Teori Pemerolehan Bahasa Versi Krashen

Ada beberapa teori pemerolehan bahasa, salah satunya adalah teori pemerolehan bahasa versi Krashen. Teori learning-acquisition, natural order, monitor, input, dan affective filter bukanlah milik Krashen dan Terrell saja. Banyak ahli bahasa yang telah mencurahkan perhatiannya pada teori pemerolehan bahasa dengan menggunakan hipotesis tersebut. Tetapi dalam tulisan ini akan dipaparkan hanya hipotesis Krashen dan Terrell. Dalam The Natural Approach: Language Acquisition in the Classroom(1985). Krashen dan Terrell menjabarkan lima hipotesis yang disebutkan di atas (Achmad Tolla, 1990).
Hipotesis Pemerolehan-pembelajaran (Acquisition-Learning)
Menurut Krashen, orang dewasa mempunyai dua macam cara untuk memperoleh bahasa kedua atau bahasa target, yaitu:
  1. Melalui pemerolehan 
  2. Melalui belajar atau pembelajaran.
Hipotesis Urutan Alamiah
Prinsip hipotesis ini ialah bahwa struktur gramatikal bahasa target diperoleh dalam urutan yang dapat diprediksi. Pernyataan Krashen tentang ini ialah “Hipotesis urutan alamiah tidak menyatakan bahwa setiap penerima akan menerima struktur gramatikal dalam urutan tepat sama. Bahkan, struktur-struktur tertentu cenderung diperoleh lebih cepat atau mungkin lebih lambat”
Hipotesis Monitor
Hipotesis ini menyatakan bahwa hasil dari belajar dengan sadar hanya berguna untuk kebutuhan monitor. Menurut Krashen, ada tiga syarat yang harus dipenuhi agar monitor bermanfaat.
  1. Pembicara (pelaku) harus mempunyai cukup waktu untuk mengulangi percakapan, dan memikirkan kaidah. 
  2. Pembicara harus memikirkan unsur-unsur yang benar, bentuk, dan juga pesan yang diinformasikan. 
  3. Pembicara harus mengetahui kaidah.
Hipotesis Input
Menurut hipotesis ini, kita memperoleh bahasa apabila input yang diterima lebih besar daripada yang kita miliki. Rumus yang diikuti dalam proses input ini ialah perpindahan dari tahap i (i=tingkat kopetensi pembelajar) ke tahap i + 1 (i + 1 = tingakt yang secara langsung mengikuti i selama mengikuti urutan-urutan alamiah) dengan memahami isi bahasa i + 1. Dengan kata lain, apabila input memadai dan dipahami, maka kita berada pada tahap i + 1.
Hipotesis Filter Apektif
Hipotesis ini mengaatkan bahwa variabel sikap memegang peranan penting dalam pemerolehan bahasa kedua, tetapi tidak perlu untuk pembelajaran bahasa.
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar