Ciri-Ciri Orang yang Suka Ruwet

hihihi  g bisa kalau g nulis sehari walaupun itu cuma tulisan singkat, tapi bukan berarti semua-semua hal setiap detik harus di share, yah..terserah sih, jika itu baik dan niatnya dihati berbagi, minta didoakan atau ingin memotivasi orang lain. tafadhol . tapi kan yang menjadi masalahnya terkadang niat kita share untuk kebaikan/kasi hikmah eh ada saja umat yang g suka dengan tulisan kita. Wajar sih, itulah manusia kebaikan g selalu diapresiasi dengan jempol tapi ada juga dicemooh. Yang sabar ya,itu semua ujian.
Hehe,..kembali ke judul. Betewe neh pernah dengerin kajian Ustad Aa' Gym tentang bahasan RUWET g? mungkin pernah kan, apalagi pecinta tausiah ustad yang adem dengan kajian masalah hatinya yang satu ini. Nah saya mau merangkum lewat fenomena atau sikap yang saya jumpai pada diri saya sendiri atau orang lain tentang ini. Sekali lagi ini untuk menasehati dalam kebenaran dan kebaikan. Nah Kalo di baca kata RUWET itu memang g enak sih,apalagi nyebutnya sambil kacaan di cermin, pandang lama-lama tu ekspresi.  Taukan seperti apa? Atau perlu saya anologikan bagaimana cara menyebut kata RUWET itu… peace. Caranya majukan bibir 5 cm untuk kata (RUuuuu….) lama,trus ditahan N Tarik cepat kebelakang bibir tadi rubah dengan kata (Weeet…..) gimana asyik g ngelihatnya?? G asyik sih menurut saya, tapi ini bisa jadi senyum wajah dengan kata itu..wkwkwk..tapi kita g bahas bentuk wajahnya looh J
Cekidoot,... ini analisa saya sendiri, tafadhol jika ada tambahan atau memang ada pada diri (bukan menyindir siapa2), tapi moga ini bisa jadi pengingat saya dan juga yang berkenan membacanya
BAB : RUWET
Ciri-ciri orang yang suka ruwet itu byk,diantaranya:
  • Sibuk berkomentar yang seharusnya tidak prlu dikomentarinya. Berkomentar seperlunya pada si fulan, karena diam itu emas dan bicara/komentar itu perak. Mau yang mana  Emas atau perak??  Hehe. Perlu kehati-hatian dalam berkomentar, karena komentar yang g penting bisa jadi silet atau paku yang nancep dihatinya .# Berbaik Sangka, Jangan Ruwet
  • Sibuk memikirkan yg seharusnya tidak perlu dipikirkannya. Nah ini nih, yang kadang-kadang g kita sadari, jelas-jelas kita itu punya seabrek masalah pribadi kenapa toh mikirin masalah pribadi si fulan?? G pusing ntar?? Makanya pikirkanlah apa yang perlu kita pikirkan. Jika penting tentang kesusahan orang, selai difikirin, dibantu dan juga didoakan, nah itu baru mantap yang hobynya suka mikir..hehe .# Berbaik Sangka, Jangan Ruwet
  • Sibuk mencari tau tentang seseorg kepada orang lain padahal seharusnya nanya'nya ke org tsb bukan ke orang lain. Sama sih dengan yang diatas tapi ini bahaya saudaraku, karena si fulan yang di poin ini typenya suka mencari tau tentang si fulan tapi untuk mendapat info tentang si fulan beliau nanya’nya bukan ke si fulan tadi tapi ke si fulan yang kedua. Kenapa bahaya yang ini saudara? Karena jika info yang didapat dari si fulan kedua adalah info yang g benar, maka akan terjadi adu domba. Kawan bisa jadi lawan dan lawan bisa jadi kawan. Tapi sangat dianjurkan untuk tetap merujuklah pada si fulan pertama tadi,agar kita g berprasangka, agar kita g mudah diadu domba.# Berbaik Sangka, Jangan Ruwet
  • Pusing,marah,menggerutu ketika ngelihat orang update status misalnya neh si fulanah lagi bahagia, lg beruntung,lagi pengen motivasi pembaca yang mau membaca tulisannya,.nah tiba-tiba hatinya kita yang sewot n ruwet,eh lucunya itu menggerutunya pd org yang g amanah nyimpan pmbcraannya. Atau contoh lainnya lagi kalo si fulanah  punya usaha banyak kan, otomatis dya share tuh jualannya ke media fb/twiteer/BB.. nah lhooh kita seakan-akan  menderita ketika terjumpa keberhasilan orang lewat statusnya,.. haha :v..kitenya Cuma bisa nyengir sambil bilang gini “pamer amat” gue aja bisnis macam-macam g ada kek gitu. Kalo jumpa orang kek gini kayaknya diapain ya enaknya?? Digoreng??. Hehe..sudahlah #Berbaik Sangka, Jangan Ruwet
  • Ketika g ketemu barang yang hilang,biasanya nyalahin org lain. Uring-uringan, g jadi pergi kemana ke pesta, hanya karena g ketemu peniti jilbab yang g maching dengan jilbabnya kan bisa nempelin garpu tuh  hehe (solusi langka nih..) akankah kau hilangkan kebahagiannmu memenuhi undangan saudarimu hanya karena peniti itu saja?? Pliss..senyum, cari solusi kalo g ketemu .# Berbaik Sangka, Jangan Ruwet
  • Selalu mengkritik orang lain,padahal kekurangan itu ada pada dirinya sendiri. Kita sering begini, g sadar ketika mengkritik yang menjatuhkan si fulan telah melukai hatinya, padahal kekurangan itu ada pada kita sendiri. Dianjurin untuk berkaca sering-sering yah,.bukan kaca wajah tapi kacain kekurangan diri. .# Berbaik Sangka, Jangan Ruwet
  • Mencak-mencak,tersinggung ga dapat berita terupdate tentang si fulan tp dari fulan yg lain. Contohnya sederhana misalnya neh kita punya temen si fulanah mau nikahan nah ada orang lain yang lebih tau dari kita dulu, eh orang lain itu tadi cerita ke kita. Kitanya bukan mendoakan atau langsung ngucapin selamat ke si fulanah tersebut tapi kita mencak-mencak ke si fulanah kalo dya g dikasi tau, kalo dya taunya dari orang lain dengan dalil bahwa kita temen deketnya. Arrgghh..sudahlah,buatlah seribu satu alasan untuk selalu berpikiran positif pada si fulanah tersebut,. Kali aja si fulanah pernah mau kasi tau, tapi kitanya g bisa dihubungi. Kalau kita mencak-mencak si fulanah yang mau nikah hatinya gimana? Pasti hatinya sedih, yang seharusnya dya bahagia hari nikahannya menghitung hari saja lagi.# Berbaik Sangka, Jangan Ruwet
  • Merajuk,marah  ketika g disamperin si fulan eh ujung-nya nyalahin si fulan padahal dya g pernah nanya ‘ bagaimana kondsi hati si fulan pd hari itu. Ini penting saudaraku, karena kita kdang g tau apa kesibukan si fulan itu, g tau gimana kondisi hatinya, lingkungan tempat kerjanya kan, dll tiba-tiba kita merajuk dan marah ke si fulan tadi. Apa kau tau reaksinya ketika kau begitu??. Buatlah alasana yang sebanyak pasir dipantai, untuk berfikir mungkin dya sibuk g nyamperin atau kitalah yang perlu nyamperin dya terlebih dahulu mungkin itu lebih baik. Tanyakan kondisi hatinya, tanyakan kondisi keluarganya, mana tau dya banyak problem atau pekerjaan keluarga sehingga tidak sempat bertegut sapa denganmu. Saya yakin si fulan yang begini senang ketika disamperin dengan bahasa yang enak dan masuk kehatinya. Apalagi sambil diawal teguran kita mendoakannya.  .# Berbaik Sangka, Jangan Ruwet
  • Senang melihat orang susah. Susah melihat orang senang. Ini terjadi kalo misalnya tetangga beli alat eletronik baru neh, weees hati kita langsung nge-gado-gado , campur-campur gitu suasananya. Yang parahnya kita g seneng tetangga beli tivi baru, tapi giliran tetangga dapat musibah kitanya malah seneng. Astagfirullah. .# Berbaik Sangka, Jangan Ruwet
  • Membicarakan orang lain tanpa mencari solusi utk perbaikan si fulan,g sadar ujung-ujungnya jadi ghibah/gossip. Berniat cari solusi atas ketidak-enakan hati kita tapi g sadar kita nyebut nama orangnya dan diujung pembicaraan g ada solusi yang ditemukan, malahan suasana hati kita tambah parah. Ingat ghibah itu ada yang dibolehkan yakni  yang pertama tujuannya untuk Kehati2an dalam proses yang kaitannya dengan pernikahan. Dan yang kedua Ktka mengungkap aib seseorang yang kaitannya denagan pengadilan. .# Berbaik Sangka, Jangan Ruwet
  • ketika dinasehati oleh si fulan tentang sikapnya, tak jarang orang yang suka ruwet jenis ini menjauh/menghindar, setelah itu akibatnya tadi orang2 disekitarnya akan kena"semprot" tau meledak-ledak bom ataom dari mulutnya. Kasiankan yang g tau apa-apa, kena deh keciprat bom tom dari mulut kita tadi. Fikirkanlah, jika nasehat itu dating dari sahabat dekatmu itu tanda dya menyayangimu tapi dalam bentuk yang berbeda ia menyayangimu. Seseorang yang menyayangimu juga akan menunjukkan kekuranganmu. Jadi g usah setres, kalau type kitanya mau diam untuk tenang ya silahkan, tapi jangan diam terlalu lama itu kitalah yang menciptakan jarak yang seluas samudra dengan sahabat kita. .# Berbaik Sangka, Jangan Ruwet
  • nah, ketika mati lampu kita tak jarang mencaci maki PLN, nulis di status ataupun marah-marah sendiri dirumah atas kelakuan si PLN tadi. Kalo mau dipikir apa dengan menggerutu distatus atau dirumah tu lampu langsung hidup? Kayak gini “ting”,hehe..g kan.  Lakukan bermanfaat ketika mati lampu, ketika sudah hidup usahakan lakukan yang bisa dilakukan yang berkaitan dengan listrik. Jadi kita akan menikmati lampu yang selau mati yang ada jadwal hidupnya .# Berbaik Sangka, Jangan Ruwet
  • N ketika si fulan ada share tetang kehebatan anaknya yang hafal qur'an, kitanya yang hatinya sakit tadi pandainya bilang gini "jangan pamer,itu mah ujian disimpen aja" padahal si fulan tersebut niatnya baik untuk memotivasi yang melihat video anaknya supa para ortu termotivasi untuk bisa mendidik anak jadi generasi qurani,.loh..loh..loh..kitanya yang g bisa cuma pandai cemooh. itu mah kita nampak kali g suka dengan qur'an atau kesholehan anak si fulan tadi # Berbaik Sangka, Jangan Ruwet
Intinya Bukan orang yang salah tapi diri yang terlalu Berprasangka buruk, Tapi hati kita yang iri, Hati kita yang kurang bersih, iman yang lagi lowbet dan tingkat keseteresan (setrezz) ada pada diri, negative tingking yang diperluas di diotak... sehingga terkadang tanpa sadar kata melukai hati bak sembilu, ke-sok-ingin tahuan yang berujung ghibah. dan nasehat “baik” tapi ketika hati saudara sedang "sakit" apa bisa diterimanya??! innalillahi,.. .# Berbaik Sangka, Jangan Ruwet
Kalau begitu, diam adalah solusi tuk jadi emas, Sabar, Positif tingking, orang-orang yang RUWET tadi di remove atau di blokir saja dari hati, fikiran kita, buang ke "tong sampah" jika sudah tidak meng-enakkan hati. banyak yang mau jadi temen/saudara yang bisa mendekat ke kita bukan hanya dya. Begitu juga RUWET yang ada pada prasangka-prasangka kita dibuang jauh-jauh seperti membuang kotoran, g mau lagikan kita ambil kalo dah dibuang di WC? g usah meranalah hanya karena "ke-iriannya"itu lewat kata-kata,sikapnya,. toh kita hidup kan g numpang makan ke dya. ngapain toh mikirin.  Hidup Cuma sebentar, jadi berbuatlah kebaikan yang senantiasa membersihkan hati kita sehingga debu, kotoran atau bintik hitam dihati bisa hilang, jangan dipelihara. Istighfar pembersih hati. Ingat lyric nasyid ini?
Pandangan mata selalu menipu
Pandangan akal selau tersalah
Pandngan nafsu selalu melulu
Pandangan hati itu yang hakiki kalau hati itu bersih
Hati kalau terlalu bersih pandangannya akan menembusi hijab
Hati jika sudah bersih firasatnya tepat kehendak Allah
Tapi hati bila dikotori bisikikannya bukan lagi kebenaran
Tapi hati bila dikotori bisikannya bukan lagi kebenaran
Kebenaran milik Allah dan kesalahan dari saya sendiri dan mohon ampun padaNya. Semoga bermanfaat
Barokallahu fii kuum
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar