Peraturan Pemerintah tentang Kemitraan

Ada beberapa peraturan pemerintah tentang kemitraan. Berbicara  mengenai  pengaturan  kemitraan,  berarti  membicarakan hukum  yang  mengatur  masalah  kemitraan.  Hukum  tersebut dimaksudkan  untuk  memberikan  rambu-rambu  terhadap pelaksanaan kemitraan  agar  dapat  memberikan  dan  menjamin  keseimbangan kepentingan di dalam pelaksanaan kemitraan.
Kemudian  akan di  tunjukkan beberapa  peraturan  yang  terkait  dan mengatur mengenai kemitraan usaha ini adalah sebagai berikut:
Undang-Undang Nomor. 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil
Undang - Undang  ini lahir  untuk  memberikan   landasan hukum  (yuridis)  bagi  pemberdayaan  usaha  kecil,  sebab  dalam pembangunan nasional  usaha  kecil  sebagai  bagian  integral  dunia  usaha yang  merupakan  kegiatan  ekonomi  rakyat  mempunyai  kedudukan, potensi  dan  peran  yang  strategis  untuk  mewujudkan  struktur perekonomian nasional  yang  makin  seimbang  berdasarkan  demokrasi ekonomi. Dalam  arti  umum,  demokrasi adalah  pemerintahan  atau pengaturan  tata  kehidupan  masyarakat/bangsa  oleh  rakyat,  artinya seluruh  warga  negara,  besar  maupun  kecil,  terlibat  dalam  pengambilan setiap keputusan yang menyangkut kehidupan mereka.
Menurut  penjelasan  resmi  Pasal  33 UUD 1945 menegaskan bahwa, dalam  bunyi  ayat  1  Pasal  33  ini  tercantum  (pengertian)  dasar  demokrasi ekonomi.  Dan demokrasi  ekonomi  diartikan   sebagai  produksi  dikerjakan oleh  semua,  (dan)  untuk  semua,  dibawah  pimpinan  atau  penilikan anggota-anggota masyarakat. Dalam perekonomian yang dasarnya adalah demokrasi  ekonomi,  kemakmuran  masyarakatlah  yang  diutamakan, bukan  kemakmuran  perorangan,  sebab  kalau  tidak,  tampuk  produksi (akan)  jatuh  ke  tangan  orang  seorang  yang  (kebetulan)  berkuasa,  dan rakyat yang banyak (tidak urung akan) ditindasinya.
Kemudian menurut Martin Cornoy dan Derek Shearer dalam buku Economic Democracy, menyatakan bahwa demokrasi ekonomi adalah:
Currently  United  States  is  a  mixed  economy-acombination  of  planning and  market  relationship-but the  planning  is  carried  out  either  by  large corporations  in  their  own  interest  or  by government  in  the  service  of corporate interests.
Under economic  demokrasy,  the rules  of  the  market  game  would  be changed;  there  would  be  more  player  (Cooperatives,  worker-owned  firm, community development  corporations  public  enterprises),  and  the relationships  between  the  player  would  be  more  balanced.  The  invisible hand  work anly  when  producers  and  consumers  are relatively  equal in terms of knowledge and power.
Di  dalam  Undang-Undang  Nomor  9  Tahun  1995  tentang  Usaha  Kecil tersebut  diatur  mengenai  kriteria  usaha  kecil,  tujuan  pemberdayaan  usaha kecil, iklim usaha bagi pengembangan usaha kecil dan pola-pola kemitraan.
Peraturan  Pemerintah  Republik  Indonesia  Nomor.  44  Tahun  1997 tentang Kemitraan.
Peraturan  Pemerintah  ini  merupakan  pelaksanaan  dari  UndangUndang Nomor 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil. Salah satu cara /upaya dalam rangka pemberdayaan usaha kecil adalah dengan kemitraan.
Dalam  Ketentuan  Umum  Peraturan  Pemerintah  Nomor.  44  Tahun 1997 terutama dalam Pasal 1 menyatakan bahwa :  “Kemitraan  adalah  kerjasama  usaha antara  Usaha  Kecil  dengan Usaha Menengah dan atau dengan Usaha Besar disertai pembinaan dan  pengembangan  oleh  Usaha  Menengah  dan  atau  Usaha  Besar dengan  memperhatikan  prinsip  saling  memerlukan,  saling memperkuat dan saling menguntungkan”.
Oleh  sebab  itu untuk  mempercepat terwujudnya  kemitraan keluarlah  peraturan  tersebut  di  atas  yang  mengatur  mengenai  tata  cara penyelenggaraan,  pembinaan  dan  pengembangannya.  Sebenarnya pemerintah  telah  melakukan  pembinaan  dan  pengembangan  bagi kemitraan  antara  usaha  besar  dan  kecil  telah  dimulai  Tahun  1984  yaitu dengan  Undang-Undang  Nomor.  5  tahun  1984  yaitu  Undang-Undang Pokok  Perindustrian.  Namun  gerakan  kemitraan  ini lebih  berdasarkan himbauan  dan  kesadaran  karena  belum ada  peraturan  pelaksanaan  yang mengatur  kewajiban  perusahaan  secara  khusus  dan  disertai  dengan sanksinya.  Kemudian  dalam  Kepmenkeu  RI  No.  316/KMK.016/1994 sebagaimana telah dirubah dengan Kepmenkeu RI No. 60/KMK.016/1996 tentang  “Pedoman  Pembinaan  Usaha  Kecil  dan  Koperasi  Melalui Pemanfaatan  Dana  dari  Bagian  Laba  BUMN”,  mewajibkan  Badan  Usaha Milik  Negara  (BUMN)  menyisihkan  dana  pembinaan  sebesar  1  %  -3  % dari  keuntungan  bersih,  sistem  keterkaitan  Bapak  Angkat  Mitra  Usaha, penjualan  saham  perusahaan  besar  yang  sehat  kepada  koperasi  dan  lain sebagainya.
Berikutnya  pada  tahun  1996  dicanangkan  Gerakan  Program Kemitraan  Usaha  Nasional  (KUN)  oleh  Bapak  Presiden.  Dalam  Program Kemitraan  Usaha  Nasional  (KUN)ang  telah  tersusun  atas  prakarsa Badan  Pengurus  Deklarasi  Jimbaran-Bali  dengan  Departemen  Koperasi atau  Pembinaan  Pengusaha  Kecil,  Pemerintah  menekankan  bahwa kemitraan  usaha  merupakan  upaya  yang  tepat  untuk  memadukan kekuatan-kekuatan ekonomi nasional.
Keputusan  Presiden  Republik  Indonesia  Nomor.  99  Tahun  1998 tentang  Bidang/Jenis  Usaha  Yang  Dicadangkan  Untuk  Usaha  Kecil dan Bidang/Jenis Usaha Yang Terbuka Dengan Syarat Kemitraan
Keputusan  Presiden  ini  dikeluarkan  dengan  tujuan  untuk memberdayakan  dan  memberikan  peluang  berusaha  kepada  usaha  kecil agar  mampu mewujudkan peran sertanya  dalam pembangunan nasional. Keppres  tertanggal  14  Juli  1998  ini  memuat  delapan  pasal  yang menjabarkan  bidang-bidang  usaha  yang  dicadangkan  untuk  usaha  kecil antara  lain  bidang  pertanian,  perkebunan,  peternakan,  periklanan, industri makanan atau minuman, industri tekstil dan industri percetakan.Semua  bidang  usaha  tersebut  di  atas  wajib bermitra  dengan  usaha kecil  dalam  pelbagai  bentuk kemitraan  melalui  penyertaan  saham,  inti plasma,  sub  kontrak,  waralaba,  perdagangan  umum,  keagenan  dan bentuk lainnya melalui suatu perjanjian tertulis.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar