Sistem Sosial Masyarakat Indonesia

Sistem sosial masyarakat indonesia. Masyarakat adalah pertama, sistem sosial, yaitu proses bertingkah laku, saling mempengaruhi dan terdapat aktifitas berulang yang tetap secara teratur. Kedua sistem interaksi, yaitu penekanan pada interaksinya dalam masyarakat, ia lebih menekankan pada dimensi realita yang telah ada. Sistem sosial hanya lebih pada dimensi pendapat. Ketiga, pertukaran sosial, yaitu proses bertingkah laku yang bisa menimbulkan timbal balik.
Ada dua bagian besar dalam pengelompokan sistem, yaitu: 
  1. Merujuk pada wujud yang abstrak, kongkrit atau konseptual. 
  2. Yang menunjuk sebagai suatu metode
Ada tiga hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam rumusan sistem sosial, yaitu 
  1. Dalam setiap sistem sosial ditemukan sejumlah orang dengan kegiatannya. 
  2. Adanya hubungan timbal balik antara manusia dan aktifitasnya. 
  3. Sifat dari hubungan tersebut tetap.
Ada tujuh anggapan dasar dari structural fungsional approach, di antaranya: 
  1. Masyarakat harus dilihat sebagai sebuah sistem. 
  2. Hubungan pengaruh-mempengaruhi diantara hal-hal tersebut bersifat ganda serta timbal balik. 
  3. Secara fundamental sistem sosial selalu cendrung ke arah equilibrium yang sifatnya dinamis meski integrasi sosial tidak pernah mampu diraih sempurna. 
  4. Dalam jangka yang panjang keadaan disfungsi, ketegangan-ketegangan, dan penyimpangan-penyimpangan yang selalu terjadi pada akhirnya akan terselesaikan sendirinya. 
  5. Perubahan-perubahan dalam sistem sosial pada umumnya terjadi secara graduil (perlahan-lahan) melalui penyesuaian-penyesuaian dan tidak secara revolusioner.
Ada lima sifat dasar dari suatu masyarakat majemuk menurut Pierre L.Van dan Berghe: 
  1. Terjadi segmentasi ke dalam bentuk kelompok-kelompok yang sering kali memiliki sub-kebudayaan yang berbeda satu sama lain. 
  2. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi ke dalam lembaga-lembaga yang bersifat non-komplementer. 
  3. Kurang mengembagkan konsensus daripada anggotanya terhadap nilai-nilai yang bersifat dasar. 
  4. Secara relatif sering kali mengalami konflik diantara kelompok yang satu dengan yang lain. 
  5. Secara relatif integrasi sosial tumbuh di atas paksaan (coercion) dan saling ketergantungan di dalam bidang ekonomi.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar