Pembelajaran Matematika di SD


Pembelajaran matematika di SD sangat penting. Suharjo (2006) mengemukakan pembelajaran pada hakikatnya tidak hanya sekedar menyampaikan pesan pembelajaran kepada peserta didik, akan tetapi merupakan aktivitas profesional yang menuntut guru untuk dapat menggunakan keterampilan dasar mengajar secara terpadu, serta menciptakan sistem lingkungan yang memungkinkan peserta didik dapat belajar secara efektif dan efisien.
Merujuk pada berbagai pendapat para ahli matematika SD dalam mengembangkan kreativitas dan kompetensi siswa, maka guru hendaknya dapat menyajikan pembelajaran yang efektif dan efisien, sesuai dengan kurikulum dan pola pikir siswa (Heruman, 2008) . Dalam mengajarkan matematika, guru harus memahami bahwa kemampuan setiap siswa berbedabeda, serta tidak semua siswa menyenangi mata pelajaran matematika.
Pembelajaran matematika yang baik menuntut penggunaan metode ataupun model pembelajaran yang bervariasi. Hal ini masuk akal karena suatu topik matematika kadang-kadang dapat diajarkan secara lebih baik hanya dengan menggunakan metode tertentu. Selain itu jika guru matematika hanya dengan menggunakan satu jenis metode mengajar, maka akan dimungkinkan para siswa menjadi lebih cepat bosan atau jemu terhadap materi yang disampaikan.
Konsep-konsep pada kurikulum matematika SD dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu penanaman konsep dasar, pemahaman konsep, dan pembinaan keterampilan. Untuk menuju tahap keterampilan tersebut harus melalui langkah-langkah benar yang sesuai dengan kemampuan dan lingkungan siswa, yaitu (1) Penanaman konsep dasar, (2) Pemahaman konsep, dan (3) Pembinaan Keterampilan (Heruman, 2008).
Matematika sangat diperlukan dalam kehidupan manusia, maka matematika perlu diajarkan bagi siswa SD. Sesuai dengan kurikulum 2006 KTSP, disebutkan tujuan mata pelajaran matematika di SD (Riyanto Dwidasih dkk, 2006) adalah:
  1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah.
  2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika.
  3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
  4. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah.
  5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

Memahami konsep matematika sangatlah penting untuk mengaplikasikannya dalam pemecahan masalah. Maka pada Sekolah Dasar, guru harus menyampaikan konsep matematika dengan baik dan benar agar dapat mengaplikasikan pada kehidupan nyata dengan benar. Selain memahami konsep, melatih cara berfikir dan bernalar dalam pembelajaran matematika juga penting untuk memudahkan dalam memecahkan suatu masalah. SD merupakan pondasi pengajaran matematika yang nantinya digunakan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Maka dari itu, memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan harus ditanamkan agar siswa dapat dengan senang hati mempelajari matematika.

Berdasarkan tujuan mata pelajaran matematika tersebut, dapat dimengerti bahwa matematika itu bukan saja dituntut sekedar menghitung, tetapi siswa juga dituntut agar lebih mampu menghadapi berbagai masalah dalam hidup ini. Masalah itu baik mengenai matematika itu sendiri maupun masalah dalam ilmu lain. Maka, pembelajaran matematika di SD perludirancang sebaik mungkin agar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran tersebut.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar