Cara Membuat Roti Manis


Cara membuat roti manis tergolong muda. Roti manis adalah roti yang mempunyai cita rasa manis yang menonjol, bertekstur empuk, yang diberi bermacam – macam isi dan yang tidak atau plain sweat bread. Roti manis merupakan turunan atau bagian dari roti-roti terdahulu yang sudah ada tercipta, yang berbahan utama tepung, ragi, garam dan air namun seiring perubahan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi manusia sebagai pembuat menambahkan beberapa bahan tertentu yang menambah dan meningkatkan kualitas dari gizi roti yang seperti menambahkan bahan gula, telur, susu, lemak sedangkan bahan tambahannya adalah pelembut dan pengawet (Chendhawati, 2010).
Setelah menambahkan beberapa bahan tertentu ke adonan roti manis tersebut selanjutnya ditambahkanlah bahan sebagai isi dan hiasan diatas roti tersebut, bahan-bahan tersebut antara lain berupa potongan daging, sayuran, buah-buahan, cokelat, keju atau campuran dari beberpa bahan dan bahan lain yang bermanfaat bagi kesehatan dan enak rasanya. Menurut Sukowati, (1998) roti manis adalah makanan yang dibakar dan dibuat dari adonan yang terdiri dari campuran tepung terigu, air, dengan tanpa lemak dan gula, yang dikembangkan dengan CO2 (udara sebagai pembantu fermentasi dan ragi roti), tetapi menurut Sufi, (1996) roti manis bukan hanya terbuat dari tepung terigu saja tetapi dapat juga terbuat dari jagung dan bahan pangan lokal lainnya yang terlebih dahulu mengalami pengolahan menjadi tepung.
Roti manis merupakan salah satu jenis roti yang dipanggang didalam oven (Sufi, 1996). Sedangkan menurut Makmoer, (2004) roti manis ada dua jenis yaitu roti manis spesial dan roti manis ekonomis. Adapun proses pembuatannya tidak berbeda dengan pengolahan roti pada umumnya, dimana proses akhir roti manis dipanggang dengan menggunakan oven. Dalam hal ini roti manis yang digunakan adalah roti manis ekonomis karena bhan-bahan dari jenis roti ini lebih ekonomis dan mudah didapatkan jika dibandingkan dengan roti manis spesial.
Murdani, (2010) menjelaskan bahan-bahan dalam pembuatan roti sehingga menjadi roti manis yang enak dan lezat rasanya. Bahan utama dalam pembuatan roti:
  1. Tepung terigu, fungsi tepung terigu adalah untuk membentuk jaringan roti. Gunakan tepung terigu yang mempunyai kandungan protein tinggi ± 13% karena protein yang tinggi membantu memberikan volume yang baik terhadap hasil jadi roti
  2. Ragi yang berfungsi mengembangkan adonan, memudahkan pembentukan gluten dan memberikan aroma pada roti. Ada 3 macam ragi yang bisa dipakai untuk pembuatan roti, yaitu: (a) Compressed yeast atau ragi basah, harus disimpan dilemari es, cara pemakaian dapat langsung dicampur tepung; (b) Coral yeast atau ragi butiran, cara pemakainnya harus direndam air hangat ± 400C cara penyimpananya ditempat dingin dan kering; (c) Instan yeast, cara pemakaiannya dapat langsung dicampur dengan tepung penyimpananya ditempat dingin dan kering. Terdapat juga roti yang tidak ditambah bahan pengembang seperti yeast, ranya seperti roti canai, roti nan, capati dan sebagainya, di mana kebanyakan daripada jenis roti tanpa penaik ini berasal dari negara-negara Asia Tengah seperti India
  3. Garam berfungsi selain membuat rasa juga memperkuat jaringan gluten membangkitkan rasa bahan-bahan lainnya dan mengontrol fermentasi
  4. Air. Fungsi air adalah untuk melarutkan bahan-bahan kering menjadi satu adonan, membentuk gluten dan mengontrol suhu adonan, gunakanlah air yang kadar PHnya sedang dan gunakan air yang dingin untuk mencegah adonan menjadi panas.

Selain bahan utama dalam pembuatan roti selanjutnya ditambahkan bahan-bahan seperti:
  1. Gula. Selain memberikan rasa manis gula juga membuat tekstur roti lebih lembut, memperpanjang umur roti, dan memberikan warna pada permukaan roti. Gunakanlah jenis gula pasir atau granulated sugar karena mudah larut dalam air, bersih dan ukurannya kecil
  2. Telur, telur memberikan rasa gurih dan menambah nilai gizi tetapi pemakaian kuning telur yang berlebih membuat bentuk roti jadi tidak kuat bentuknya. Gunakan telur ayam yang bersih dan segar sehingga tidak mengurangi kualitas dari roti
  3. Lemak yaitu minyak dalam bentuk padat pada suhu ruangan. Fungsinya sebagi pelumas, membuat roti menjadi empuk dan jika dipotong daging roti tidak menjadi remah atau rontok
  4. Susu berfungsi menambah rasa dan nilai gizi namun penggunaan susu yang berlebihan membuat roti terlihat kering. Gunakanlah susu bubuk full cream (Chendawati, 2010).
Bahan tambahan lainnya yang dipergunakan dalam pembuatan roti manis adalah:
  1. Pelembut, bahan ini berguna untuk meningkatkan kualitas roti dari segi volume maupun tekstur
  2. Bahan pengawet berfungsi untuk menghambat atau menghindari proses penjamuran pada roti (Makmoer, 2004).
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar