Laporan Rugi Laba

Laporan rugi laba sangat penting. Pada dasarnya, tujuan dari suatu perusahaan adalah untuk memperoleh keuntungan atau laba. Laporan rugi laba disusun dengan maksud untuk menggambarkan hasil operasi yang diperoleh perusahaan selama periode tertentu. Dengan kata lain laporan rugi laba adalah untuk menggambarkan keberhasilan atau kegagalan operasi perusahaan dalam mencapai tujuannya antara lain untuk menunjukkan tentang: Penghasilan, Biaya dan  Laba Bersih/Rugi.
Hasil operasi perusahaan dapat diukur dengan membandingkan pendapatan perusahaan dengan biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut. Berbagai cara untuk mengukur laba menunjukkan konsep dasar laba seperti yang dikemukakan oleh Earl K. Stice, James D. Stice dan K. Fred Skousen dalam buku “Akuntansi Intermediate” penerjemah  Aria Farahmita; Amanugrahani; Taufik Hendrawan yaitu:
“Laba adalah hasil dari investasi. Salah satu definisi laba yang diterima lebih luas adalah jumlah yang dapat diberikan kepada investor (sebagai hasil investasi) dan kondisi perusahaan di akhir periode masih sama baiknya atau kayanya (well-off) dengan di awal periode.“ (2004).
Ada dua bentuk perhitungan rugi-laba yang umum digunakan yaitu bentuk bertahap dan bentuk langsung. Kedua bentuk tersebut digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar dengan frekuensi yang kurang lebih sama. Edisi tahun 2001 dari Accounting Trends & Techniques melaporkan bahwa 57% dari 600 perusahaan industri dan dagang yang disurvei menggunakan perhitungan bentuk bertahap, sedangkan 43% menggunakan perhitungan bentuk langsung.
  1. Bentuk Bertahap (Multiple Step Form), disebut bentuk perhitungan rugi-laba bentuk bertahap karena terdiri dari banyak bagian, sub-bagian dan sub-saldo. Dalam praktek, dijumpai banyak variasi mengenai banyaknya rincian yang disajikan dalam perhitungan rugi-laba tersebut.
  2. Bentuk langsung (Single Step Form), disebut perhitungan rugi-laba bentuk langsung karena total beban dikurangkan dari total pendapatan. Keunggulan bentuk langsung adalah kesederhanaan serta penekanannya pada total pendapatan dan total beban sebagai faktor-faktor penentu laba bersih. Sedangkan kelemahannya adalah bahwa hubungan-hubungan seperti laba kotor terhadap penjualan dan laba operasi terhadap penjualan tidak bisa cepat dihitung sebagaimana dalam bentuk bertahap.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar