Kadar Hemoglobin


Kadar hemoglobin dalam tubuh. Hemoglobin adalah protein majemuk yang tersusun atas protein sederhana yaitu globin dan radikal prosterik yang berwarna yang disebut heme. Protein ini terdapat dalam butir-butir merah dan dapat dipisahkandengan cara pemusingan. Berat molekulnya yang ditentukan dengan ultrasentrifuge sebesar 68.000. ini adalah proteinpertama yang diperolah dalam bentuk hablur. Hemoglobin merupakan protein pembawa oksigen dalam darah. Tiap liter darah mengandung kira-kira150 gr hemoglobin (Wiknjosastro.(1999). Kadar hemoglobin adalah jumlah K3Fe (CN)6 akan berubah menjadi hemoglobi yang kemudian diubah menjadi hemoglobin sianida (HiCN) oleh KCN dengan batas ambang berat bila Hb< 8 gr/dl,anemia ringan Hb > 8 – 11 gr/dl dan normal pada ibu hamil Hb > 11 gr/dl (Depkes, 1996).

Bertambahnya darah dalam kehamilan sudah mulai sejak kehamilan umur 10 minggu dan mencapai puncaknya dalam kehamilan antara 32 dan 36 minggu. Dari kehamilan 8 minggu sampai 40 hari postpartum, kadar Hemoglobin, jumlah eritrosit dan nilai hematokrit, ketiganya turun sehingga kehamilan ke 7 hari postpartum mencapai angka yang kira-kira sama dengan diluar kehamilan. Batas terendah untuk kadar Hemoglobin dalam kehamilan nilai 10 gr/dl, bila kurang dari itu disebut anemia dalam kehamilan. Menutur klasifikasi WHO kadar hemoglobin untuk ibu hamil ditetapkan menjadi tiga kategori yaitu Normal (>11 gr%), anemia ringan (8 – 11 gr%) dan anemia berat (<8 gr%) (Husaini, 1989),

Kadar haemoglobin dalam darah maupun kerja atau fungsi hemoglobin yang optimal dalam tubuh dipengaruhi oleh beberapa hal, meliputi:
  1. Makanan atau Gizi : Zat-zat gizi atau komponen gizi yang terdapat dalam makanan yang dimakan digunakan untuk menyusun terbentuknya haemoglobin yaitu Fe (zat besi), protein.
  2. Fungsi Jantung dan Paru: Jantung berfungsi memompa darah keseluruh tubuh. Dalam darah terdapat haemoglobin yang membawa oksigen keseluruh tubuh sebagai pembentukan energi. Sedangkan paru berfungsi untuk menghisap oksigen dari udara luar yang kemudian disuplai ke aliran darah dengan adanya ikatan antara haemoglobin dan paru mempengaruhi kerja jantung yang optimal.
  3. Fungsi Organ-organ Tubuh Lain: Misalnya fungsi hepar dan ginjal yang membantu dalam proses pembentukan eritrosit dan haemoglobin.
  4. Merokok: Menurut Giam, C.K dan Teh K.C (1993:47) merokok mengurangi kelembaban haemoglobin membawa oksigen dari darah. Juga pengaliran darah ke organ-organ vital dan jaringan-jaringan (seperti jantung, otak dan otot) akan berkurang. Secara keseluruhan pengaruh rokok ialah berkurangnya kemampuan fisik dan timbulnya stess terhadap organ-organ vital, seperti jantung.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar