Komponen Self Monitoring

Ada beberapa komponen self monitoring. Menurut Snyder (Shaw & Constanzo, 1982) self monitoring mempunyai lima komponen, yang meliputi:
  1. Kesesuaian lingkungan sosial dengan presentasi diri seorang individu berarti menyesuaikan peran seperti yang diharapkan orang lain dalam situasi sosial.
  2. Memperhatikan informasi perbandingan sosial sebagai petunjuk dalam mengekspresikan diri agar sesuai dengan situasi tertentu berarti memperhatikan informasi eksternal yang berasal dari lingkungan sekitarnya sebagai pedoman bagi dirinya dalam berperilaku.
  3. Kemampuan mengontrol dan memodifikasi presentasi diri berarti berhubungan dengan kemampuan untuk mengontrol dan mengubah perilakunya.
  4. Kesediaan untuk menggunakan kemampuan yang dimilikinya (pada huruf c) pada situasi-situasi khusus berarti mampu untuk menggunakan kemampuan yang dimilikinya pada situasi-situasi yang penting.
  5. Kemampuan membentuk tingkah laku ekspresi dan presentasi diri pada situasi yang berbeda-beda agar sesuai dengan situasi di lingkungan sosialnya berarti tingkah lakunya bervariasi pada berbagai macam situasi di lingkungan sosial.
Baron & Greenberg (1990) menyatakan bahwa self monitoring mempunyai tiga komponen, yaitu:
  1. Kesediaan untuk menjadi pusat perhatian. Hal ini berhubungan dengan kemampuan sosial dalam mengekspresikan emosional individu.
  2. Kecenderungan yang menggambarkan kepekaan individu dalam reaksinya terhadap orang lain.
  3. Kemampuan dan kesediaan individu untuk menyesuaikan perilaku sehingga menimbulkan reaksi yang positif terhadap orang lain.
Briggs & Cheek pada tahun 1986 (Snyder & Gangestad, 1986) menyempurnakan pendapat Snyder (1974) maupun Lennox & Wolfe (1984) mengenai komponen self monitoring. Briggs & Cheek menyatakan bahwa pendapat para pendahulunya tersebut kurang dapat digunakan untuk mengukur secara individual. Ketiga komponen self monitoring yang dikemukakan oleh Briggs & Cheek adalah sebagai berikut:
Expressive self control
Expressive self control, yaitu berhubungan dengan kemampuan untuk secara aktif mengontrol tingkah lakunya. Individu yang mempunyai self monitoring 52tinggi suka mengontrol tingkah lakunya agar terlihat baik.
Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
  1. Acting, termasuk didalamnya kemampuan untuk bersandiwara, berpurapura, dan melakukan kontrol ekspresi baik secara verbal maupun non verbal serta kontrol emosi.
  2. Entertaining, yaitu menjadi penyegar suasana.
  3. Berbicara di depan umum secara spontan.
Social Stage Presence
Social Stage Presence, yaitu kemampuan untuk bertingkah laku yang sesuai dengan situasi yang dihadapi, kemampuan untuk mengubah-ubah tingkah laku dan kemampuan untuk menarik perhatian sosial.
Ciri-cirinya adalah:

  1. Ingin tampil menonjol atau menjadi pusat perhatian.
  2. Suka melucu.
  3. Suka menilai kemudian memprediksi secara tepat pada suatu perilaku yang belum jelas.
Other directed self present
Other directed self present, yaitu kemampuan untuk memainkan peran seperti apa yang diharapkan oleh orang lain dalam suatu situasi sosial, kemampuan untuk menyenangkan orang lain dan kemampuan untuk tanggap terhadap situasi yang dihadapi.
Ciri-cirinya adalah:
  1. Berusaha untuk menyenangkan orang lain.
  2. Berusaha untuk tampil menyesuaikan diri dengan orang lain (conformity).
  3. Suka menggunakan topeng untuk menutupi perasaannya.
Kemampuan individu dalam menampilkan dirinya sesuai dengan tuntutan dari lingkungan sosialnya dan sejauhmana individu mementingkan faktor-faktor eksternal maupun internal dalam berperilaku dapat dilihat melalui self monitoring. Komponen-komponen yang digunakan dakam penelitian ini adalah Expressive self control, Social Stage Presence, dan Other directed self present. Komponenkomponen yang dikemukakan oleh Briggs & Cheek ini lebih lengkap dan tepat untuk digunakan dalam penelitian ini dibandingkan dengan komponen-komponen lain yang dikemukakan oleh tokoh lain karena merupakan hasil memperbaiki dan  menyempurnakan pendapat tokoh lain.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar