anggap aku menumbar aib orang lain. Bagiku sahabatku, ghibah dalam hal memilih pasangan hidup itu tidak mengapa asalkan apa yang disampaikan itu benar adanya, dan tujuanku semata-mata karena ingin kau menemuakan orang yang tepat sebagai imammu kelak.

Aaaah, duhai sahabatku. Ada tingkah aneh yang menjadi tanda tanyaku selama ini. 4 bulan yang lalu, kau berkali-kali meng-add pertemanan kita. Aku tidak pernah menghapusnya. Aaah, aku merasa kau menghapusnya terlebih dahulu, setrlh itu berkali-kali pula kau minta dikonfir lagi. Ada apa sahabatku? Kau sahabatku, bukan musuhku. Kita pernah bersama sekian lamanya, tapi kenapa? Apa kau tidak suka dengan postingan statusku? Aku tidak pernah menyindirmu lewat tulisanku. Ada apa sahabat?

Hari ini tentang tag yang aku tandai namamu, ternyata membuatmu tidak suka, kau memibta aku menghapusnya. Aku pikir kau senang sahabatku, aku pikir kau akan mengatakan memaafkanku. Ternyataa,.. ternyata firasatku benar, ada jarak diantara kita.

Aaaah,. Sudahlah sahabatku jika kau masih menyimpan luka, jangan kau katakan kau tlah memaafkanku. Jika kau tidak suka dengan postingan tulisanku, tak mengapalah bagimu kita tidak berteman disosmed, toh yang nge-add duluan itu dirimu, minta dikonfirmasi pertemanan juga dirimu. Dirimu berhak meremove pertemanan kita.

Cukup sahabatku, aku kini mengerti tentang firasatku ini, ia nya tidak salah. Baiklah aku tidak akan menyapamu lagi jika itu membuat luka itu tumbuh lagi. Kebaikanmu tetap terpatri dihati dan aku selalu lafazkan rinduku lewat doa robhitoh  untukmu. Trimakasih sahabat atas kebaikanmu selama berada disisiku, semoga Allah telah meridhoinya,.

Sekali lagi ini,.
Untukmu sahabatku,maafkan aku,..

loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar