Pemakai Informasi Akuntansi

Ada beberapa pemakai informasi akuntansi. Interpretasi terhadap laporan keuangan sebagai hasil akhir dari kegiatan akuntansi sangat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan laporan keuangan tersebut. Pihak-pihak yang membutuhkan informasi akuntansi terkandung dalam laporan keuangan perusahaan (Mardiasmo,2000) dapat dikelompokkan menjadi dua pihak, yaitu: (1) pihak intern perusahaan (manajemen) dan (2) pihak ekstern perusahaan, yang antara lain terdiri atas: pemilik perusahaan (investor), kreditur, pemerintah, serikat pekerja, dan masyarakat tertentu. Laporan akuntansi suatu perusahaan, oleh pihak-pihak tersebut umumnya digunakan sebagai informasi yang bermanfaat untuk dasar pengambilan keputusan ekonomi yang akan dilakukan, sesuai kepentingan masing-masing pihak tersebut.
Pemakai informasi akuntansi dan keuangan, meliputi investor, kreditor (pemberi pinjaman), pemasok dan kreditor usaha lainnya, karyawan, pelanggan, pemerintah serta lembaga-lembaga lainnya dan masyarakat. Mereka menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi beberapa kebutuhan informasi yang berbeda.
Menurut PSAK No. 1 paragraf 2 dan 3 (IAI, 2007), pemakai laporan keuangan adalah sebagai berikut:
  1. Investor. Penanam modal berisiko dan penasihat mereka berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.
  2. Karyawan. Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun, dan kesempatan kerja.
  3. Pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
  4. Pemasok dan kreditor usaha lainnya. Pemasok dan kreditor usaha lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.
  5. Pelanggan. Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau tergantung pada perusahaan.
  6. Pemerintah. Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.
  7. Masyarakat. Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara. Misalnya, perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya.
Dalam kaitannya dengan harga saham, maka pemakai laporan keuangan yang sangat membutuhkan informasi akuntansi adalah pemilik perusahan atau pemegang saham. Pemilik perusahaan perkepentingan terhadap laporan akuntansi suatu perusahaan sehubungan dengan modal yang diinvestasikan pada perusahaan tersebut. Informasi yang diperoleh dari laporan akuntansi, umumnya bermanfaat bagi pemilik perusahaan untuk mengukur hasil usaha yang telah dicapai perusahaan tersebut selama periode tertentu, serta prospek hasil usaha tersebut di masa yang akan datang. Hal tersebut penting bagi pemilik perusahaan sebagai dasar pertimbangan dalam penentuan kebijaksanaan investasinya untuk masa yang akan datang (Mardiasmo, 2000).
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar