Psikoterapi Korban Pecandu Narkoba


Psikoterapi korban pecandu narkoba dapat dilakukan. Sebenarnya seorang penyalahgunaan Narkoba adalah orang yang mengalami gangguan jiwa, orang yang sakit(pasien) yang memerlukan pertolongan atau terapi, bukannya hukuman.1 Maka terapi yang diterapkan adalah psikoterapi.
Dengan pengertian lain bahwa Psikoterapi adalah pengobatan alam pikiran atau pengobatan psikhe melalui metode psikologis, yang membutuhkan waktu dan usaha yang sungguh-sungguh guna mengulangkan atau mengurangi beban jiwa yang berasal dari kehidupan emosional, semua itu bertujuan yang positif. Selama ini psikoterapi yang berkembang apalagi dibarat sama sekali tidak memperdulikan agama. Hal ini dikarenakan dengan kehidupan modern yang telah meninggalkan agama. Namun akhir ini psikologi (psikoterapi)cenderung mengikutsertakan agama didalamnya. 2
Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan tentang hubungan antara agama dan kesehatan jiwa (psikoterapi), menunjukkan adanya indikasi bahwa komitmen agama mempertinggi kemampuan seseorang dalam mengatasi penderitaan dan mempercepat penyembuhan. 3
Dari dahulu agama jika umatnya membuat kesalahan dan terjadi satu penyesalan pada yang bersangkutan, maka agama memberi jalan untuk mengembalikan ketenangan batin dengan meminta ampun kepada Allah SWT atau bertobat. Akan tetapi segala pengetahuan modern yang berkembang dengan cepat yang membawa tercapainya segala keinginan dengan mudah telah menjauhkan manusia dari agamanya dan berakibat terhadap ketentraman jiwanya.
Pentingnya kesadaran diri dalam menghadapi masalah dan tantangan hidup, ini akan membawa kepada kesadaran bahwa dirinya kecil dihadapan Tuhan, sehingga semua aktifitas pikiran maupun perbuatan akan senantiasa digantungkan kepada-Nya. 
Akan tetapi bagi sebagian orang, ketika dihadapkan pada problema kehidupan yang berat, yang mengakibatkan timbulnya frustasi, kekalutan mental, emosi, stress dan lain-lain justru mencari pelarian pada hal-hal yang bisa melupakan sementara waktu seperti minuman keras, penyalahgunaan narkoba. Sebagaimana telah disebutkan dalam QS Al-Maidah ayat 91
Artinya: ”Dan sesungguhnya syetan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu lantaran khamer dan berjudi, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah. (Q.S. Al-Maidah ayat: 91)
Ayat diatas menjelaskan bahwa mencari pelarian dengan minuman keras itu justru tidak akan menyelesaikan masalah yang ada hanya menambah masalah, dan akan semakin menjauhkan dari allah.
Para pakar kejiwaan dalam menangani kasus kejiwaan menyatakan tentang pentingnya agama dalam kesehatan jiwa dan dalam terapi penyakit jiwa. Keimanan kepada Allah merupakan kekuatan luar biasa yang membekali manusia agamis dengan kekuatan rohaniyah yang menopangnya dalam menanggung beratnya beban kehidupan dan menghindarkannya dari keresahan jiwa. 
Menurut William James tidak ragu lagi bahwa terapi yang terbaik bagi kesehatan jiwa adalah keimanan kepada Tuhan. Keimanan kepada Tuhan adalah suatu kekuatan yang harus dipenuhi untuk membimbing seseorang dalam hidup ini. Karena antara manusia dan Tuhan terdapat ikatan yang tidak terputus. Apabila manusia menundukkan diri dibawah pengaruh-Nya, cita-cita dan keinginannya akan tercapai. Manusia yang benar-benar agamis akan terlindung dari keresahan, selalu terjaga keseimbangan dan selalu siap-siap untuk menghadapi segala malapetaka yang terjadi. 4
Pendekatan psikoterapi tidak mungkin dilakukan dengan ilmiah tanpa harus melibatkan agama, kekosongan spiritual, kerohanian, dan rasa keagamaan inilah yang menyebabkan timbulnya permasalahan psikologis. 5
Ahli psikologi lain juga berpendapat serupa dengan William James, mereka berpendapat bahwa orang-orang yang benar-benar religius tidak pernah menderita sakit jiwa. Orang-orang yang religius adalah orang-orang yang berkepribadian kuat. 6
Dari sini dapat diambil suatu kesimpulan bahwa. Psikoterapi dengan agama diharapkan seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan dapat hidup dapat hidup lebih terarah.
Referensi:        
 1 Ibid., hlm. 63                   
2 M. Ustman Najati, Al-qur'an dan Ilmu Jiwa Pustaka, Bandung, 1985, hlm. 287
3 Dadang Hawari, Al-qur'an dan Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa, Op.Cit, hlm. 2       
4 M. Ustman Najati, Al-qur'an dan Ilmu Jiwa, Pustaka, Bandung, hlm. 287
5 Abdul Aziz Ahyadi, Psikologi Agama Kepribadian Pancasila, Sinar Baru, Bandung, 1987, hlm. 12

6 Ancok , Djamaludin, dan Fuad Nashori Suroso, Psikologi Islami: Solusi atas Berbagai Problem-problem Psikologi, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, hlm. 96
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar