Wilayah Kecerdasan Emosional

Wilayah Kecerdasan emosional terbagi dalam beberapa wilayah kemapuan yang membentuknya. Peter Salovey (Goleman 1999) memaparkan lima wilayah kecerdasan emosional dan dapat digunakan untuk melihat bagaimana kecerdasan emosional. Kelima wilayah tersebut adalah:
Mengenali emosi diri
Mengenali emosi diri adalah kesadaran diri yaitu tentang perasaan sewaktu perasaan terjadi.  Kemampuan  mengenali perasaan diri merupakan dasar kecerdasan emosional. Kesadaran ini berarti waspada baik terhadap suasana  hati maupun  pikiran  kita  tentang  suasana  hati. Indivdu  yang  sadar  akan  emosinya sendirinya umumnya  mandiri dan yakin akan  batas-batas yang dibangun, kesehatan jiwanya bagus dan cenderung berpendapat positif terhadap kehidupan.
Dalam aspek mengenali diri ini terdapat tiga indikator, yaitu:
  1. Mengenal dan merasakan  emosi  sendiri 
  2. Memahami  sebab  perasaan  yang  timbul 
  3. Mengenal pengaruh perasaan terhadap tindakan
Mengelola emosi
Mengelola emosi berarti menangani perasaan agar perasaan terungkap dengan tepat  merupakan  kecaapan  yang  tergantung  pada  kesadaran diri. Pada intinya bukan menjauhi perasaan yang tidak menyenangkan agar selalu bahagia, namun  tidak membiarkan  perasaan  berlangsung  tak  terkendali  sehingga menghapus perasaan hati yang menyenangkan.
Dalam aspek mengelola emosi ini, terdapat enam indikator, yaitu:
  1. Bersikap toleran terhadap toleransi 
  2. Mampu mengendalikan marah secara lebih baik 
  3. Dapat mengendalikan perilaku agresif yang dapat  merusak diri dan orang lain 
  4. Memiliki perasaan positif tentang  diri sendiri dan orang lain 
  5. Memiliki  kemampuan untuk mengatasi stress 
  6. Dapat mengurangi perasaan kesepian dan cemas
Memotivasi diri sendiri
Menata emosi sebagai alat untuk mencapai tujuan merupakan hal penting dalam  berkenaan  dengan  pemberian  perhatian dalam memotivasi diri sendiri, menguasai diri sendiri serta untuk  bereaksi. Orang-orang yang memiliki keterampilan ini  cenderung jauh  lebih  produktif  dan  efektif dalam hal  apapun yang mereka kerjakan. Orang yang mampu memotivasi diri sendiri adalah orang yang  memiliki  cirri-ciri  mampu  mengendalikan  kecemasan,  memiliki  pola  pikir yang  positif,  optimisme,  mampu  mencapai  keadaan  flow  yaitu  keadaan  ketika seseorang  sepenuhnya  terserap  ke  dalam  apa  yang  sedang  dikerjakannya, perhatiannya hanya terfokus pada apa yang sedang dikerjakannya serta kesadaran manyatu  dengan  tindakan  (Goleman,  2000). 
Dalam aspek memotivasi diri sendiri  ini terdapat  tiga  indikator,  yaitu:  
  1. Mampu  mengendalikan  imfuls 
  2. Bersikap  optimis 
  3. Mampu  memusatkan  perhatian  pada  tugas  yang dikerjakan
Mengenali emosi orang lain
Mengenali emosi orang lain merupakan kemampuan untuk membaca perasaan orang lain yang ditampakannya melalui isyarat-isyarat yang ditangkap. Ciri  orang  yang  mampu  mengenali  emosi  orang  lain  adalah  mampu  perempati. Empati diartikan sebagai kemampuan yang bergabung pada kesadaran diri yang merupakan “ketermapilan  bergaul” dasar. Individu yang memiliki empati  yang tinggi  lebih  mampu  untuk  menangkap sinyal-sinyal yang dibutuhkan atau dikehendaki oleh orang lain.
Dalam aspek mengenali emosi orang lain ini terdapat tiga indikator  yaitu:
  1. Mampu menerima sudut pandang orang lain 
  2. Memiliki sikap empati atau kepekaan terhadap orang lain 
  3. Mampu mendengarkan orang lain.
Membina hubungan
Membina  hubungan dengan  ornag  lain  adalah  keterampilan-keterampilan untuk  berhubungan  dengan orang lain yang merupakan kecekapan emosional yang mendukung keberhasilan dalam  bergaul dengan orang lain. Keterampilan membina hubungan dengan orang lain merupakan ketermapilan yang menunjang popularitas, kepemimpinan  dan  keberhasilan. Individu yang hebat  dalam keterampilan  ini  akan  sukses  dalam  bidang  apapun  yang  berhubungan  dengan pergaulan  interaksi  dengan  orang  lain. 
Dalam  aspek membina hubungan ini, terdapat Sembilan indikator yaitu:
  1. Memahami pentingnya membina hubungan dengan  orang  lain 
  2. Mampu  menyelasaikan  konflik  dengan  orang  lain 
  3. Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain 
  4. Memiliki sikap bersahabat  atau  mudah  bergaul  dengan  teman  sebaya 
  5. Memiliki  sikap tenggang rasa 
  6. Memiliki perhatian terhadap kepentingan orang lain 
  7. Dapat hidup selaras dengan kelompok 
  8. Bersikap senang berbagi  dengan kelompok 
  9. Bersikap demoktratis.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar