Laporan Biaya Kualitas

Keberadaan suatu sistem laporan biaya kualitas akan sangat penting jika suatu perusahaan ingin serius dalam memperbaiki dan mengendalikan biaya kualitas. Laporan biaya kualitas terdiri dari seluruh elemen biaya kualitas yang terlibat. Laporan biaya kualitas biasanya tidak disajikan dalam nilai uang, melainkan dalam bentuk rasio perbandingan.
Laporan biaya kualitas menguraikan biaya pencegahan, biaya penilaian, dan biaya kegagalan internal dan eksternal, yang timbul dari tingkat kecacatan produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan saat ini. Manajer sering kali terkejut dengan besarnya biaya-biaya ini”
Menurut Hansen dan Mowen dalam Dewi Fitriasari dan Deny Arnos Kwary (2005): “Langkah pertama dan yang paling sederhana dalam menciptakan sistem semacam itu adalah dengan melaporkan biaya kualitas sekarang (current actual quality cost). Pencatatan secara rinci biaya kualitas menurut kategorinya yaitu biaya pencegahan, biaya penilaian, biaya kegagalan internal, dan biaya kegagalan eksternal dapat memberikan dua masukan pandangan penting. Pertama, dengan mamilah biaya kualitas ini akan menun jukan sebarapa besar biaya kualitas dan pengaruh keuangannya terhadap keuntungan yang diperoleh. Kedua, catatan tersebut menunjukan distribusi biaya kualitas menurut kategori yang memungkinkan para manajer menilai kepentingan relative dari masing-masing kategori.”
Laporan biaya kualitas memiliki beberapa kegunaan. Pertama, ‘informasi biaya kualitas membantu para manajer melihat keuntungan finansial dari cacat. Para manajer biasanya tidak sadar dengan besarnya biaya kualitas mereka karena biaya-biaya ini melintasi batas departemen dan tidak dapat ditelusuri dan diakumulasi secara normal oleh sistem biaya. Maka dari itu, ketika pertama kali disajikan dengan laporan biaya kualitas, para manajer sering kali terkejut dengan jumlah biaya yang diakibatkan oleh kualitas yang buruk”.
Kedua, informasi biaya kualitas membantu para manajer mengidentifikasikan pentingnya masalah-masalah kualitas yang dihadapi perusahaan. Ketiga, informasi biaya kualitas membantu para manajer melihat apakah biaya-biaya kualitas di perusahaan mereka didistribusikan secara tidak baik. Umumnya, biaya-biaya kualitas seharusnya lebih didistribusikan ke arah aktivitas-aktivitas pencegahan dan penilaian dan kurang diarahkan ke kegagalan.
Untuk mengimbangi manfaat-manfaat ini, ada tiga kelemahan dari informasi biaya kualitas yang seharusnya diakui. Pertama, hanya mengukur dan melaporkan biaya kualitas tidak akan memecahkan masalah kualitas apapun. Masalah hanya dapat diselesaikan dengan mengambil tindakan. Kedua, hasilnya ketinggalan di belakang program perbaikan kualitas. Pada awalnya kualitas total dapat meningkat ketika system pengendalian kualitas di desain dan ditempatkan. Penurunan di biayabiaya ini tidak akan terjadi sampai program kualitas telah memberikan pengaruh 1 tahun atau lebih. Dan ketiga, biaya kualitas yang paling penting, kehilangan penjualan dari konsumen yang kecewa, biasanya diabaikan dari laporan biaya kualitas karena hal itu sangat sulit doperkirakan.
Khususnya, selama tahun-tahun pertama dari program perbaikan kualitas, keuntungan dari penyusunan laporan biaya kualitas lebih banyak dari pada biayanya dan keterbatasan dari laporan tersebut. Ketika para manajer memperoleh pengalaman dalam menyeimbangkan aktivitas pencegahan dan penilaian, kebutuhan akan laporan biaya kualitas sering kali menurun.

Peningkatan kualitas pada perusahaan merupakan kegiatan pokok perusahaan dalam rangka meningkatkan produk yang dihasilkan. Peningkatan kualitas menitikberatkan pada fitness for use (cocok untuk digunakan) dan mengurangi tingkat defect. Peningkatan fitness for use dapat memberikan manfaat penting seperti kualitas yang lebih bagus bagi konsumen, peningkatan pangsa pasar bagi perusahaan, peningkatan produktifitas dan lainnya. 
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar