Masalah Mesir bukan Masalah Moursi dan Ikhwanul Muslimin saja


Saudaraku, Masalah Mesir bukan masalah Moursi dan Ikhwanul Muslimin saja. Bener-bener geregetan! Nanti kalau dalangnya dah ketangkap enaknya diapain ya? Mungkin dipotong sedikit demi sedikit kali ya. Rasanya, seandainya bisa menyelinap ke kamar tidurnya, jadi pengen kusiksa dengan memotong-motong kaki tangannya sejengkal demi sejengkal. Tapi, ah Alloh tentu paling tahu hukuman seperti apa yang pantas dia (Assisi dan pengikutnya) terima di neraka-Nya kelak.

Masalah yg ada dimesir sekarang ini bukan lagi permasalahan mursi, IM saja. Memang ia pada awalnya semenjak kudeta mursi banyak dari pihak IM yang beraksi demo. tapi sekarang permasalahan sekarang sudah menyerang islam. ringkasnya, dulu semenjak kepresidenan mubarak undang-undang negara mesir banyak dikuasi oleh orang-orang sekuler. perlu kita ketahui semua dimasa pemerintahannya hingga 30 tahun, umat islam merasa terjepit, daurah-daurah islami yg di isi oleh para masyayikh sulit kita dapatkan, orang IM bahkan yg disangka IM banyak yg dipenjara. intinya kebebasan dakwah islam sangat-sangat memprihatinkan. bahkan kalo kami dari mahasiswa ngomong tentang politik aja kalau ketauan oleh intel mubarak akan dicelupkan ke penjara bawah tanah. Setelah mubarak turun, mursi naik. alhamdulillah, bagi mahasiswa sendiri sangat merasakan kebebasan islam. Daurah-daurah salaf banyak diadakan, kami bisa merasakan "lega" keadaan seperti itu setelah 30 tahun dicekam oleh mubarak.
Tanggapan dari salah satu aktivis yang pernah tinggal di mesir “saya bukan orang lama di mesir, tapi saya bisa merasakan itu walau sebentar. presiden mursi menurut sebagian para ulama "jempol" karena beliau hafizh alquran, tp disisi lain brliau dinilai juga ada salahnya. namun kesalahannya tidak sebanding dengan kebaikan beliau terhadap membela islam, menjunjung tinggi khulafa rasyidinn ketika di iran dan dengan tadarrujnya "pelan-pelan" beliĆ„u mengubah undang-undang menjadi islami. nah, mursi dikudeta 30 juni kemaren oleh segolongan orang-orang "sampahan" (syiah, sipilis, pendeta tawadrus, ahmad toyib, dan presiden partai nur salafi)”
Ikhwan dan beberapa golongan lainnya yang mereka namakan islamiyyun protes, demo di rab'ah dan dibeberapa provinsi. cuma "yel-yel" doang disana tanpa senjata. keadaan semakin memanas, assisi semakin gila, dia mengantikan anggota kabinetnya yg jelas-jelas "didikan" Mubarak. termasuk undang-undang yg baru saja "diperbaiki" sesuai syariat oleh mursi. jelas... sebagian orang-orang "sampahan" merasa senang krn itulah yg mereka inginkan. dan beberapa lagi tidak Mau tanggung jawab. akhirnya ini bukan permasalahan IM lagi, ini sudag menyangkut permasalahan undang-undang. Turunlah banyak dari para ulama al-azhar dan salafi ikut serta dalam orasi di rab'ah.  Semuanya yg ada hannyalah islamiyyun, bergerak ingin kembali mrngembalikan mursi menjadi presiden. kita memang belum punya senjata, kita bisa bayangkan apa yg mesti kita lakukan ketika undang-undang islam diruntuhkan. saya lihat, mereka siap berjihad, tapi apa daya senjata tidak ada.

Mereka akhirnya diserang oleh militer, yang saya dapatkan info 90-an% pasukan militer adalah orang-orang non muslim. bayangkan, seberapa biadapnya mereka menhancurkan mesjid yang didalamnya berisi orang-orang terluka akibat pembantaian. dibakar hidup-hidup bersamaan mayat yang ada di dalamnya. dibelakang mesjiod rab'ah ada rumah sakit ikut dibakar juga oleh pasukan biadap tadi. masih kita katakan ini adalah permasalahan IM ? jelas ini sudah menyangkut pembantaian terhadap umat islam yang ada disana. Banyak yang mati ditembak dengan sniper. Bahkan syaikh muhammad hassan, syaikh muhammad husen yaqub dan yang lainnya dari para ulama senior mesir kena semprotan pembantaian tersebut.. na'uzubillah. lebih dari 4.000 jiwa melayang. yg lebih menyakitkan lagi, mentri kesehatan tidak Mau mengeluarkan surat kematian akibat "pembantaian", malah memaksa bagii siapa yg meninggal di tempat pembantaian harus menulis sebab kematiannya dgn penyebab yg lain utk menutup-nutupiijumlah orang yang dibantai.

Kita di indo masih aja nuduh-nuduh sana sini. ente ahlu bid'ah, ente sururi, ente patroli, ente ini ente itu, ente ngaji sama ahlu bid'dah ini itu. kasihaaaannn sekali. intinya biar orang lain tau saya “kelompok” ini loh. emang seperti itu yg diajarkan? sayang sekali.... saya tidak menuduh siapapun, kita sakarang perbaiki lah diri kita sendiri.. pecahkan dgn solusi yg bijak. biar Allah yang menilai. ketika saudara kita dibantai, mari kita ikut membantunya. jgn liat siapa dia, dari golongan apa dia.. pokoknya selama dia masih muslim dan mendukung syariat, kita bantu semampu kita. kita bicara demi kemaslahatan umat islam yang semakin terpojokkan. kewajiban kita adalah membantu.. di rab'ah, puluhan ulama al-azhar dan ulamaa salafi ikut mendukung aksi orasi tersebut. mereka lebih paham waqi' nya daripada kita. kita tunggu apa? tunggu fatwa yg mengharamkannya biar salafinya lebih menonjol? atau koar-koar  aja di pesbuk demo di rab'ah itu haram, dengan dalil fatwa syaikh utsaimin rahimullah? atau gimana?
Permasalahan di mesir skrg bukan lagi kaitannya dengan IM atau demo. kalo dikatakan demo, kenapa para ulama senior mesir ikut serta sedangkan demo haram. sabar! lihat diri kita, siapa kita, siapa mereka? kita tidak ada apa-apanya dgn mereka. mereka asli orang mesir dan tahu waqi' nya seperti apa, kita orang mana? dan beritanya dapat darimana? dan belum tentu juga berita yang kita dapat benar apa adanya.. nah lohh.. apa hebatnya kita dihadapan mereka? kewajiban kita hanyalah membantu semampu kita, minimal doa untuk mereka. kemaslahatan umat lebih penting daripa kemaslahaan diri kita pribadi atau segolongan orang.
Orang-orang di kabinet, para menteri-menteri  yang megang titik penting di mesir ini sudah diganti oleh assisi dgn orang-orang "penyakitan" (sipilis dan non muslim). mereka bukan saja lawan IM, tp sudah melawan islam secara umum. mereka yg selama ini menjunjung tinggi demokrasi, ketika nilai-nilai demokrasi di isi dgn nilai islam, mereka yang meruntuhkan sistem demokrasi tersebut. lalu maunya mereka apa? jawabannya jelas, demokrasi ala barat, kalo tidak ikut ala barat, maka diruntuhkan. pada hakikatnya mereka menyerang islam. sekarang ini, tahanlah emosi kita sejenak dari saling menuding satu sama lain diantara kita, kuatkan ukhuwah kita, jgn lihat siapa dia, selama dia masih muslim dan taat Allah dan Rasulnya walau masih ada "cacatnya". kita jalinkan persaudaraan kita melawan mereka yg anti islam (sipilis) syiah yg semaKin "heboh" di kehidupan kita. insya Allah kita akan kuat dgn izin Allah dan jaga dengan pertolongannNya Yang Maha Kuasa:)
Dan ada tanggapan lain dari orang-orang yang tidak setuju dengan aksi demo untuk mesir, “ Apa manfaat yg bisa diambil dari sikap turun ke jalan? Demonstrasi? Untukmenyelamatkan egypt? Lalu apa yg diharapkan dr demo itu? Apakah yakin dgn melakukan itu merekaakan mendengar? Apakah yakin dgn melakukan itu pemerintah indonesia bakal mengirimkan para militer berbakatnya tuk membanturakyat sipil di sana?”
Pliss dech,.Kalau tidak mau berpartisipasi, janganlah pernah mencemooh tindakan orang lain. Setiap orang punya pilihannya masing-masing. Mereka disna tidak hanya membutuhkan materi dan lain sebagainya, melainkan mereka juga membutuhkan semangat dri saudara-saudaranya yg berada jauh dri mereka. Krn mereka tdk hanya berjuang sendiri, banyak yang peduli.Dengan melalui aksi ini, dunia pun akan membuka matanya.
Mereka yang suka mencela dan mengkritik gerakan Islam yang terjun ke politik praktis, dapat diibaratkan seperti pemuda-pemuda kampung bergaya keibuan. mereka menonton klub sepak bola Eropa (read madrid) yang sedang bertanding dilapangan hijau. ketika klub itu kalah, mereka yang hanya nonton dari televisi berkomentar, "tuu, cara main bolanya salah gak kayak gitu..!" atau mereka akan berkata, "wah, pemainnya gak hebat. lini pertahanannya gak mantap."
Begitulah mereka. BANYAK KOMENTAR dan suka kritik. Padahal mereka hanyalah para pemuda yang gemayu seperti wanita. jangankan memenangkan pertandingan, nyepak bola saja tak pernah. tp mereka lebih merasa pintar dari para pemain. hmm, begitulah sikap penonton yang selalu merasa paling hebat.
Wahai pemuda Islam, jadilah kalian pemain. bukan penonton, apalagi komentator terhadap perjuangan saudara kalian yang lain.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar