Terjadinya Hubungan Sosial

Bagaimana terjadinya hubungan sosial? Hidup ini tak lepas dari hubungan sosial. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu melakukan hubungan sosial. Hubungan sosial terjadi ketika ada individu yang berinteraksi sesama individu, atau, individu dengan kelompok, atau juga antara kelompok dengan kelompok. Contoh yang paling terkenal dalam hubungan sosial ini adalah gotong royong.
Tindakan seseorang dapat mempengaruhi dan mengenai kepada pihak lain. Ada 2 jenis tindakan, yaitu :
  1. Apabila hubungan sosial antara individu satu dengna individu lain bersifat langsung (contoh : sentuhan, percakapan ataupun tatapmuka). Maka, telah terjadi apa yang dikenal dengan kontak sosial.
  2. Apabila hubungan sosial tersebut berlangsung secara timbal balik. Maka, menyebabkan terjadinya interaksi sosial.
Ada 2 faktor yang mendasari terjadi hubungan sosial, diantaranya ialah:
Faktor Internal ( Dari Dalam )
  1. Keinginan untuk mempertahankan hidup.
  2. Keinginan untuk melakukan komunikasi dengan sesama.
  3. Keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  4. Keinginan untuk meneruskan keturunan.
Faktor Eksternal ( Dari Luar )
  1. Imitasi, yaitu cara meniru orang lain baik dalam wujud sikap, penampilan, tingkah laku maupun gaya hidup. Contoh : meniru mode rambut artis idola.
  2. Identifikasi, yaitu kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Proses identifikasi lebih mendalam dibandingkan imitasi. Contoh : adik yang selalu ingin sama dengan kakaknya.
  3. Simpati, yaitu perasaan yang timbul dalam diri seseorang yang membuatnya merasa merasa seolah-olah berada dalam keadaan orang lain. Contoh : ketika kita mengetahui teman kita terkena bencana alam kita juga merasakan kesedihan ( simpati ) dan berusaha membantunya ( empati ).
  4. Empati, yaitu perasaan sedih yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu uang bisa meringankan beban orang lain yang menderita. Empati hampir sama dengan simpati. Contoh: ketika kita mengetahui teman kita terkena bencana alam kita juga merasakan kesedihannya (simpati) dan berusaha membantunya ( empati ).
  5. Motivasi, yaitu pengaruh yang diberikan oleh seseorang individu kepada individu lain sehingga orang yang diberi sugesti menuruti aoa yang dimotivasikan itu secara kritis, rasional dan penuh penuh rasa tanggungjawab. Contoh : tugas yang diberikan oleh guru akan dikerjakan murid dengan sebaik-baiknya.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar