Tujuan Rehabilitasi Jiwa


Sesungguhnya tujuan rehabilitasi jiwa adalah untuk membina jiwa/mental seseorang ke arah sesuai dengan ajaran agama. 
Tujuan Rehabilitasi tersebut dapat dijabarkan secara operasional, yaitu:
  1. Terwujudnya sikap masyarakat yang konstruktif memperkuat ketaqwaan dan amal keagamaan di dalam masyarakat.
  2. Responsif terhadap gagasan-gagasan pembinaan/rehabilitasi
  3. Mempertahankan masyarakat dan mengamalkan pancasila dan UUD 1945
  4. Memperkuat komitmen (keterikatan)bangsa Indonesia, mengikis habis sebab-sebab dan  kemungkinan, timbul serta berkembangnya ateisme, komunisme, kemusyrikan dan kesesatan masyarakat.
  5. Menimbulkan sikap mental yang didasari oleh rahman dan rahim Allah, pergaulan yang rukun dan serasi, baik antar golongan, suku, maupun antar agama.
  6. Mengembangkan generasi muda yang sehat, cakap, terampil, ,dan taqwa terhadap Tuhan YME.

Dari tujuan hidup manusia menurut syari’at Islam. Yaitu untuk mengabdi kepada Allah SWT dalam memperoleh kebahagiaan di duia maupun di akhirat.
Al- Qur’an Al Bayyinah,5
Artinya: “Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan Zakat”.(Q.S. Al-Bayyinah ayat: 5)  
Al-Qur’an AL Baqarah, 201
Artinya: ”Dan diantara mereka ada yang mendo’a: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”(Q.S. Al-Baqarah ayat: 201) 1
Disamping itu rehabilitasi ini juga dimaksudkan bagi terwujudnya keseimbangan jasmani dan rohani, material spiritual, atau yang lebih luas sama dengan dunia dan akhirat. Pembangunan manusia seutuhnya merupakan realisasi dan keseimbangan tersebut, perangkat dasar keseimbangan diatur dalam Al-Qur’an Al Qoshosh, 77 2
Artinya: ”Dan carilah pada apa yang telah   di anugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan)negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaan dari (kenikmatan) duniawi.” (Q.S. Al-Qoshosh ayat: 77)
Dari semua pernyataan diatas bisa ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan agama dalam kehidupan sehari-hari dapat membentengi orang dari kejatuhan kepada gangguan jiwa dan dapat pula mengembalikan kesehatan jiwa bagi orang yang gelisah. Semakin dekat seseorang dengan Tuhan dan semakin banyak ibadah akan semakin tentramlah jiwanya serta semakin mampu menghadapi kekecewaan dan kesukaran-kesukaran dalam hidup, sebaliknya jika semakin jauh seseorang dari agama maka akan susah baginya untuk mencari ketenteraman batin 3
Referensi:                                            
1 Yayasan Penyelenggara Penterjemah Al-Qur'an,  Al-Qur'an Dan Terjemahnya, CV. Asy-Syifa', Semarang, 1992, hlm. 49 
2 Ibid, hlm. 623 

3 Zakiyah Daradjat, Peranan Agama Dalam Kesehatan Mental, Gunung Agung, Jakarta, 2001, hlm. 72
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar