Ku Hijrahkan Doa


Pernah nonton film negri jiran tak? Judulnya “Ku Hijrahkan Doa” yang terbit sekitar tahun 2011? Nah,.film ini sangat menginspirasi saya, menguras Emosi dan Air mata..sudah berapa kali agaknya saya tonton ulang ni film ya?? Nak tau bagaimana filmnya?? Numpang,.saya nak coba review sedikit tentang film nie ye..
Kisah dari film “Ku Hijrahkan Do’a” ini perannya dimainkan oleh Zamarul Hisham jadi abangnya dan Bell Ngasri jadi adiknya .. dalam kisah itu mereka adik-beradik yang menyayangi satu sama lain, kedua orang tua mereka telah meninggal tapi karena si abang ini inginkan kesuksesan plus kekayaan dan sebagainya dia tinggalkan adiknya tapi dia tetap ingat adiknya ini ... menonton kisahnya membuat berenang n mengalir air mata, karena apa?? Sebab  ceritanya ni sangat-sangat menyentuh emosi dan perasaan saya. Sungguh sayang adik tu kepada abangnya, berdoa yang baik untuk abangnya hingga 'lupa' doakan untuk diri sendiri.
Abangnya tidak tau yang adiknya itu ada penyakit, semuanya berawal dari kemalangan masa adiknya kecil, disebabkan itu adiknya jd lambat berfikir dan ada penyakit sawan. Tapi, si adik tak pernah menceritakan penyakitnya tersebut kepada abangnya yang sudah sukses kehidupannya di kuala lumpur. Si abang pernah menjenguknya dikampung halamannya, dan sering untuk membujuk adiknya untuk ikut tinggal di kota tapi si adik tidak mau, dengan alas an dia sudah berkecukupan dan merasa nyaman berada dikampungnya.
Dan pada suatu hari, si abang yang bekerja diperusahaan sebagai bos disana, ingin mendapatkan proyek yang besar dari saingan-saingan penanam tender saham yang lain. Dan si abang berlagak takabur, bahwa dia bisa mendapatkan proyek yang bernila 40 miliar itu, tapi Allah berkehendak lain si abang tidak mendapatkan proyek tersebut dan menyalahi bahwa itu kesalahan bawahannya. Sedangkan si adiknya yang di kampong tidak peernah dihubungi atau dijenguknya lagi karena sibuk untuk bisa mendapatkan proyek itu. Dan akhirnya si abangpun menghubungi adiknya, ketika dia sudah tertimpa musibah, si abang meminta surat sertifikat tanah untuk dijual karena si abang mengalami kerugian yang sangat besar, tidak ada simpanan lagi padanya. Si adik karena di dunia ini hanya memiliki harta terbaik adalah abangya seorang, maka dijualnyalah tanah dan rumah yang sudah menjadi warisan dan tempat ia berteduh sendiri dikampungnya.
Disnilah terpacu emosi, ketika si adik yang berada diladang berbincang dengan si abang yang ngotot untuk mengajak adiknya pindah ke kota karena tanah dan rumah akan jualnya tapi si adik karena tak ingin menyusahkan dia tetap ingin berada di kampunya ini. Si adik tetap menahan emosi, dikala abangnya emosi dan abangnya karena tak dapat membujuk si adik akhirnya pergi meninggalkan si adik yang ada diladang. Sambl si adik berkata, kalau dulu waktu masih kecil-kecil, ketika abangnya marah si abang akan membawanya makan mie diwarung pinggir jalan. Dan dia meminta untuk dibelikan seperti waktu kecil dulu.
Kehendak Allah, diladang tersebut ternyata penyakit sawan si adik kambuh dan tidak ada yang menolongnya saat itu, akhirnya nyawanyapun tak dapat ditolong. ketika itu datang teman tetanggnya yang mencari-cariya diladang tersebut, si adik sudah tidak dapat di tolong lagi.
Si abang pulang kerumah, orang-orang sudah ramai,mie yang dibeli pesanan si adikpun jatuh ke tanah. Si abang tak menyangka, adiknya kan pergi untuk selama-lamanya dan di lading tadi adalah pertemuan mereka yang terakhir. Si abang minta maaf dan menangis kepada adiknya yang kini sudah jadi mayat, meminta supaya jangan meninggalkannya L
Barulah karena sudah menyebabkan kematian, si abang baru tau kalau adiknya mengidap penyakit sawan, namun itu disembunyikan si adik hanya tetangganya yang baik tau akan penyakit adiknya dan minta jua untuk menyembunyikannya. Disinilah di abang baru menyesal telah mengabaikan adiknya selama ini
Dan ketika istri abangnya mau mengemaskan barang-barang dikamar adiknya, jumpalah oleh abgnya buku diary adiknya kopiah adiknya yang selalu dipakai adiknya ketika sholat dan terjumpa kertas terselip di celah kopiah tu, saat itulah saya rasa nangis betul terisak-isak mendengar tulisan yang dibacannya yang ketemu dikopiah adiknya tadi. Doa ikhlas yang selalu dipanjatkan adiknya seperti ini
“Ya Allah, amunilah dosa-dosaku, dosa-dosa ibu bapaku, ampuni juga dosa-dosa abangku syaiful. Engkau makbulkanlah segala do’a abangku itu. Ya Allah berikanlah apa saja yang ia minta dan hajatkanlah dalam hidupnya. Engkau penunilah dari segala-gala do’a dan permintaan sebesar-besar doa dan permintaan yang diinginkan. Ya Allah karuniakanlah do’a yang makbul untuknya ya Allah. Aku tidak meminta apa-apa untuk diriku kecuali apa yang telah engkau tetapkan dalam hidupku.  Abangku memimpikan kejayaan,maka berikanlah kejayaan.  Abangku menginginkan kekayaan, maka berikanlah ia kekayaan ya Allah. Abangku menghajatkan istr yang cantik ku mohon padaMu ya Allah berikanlah ia istri yang cantik, sitri yang baik, istri yang budiman dan beriman. Sekiranya Engkau makbulkan segala do’a abangku dan aku akan membayarnya dengan segala kekurangan atas diriku aku sanggup ya Allah. Ya Allah aku ridho tidak memiliki apa-apa,asalakan keinginan,impian serta do’a-doa abangku Engkau makbulkan ya Allah”
Aduhai,.. doa si adik untuk abang tu sangat ikhlas, sekarang baru si abang menyadari bahwa semenjak dari kecil si adik selalu mendoakan abangnya, dan tak ada sedikitpun doa untuk diri sendiri adiknya itu. Si adik tak masalah dengan itu, asalkan doa abangnya dikabulkan oleh Allah.
****************
Mungkin doa orang lain yang bersih hatinya, lebih suci jiwanya yang terkabul, menyebabkan rahmat Allah tumpah pada diri kita. Sebab itu jangan sombong dan jangan takabur.  Jangan rasa doa kita yang dikabulkan-Nya. Pulangkan semuanya pada Allah karena Doa itu hanya sebagian  dari usaha saja sebenarnya.
Kita tidak pernah tahu, pada do’a yang mana persisnya kita mendapat karunia. Kita tidak pernah tahu dari do’a siapa kita mendapatkan pengabulan kebaikan. Jadi, kita tidak pernah tahu, boleh jadi kesehatan kita, rahmat Allah yang datang kepada kita adalah do’a dari seseorang yang ikhlas yang tidak kita tau.
Banyak orang yang tak lelah mendo’akan kita, dalam do’a-do’a umum atau do’a-do’a khusus dan kita tidak pernah tahu, pada do’a yang mana kita mendapat karunia, kebaikan, hidayah, kemudahan rezeki atau kesembuhan dari Allah SWT. Islam telah banyak mengubah yang sulit menjadi mudah, yang sederhana jadi punya makna, dalam rantai do’a yang banyak kita nikmati meski sering tanpa kita sadari

Semoga menginspirasi dan dapat diambil ibrohnya (^v^)
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar