Morfologi Hewan Coelenterata


Ada beberapa Morfologi Hewan Coelenterata. Dinding tubuhnya terdiri dari 2 lapisan lembaga yaitu:
  1. Ektoderm yaitu tubuh  bagian luar
  2. Endoderm yaitu tubuh bagian dalam (Pandhu, 2010)

Selain mempunyai dua lapisan tersebut, kita mengenal istilah mesoglea yang terdapat diantara lapisan-lapisan tipis itu. Coelenterata disebut hewan diploblastik karena memiliki dua lapisan tubuh. (Pandhu, 2010)
Selain Hydra sp. dan beberapa jenis lainya, sebagian besar Coelenterara berhabitat di laut. Cnidaria memiliki dua fase bentuk tubuh yang biasa dikenal dengan fase polip dan fase medusa. Polip adalah fase saat Coelenterata melekat pada substratnya sedangkan medusa adalah fase Coelenterata dapat bergerak bebas. (Pandhu, 2010)
Lapisan pada epidermis polip terdiri dari lima macam sel yaitu:
  1. Sel epitel otot berukuran besar dan merupakan pelindung tubuh
  2. Sel interstisial berukuran kecil, agak bulat, nucleus besar, terletak diantara sel epitel otot, mampu menghasilkan tipe sel lain seperti sperma, sel telur atau cnidocyte.
  3. Sel cnidocyte (knidoblast) terletak diantara atau mendesak sel epitel otot. Di dalam cnidocyte terdapat struktur seperti kapsul bulat, atau lonjong. Pada spesies air tawar berukuran 5-25µm. Selain nematocyst, ada bentuk lain yaitu spirocyst dan phycocyst. Spirocyst berada pada anthozoa. Spirocyst berbentuk benang yang telah ditembakkan akan larut menjadi jaring pekatyang lengket dan berguna untuk menempel dan menangkap mangsa.
  4. Sel kelenjar lender yang menghasilkan lender yang digunakan sebagai pelindung untuk menangkap mangsa dan melekat pada substrat.
  5. Sel sensori memanjang dan terdapat diantara sel-sel epitelio musculer. Pada ujung yang bebas sering ada lanjuran sebagai rambut. Pada ujung lain berpangkal dua serabut atau lebih yang berhubungan dengan sel saraf atau dengan serabut otot. (Setijanto, 2006)

Lapisan gastrodermis pada suatu polip terdiri atas sel-sel:
  1. Sel epitheliomusculer di dalam dinding manubrium, di dalam basisnya yang menempel pada mesoglea mengandung serabut-serabut otot yang tersusun transfersal. Sedangkan di dalam corpus pada ujung bebasnya ada yang mempunyai flagella dan ada yang ada yang dapat membentuk pseudopodia pada ujung bebasnya. Flagella berpangkal pada bletharuplast. Di dalam tentakel sel-sel epithelium mempunyai membran yang tebal dan banyak vakuola di dalam protoplasma, sehingga dapat digunakan sebagai skeleton.
  2. Sel sensoris lebih sedikit
  3. Sel syaraf seperti di dalam epidermis
  4. Sel interstisial tidak banyak dan diduga berasal dari epidermis
  5. Sel kelenjar terdapat diantara sel-sel ephiteliomusculer di dalam dinding corpus. (Setijanto, 2006)

Lapisan-lapisan yang terdapat pada medusa sama seperti pada polip. Disebelah luar terdapat epidermis.Di tepi ostium, epidermis, gastrodermis, dinding enteron serta saluran-saluran radial dan saluran circuler.Di dalam mangkuk tidak ada saluran radial tetapi ada lanjutan dari gastrodermis berupa satu lapisan sel-sel ephitelium.Di dalam tentakel ada lanjutan gastrodermis berupa satu rangkaian sel-sel ephitelium.Velum ialah lipatan epidermis dengan di dialamnya mesoglea.Pada pangkal velum di dalam epidermis diatas dan di bawah mesoglea terdapat lingkaran sel-sel saraf serta lanjutan-lanjutannya. (Setijanto, 2006)
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar