Pendekatan Pemecahan Masalah Dalam Matematika

Ada beberapa pendekatan pemecahan masalah dalam matematika. Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menghadapi permasalahan. Untuk memecahkan masalah tersebut biasanya kita bertanya kepada diri sendiri dengan sejumlah pertanyaan yang dibantu dengan informasi yang ada. Pemecahan masalah memegang peranan penting dalam pembelajaran matematika. Hal ini bertujuan agar pembelajaran berlangsung secara fleksibel, dan diharapkan peserta didik dapat memiliki keterampilan pemecahan masalah.
Oleh karena itu guru dituntut untuk dapat memilih strategi atau pendekatan model proses pembelajaran yang dapat diartikan sebagai perbuatan, atau suatu kebijakan dari guru yang menyangkut penyajian materi pembelajaran supaya anak didik atau siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Kebijakan itu mencakup kegiatan guru, kegiatan siswa dan interaksi antara guru dan siswa.
Maka dalam penelitian ini, pendekatan yang akan dipakai oleh penelti adalah pendekatan pemecahan masalah. Pemecahan masalah (problem solving) merupakan latihan bagi siswa untuk berhadapan dengan sesuatu masalah dan kemudian mencoba untuk menyelesaikannya dengan menggunakan langkah-langkah penyelesaian masalah matematika.
Problem atau masalah menurut Hayes (Suwangsih, 2006) adalah suatu kesenjangan antara dimana anda berada sekarang dengan tujuan yang anda inginkan, sedangkan anda tidak tahu proses apa yang akan dikerjakan.Hayes memandang masalah adalah kesenjangan keadaan dengan apa yang di inginkan. Namun, Hudoyo (Suwangsih, 2006) memandang pertanyaan adalah suatu permasalahan bila pertanyaan itu tidak bisa dijawab dengan prosedur rutin, sedangkan pemecahan masalah adalah proses penerimaan tantangan dan kerja keras untuk menyelesaikan masalah tersebut. Selanjutnya Hudoyo, mengemukakan bahwa pemecahan masalah dapat diartikan sebagai penggunaan matematika baik untuk matematika itu sendiri maupun aplikasi matematika dalam kehidupan sehari-hari dan ilmu pengetahuan yang lain secara kreatif untuk menyelesaikan masalah-masalah yang belum kita ketahui penyelesaiannya ataupun masalah-masalah yang belum kita kenal.
Sejalan dengan pendapat di atas, Polya (Muncarno, 2001) mendefinisikan pemecahan masalah sebagai usaha mencari jalan keluar dari suatu kesulitan, mencapai suatu tujuan yang tidak begitu saja dengan segera dapat dicapai. Lebih lanjut mengemukakan bahwa didalam matematika terdapat dua macam masalah, yaitu: masalah untuk menemukan dan masalah untuk membuktikan.
Menurut Utari (Muncarno, 2001) pemecahan masalah dapat berupa menciptakan ide baru, atau menemukan teknik atau produk baru. Bahkan dalam matematika, selain istilah pemecahan masalah mempunyai arti khusus, istilah tersebut juga mempunyai interpretasi yang berbeda. Misalnya kegiatan pemecahan masalah dalam matematika yaitu menyelesaikan soal cerita, menyelesaikan soal soal yang tidak rutin, mengaplikasikan matematika dalam kehidupan sehari-hari, dan menguji kebenaranya.
Sejalan dengan hal di atas Agus (Suwangsih, 2006) mengemukakan bahwa agar pelajaran pemecahan masalah lebih dapat bermanfaat bagi siswa, guru harus melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Ajarkan aspek-aspek pemecahan masalah yang penting, dan
  2. Perubahan peranan guru dari penyampai informasi guru berperan sebagai fasilitator, pelatih dan motivator bagi siswanya.
Selain tahapan yang diungkapkan Agus di atas, Polya (Suwangsih, 2006) secara rinci menguraikan empat langkah penyelesaian pemecahan masalah matematika disertai ilustrasi masalah, pertanyaan yang membimbing pemahaman tiap langkah, dan cara-cara penyelesaiannya.
Ke-empat langkah tersebut adalah:
  1. Pemahaman masalah,
  2. Membuat rencana penyelesaian,
  3. Mengerjakan rencana, dan
  4. Peninjauan kembali hasil penghitungan.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang disebut dengan pemecahan masalah adalah suatu usaha dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk berkerja keras dalam memecahkan masalah, atau pemecahan masalah dapat diartikan sebagai penggunaan matematika, baik untuk matematika itu sendiri maupun aplikasi matematika dalam kehidupan sehari-hari dan ilmu pengetahuan lainnya.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar