Struktur dan Fungsi Hati

Struktur dan fungsi hari sangat penting dipelajari. Hati adalah organ sentral dalam metabolisme  di  tubuh.  Walaupun  hanya membentuk  2%  dari  berat  tubuh  total,  hati menerima 1500 ml darah per menit atau sekitar 28% dari curah jantung, agar dapat melaksanakan fungsinya. Berdasarkan  fungsinya, hati  juga  termasuk  sebagai  alat  ekskresi. Hal ini dikarenakan  hati  membantu  fungsi  ginjal  dengan  cara memecah  beberapa senyawa  yang  bersifat  racun  dan  menghasilkan  a monia,  urea,  dan  asam urat dengan memanfaatkan nitrogen dari  asam amino. Proses pemecahan  senyawa racun  oleh  hati  disebut proses detoksifikasi. Hati melakukan berbagai  proses metabolik terhadap konstituen–konstituen darah yang mengalir sebagai produk sisa atau zat gizi, dan sebaliknya banyak aktivitas hati secara langsung tercermin dalam beberapa zat yang yang beredar dalam darah dan juga terdapat dalam cairan tubuh lain ( Ronal. AS dan Richard. AM, 2004).
Hati menghasilkan empedu yang mencapai ½ liter setiap hari.  Empedu berasal  dari  hemoglobin  sel  darah merah yang telah tua. Empedu  merupakan cairan kehijauan dan terasa pahit. Zat ini  disimpan di dalam kantong empedu. Empedu mengandung kolesterol, garam  mineral, garam empedu,  pigmen bilirubin, dan biliverdin. Empedu yang disekresikan berfungsi untuk mencerna lemak,  mengaktifkan  lipase, membantu  daya  absorpsi  lemak  di  usus,  dan mengubah zat yang tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air. Apabila saluran  empedu  di  hati  tersumbat,  empedu  masuk  ke  peredaran  darah  sehingga kulit penderita menjadi kekuningan. ( Ronal.AS dan Richard. AM, 2004).
Hati  juga menghasilkan enzim arginase yang dapat mengubah arginin menjadi ornitin  dan  urea.  Ornitin yang terbentuk dapat mengikat NH3 dan  CO2 yang bersifat racun.  Fungsi lain dari hati adalah mengubah glukosa yang diambil dari  darah  menjadi  glikogen  yang  disimpan  di  sel-sel  hati.  Glikogen  akan dirombak kembali menjadi glukosa oleh enzim amilase dan dilepaskan ke darah sebagai  respon  meningkatnya  kebutuhan  energi  oleh  tubuh ( Ronal.AS  dan Richard. AM, 2004).
Hati  yang  normal memiliki konsistensi yang halus dan kenyal bila disentuh, apabila hati terinfeksi suatu penyakit, maka akan terjadi pembengkakan. Akibat  pembengkakan  yang  terjadi,  sel  hati  akan  mulai  mengeluarkan  enzim alanin aminotransferase  ke darah. Dengan adanya peningkatan jumlah enzim ini dapat membantu mendiagnosis adanya  gangguan fungsi hati.  Konsentrasi enzim yang  lebih  tinggi  dari  normal,  menandakan  hati  mulai rusak. Perubahan  dan kerusakan  hati  meningkat  dengan  adanya  perkembangan  penyakit.  Setelah membengkak, hati melakukan perbaikan dengan membentuk bekas luka atau parut kecil, parut  ini disebut fibrosis. Semakin  meningkat  kerusakan  yang  terjadi, semakin banyak parut yang terbentuk dan dalam tahap selanjutnya disebut  sirosis (Ronal.AS dan Richard. AM, 2004).
Penyakit yang dapat mempengaruhi hati meliputi kelainan sekunder pada berbagai  penyakit  sistemik  dan  kelainan  primer  yang  lebih  spesifik  bagi  hati. Salah  satu  klasifikasi  gangguan  hati  yang  bermanfaat  adalah  klasifikasi berdasarkan  sistem  anatomik  yang  terkena    sirkulasi,  sistem  empedu,  atau  sel hati (Ronal.AS dan Richard. AM, 2004).
Penggunaan  suplemen  berenergi  yang  terlalu  sering  dalam  jangka  waktu yang lama dan dengan dosis tertentu dapat menyebabkan adanya gangguan fungsi hati. Hal itu dikarenakan, kandungan yang terdapat di dalam suplemen berenergi sepeti  kafein,  taurin  dan  vitamin.  Kelebihan  kafein ,  taurin  dan  vitamin  akan disimpan oleh tubuh di dalam hati, apabila hal ini dibiarkan terus menerus maka akan memperberat kerja hati dan menyebabkan terjadinya gangguan fungsi hati. Dimana  keadaan  itu  ditandai dengan adanya peningkatan enzim SGPT, maka pemeriksaan laboratorium yang dapat  digunakan untuk mendiagnosis adanya gangguan  fungsi  hati tersebut adalah dengan memeriksa  kadar  SGPTnya.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar