Strategi Produk Baru

Terdapat beberapa strategi produk baru. Produk baru dapat meliputi produk orisinil, produk yang disempurnakan, produk yang dimodifikasi dan merek baru yang dikembangkan melalui riset. Produk baru diciptakan untuk memenuhi kebutuhan baru dan memperkuat reputasi perusahaan sebagai inovator serta mempertahankan daya saing yang ada.
Fandy Tjiptono menyatakan bahwa terdapat beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan perlunya penambahan produk baru, yaitu adalah sebagai berikut:
  1. Harus ada permintaan pasar yang benar.
  2. Produk harus sesuai dengan standar sosial dan lingkungannya.
  3. Produk harus sesuai dengan struktur pemasaran perusahaan yang sedang berjalan.
  4. Gagasan produk hendaknya cocok dengan fasilitas produksi, tenaga kerja, dan kemampuan manajemen.
  5. Produk harus layak secara finansial, artinya dapat memberikan laba yang memenuhi.
  6. Harus tidak ada permasalahan hokum.
  7. Manajemen perusahaan harus memiliki waktu dan kemampuan mengelola produk.
  8. Produk harus sesuai dengan cita-cita dan tujuan perusahaan (1999).
Produk yang dihasilkan oleh perusahaan harus diciptakan agar penggunaannya lebih bervariasi dengan cara:
  1. Menciptakan tambahan penggunaan dari produk yang sudah ada seperti sabun cuci, yang biasanya dipakai untuk mencuci pakaian, sekarang diciptakan agar bisa pula dipergunakan untuk cuci piring, cuci mobil, cuci lantai, dan sebagainya. Dengan demikian volume penjualan akan meningkat
  2. Produk yang biasanya dijual untuk kaum wanita, sekarang juga dipasarkan untuk kaum pria, seperti alat-alat kecantikan  sekarang mulai dibeli oleh kaum pria; produk susu bubuk yang biasanya dibuat buat untuk anak-anak , sekarang bisa dikonsumsi orang dewasa (dengan kandungan nutrisi yang berbeda), dan sebagainya.
  3. Digunakan dalam hubungan kebersamaaan dengan produk lain, misalnya pemasaran kain pel, dikombinasikan dengan pemasaran cairan pembersih.
  4. Biasa digunakan untuk industri- industri baru, jika suatu perusahaan berdiri maka bisa pula berdiri perusahaan baru yang mempergunakan hasil industri lama.
Dengan demikian usaha menciptakan produk baru harus sejalan pula dengan strategi perluasan pasar melalui:
  1. Pencarian pemakai baru. Setiap produk mempunyai segmentasi pasarnya, produk dengan mutu tertentu memiliki pemakai tersendiri. Mungkin saja sebuah produk belum dibeli oleh sekelompok masyarakat, karena alasan harga tinggi, belum dikenal dan sebagainya. Para pengusaha harus menciptakan harga, mutu, atau formula yang digunakan sehingga sesuai dengan lingkungan yang dituju. Akhirnya produk yang sudah dikembangkan tersebut dapat mencapai pemakai baru. Misalnya pada sabun bayi dapat pula dipergunakan oleh orang tuanya.
  2. Menciptakan pemakaian baru, misalnya sabun cuci disamping untuk mencuci pakaian dapat pula dipakai untuk lantai, mobil dan sebagainya. Alat semprot pembunuh serangga, sekarang dapat digunakan dirumah untuk nyamuk bahkan ditambah dengan wewangian yang beragam.
  3. Memperluas pemakaian, dengan cara memberi petunjuk kepada konsumen, agar produk ini digunakan seringkali. Pada tiap kali penggunaan harus digunakan lebih banyak, misalnya menggunakan pasta gigi, harus digunakan sesuai dengan iklan di televisi, dioleskan diatas sikat gigi penuh dan banyak, memakai shampo belum akan efektif jika hanya satu kali, tapi harus dua kali agar rambut benar- benar bersih, produk mie instant harus didiamkan selama 10 menit.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar