Prosedur Analisis Laporan Keuangan

Ada beberapa prosedur analisis laporan keuangan. Sebelum mengadakan analisa terhadap  suatu  laporan  keuangan, penganalisa harus benar-benar memahami laporan keuangan tersebut, penganalisa harus dapat menggambarkan aktivitas-aktivitas perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan tersebut. Dengan kata lain bahwa agar dapat menganalisa laporan keuangan dengan hasil yang memuaskan maka perlu mengetahui latar belakang dari data keuangan tersebut.   
Penganalisa juga harus mempunyai kemampuan atau kebijaksanaan  yang cukup didalam  mengambil sesuatu kesimpulan, disamping harus memperhatikan dan mempertimbangkan perubahan-peerubahan kondisi perusahaan juga harus mempertimbangkan perubahan tingkat harga-harga yang terjadi.  
Bentuk dan isi  laporan  keuangan tidak atau belum ada  keseragaman  diantara perusahaan-perusahaan industri maupun perdagangan, sehingga klasifikasi dari  pos-pos yang ada dalam laporan keuangan suatu perusahaan akan berbeda-beda dengan perusahaan yang lain.
Perbedaan-perbedaan ini mungkin disebabkan karena: 
  1. Laporan  disesuaikan  dengan  tekanan  atau  tujuan  manajement  atau  maksud penggunaan  laporan  tersebut.  Misalnya  untuk  tujuan  intern  atau  untuk  tujuan perencanaan  dan  pengawasan  intern  akan  berbeda  dengan  laporan  yang  ditujukan untuk  ketentuan penentuan pajak (kemudian adany laba yang disembunyikan), juga akan berbeda dengan laporan yang ditujukan para kreditor atau calon kreditor dimana untuk  tujuan kredit  ini akan  ditonjolkan tingkat likuidasi, solvabilitas dan rentabilitas perusahaan.
  2. Perbedaan  pendapat  diantara  mereka  yang  menyusun laporan  tersebut.  Misalya perbedaan pendapat tentang besarnya suatu pengeluaran untuk rearasi atau perbaikan mesin yang harus dikapitalisir, taksiran umur dari suatu aktiva tetap dan lain-lain.
  3. Perbedaan  pengeahuan serta pengalaman dari pada akuntan yang menyusun laporan. Misalnya  akuntan  yang  memperoleh pendidikan  atau  pengetahuan  system  akntansi secara  continental (rekening  stesel)  dengan  akuntan  yang  memperoleh pengeahuan akuntansinya secara anglo saxon (accounting) , maka bentuk atau susunan laporannya akan berbeda. 
  4. Adanya  kegagalan  untuk  menetapkan  sebutan-sebutan  (terminology)  ataupun klasifikasi yang terbaru yang telah diterima umum atau lazim di gunakan. 
Oleh  karena  itu  sebelum  mengadakan  perhitungan-perhitungan  analisa  dan interprestasi  penganalisa  harus  mempelajari atau  mereview  secar  menyeluruh dan  kalau diungkap perlu  diadakan  penyusunan kembali (reconstruction) dari  data-data  sesuai  dengan prinsip-prinsip yang  berlaku  dan  tujuan  analisa,  maksud  dari  perlunya  mempelajari data secara menyeluruh ini adalah utuk menyakinkan pada penganalisa  bahwa laporan itu sudah cukup jelas menggambakan semua data keuangan yang relevan dan telah dilaporkan prosedur akuntansi  maupun  metode  penilaian  yang  epat,  sehingga  penganalisa  akan  betul-betul mendapatka laporan keuangan yang dapat di bandingkan (comparable).
Berbagai langkah harus ditempuh dalam menganalisis laporan keuangan. Adapun langkah-langkah yang harus ditempuh menurut Prastowo dan Julianty (2005) adalah sebagai berikut:
  1. Memahami latar belakang data keuangan perusahaan
  2. Memahami kondisi-kondisi yang berpengaruh pada perusahaan
  3. Mempelajari dan mereview laporan keuangan
  4. Menganalisis laporan keuangan.
Setelah kita mempelajari atapun menyusun kembali laporan keuangan tersebut, kemudian  mengadakan perhitungan-perhitungan,  analisa  dan interpretasi dengan menggunakan metode dan teknik analisa yang tepat sesuai dengan tujuan analisa.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar