Sistem Budaya dan Sistem Sosial

Sistem budaya dan sistem sosial merupakan bagian dari kerangka budaya. Ketiga sistem tersebut secara analisis dapat dibedakan. Sistem sosial lebih banyak dibahas oleh ilmu sosiologi, sementara itu sistem budaya banyak dikaji dalam ilmu budaya. Sistem diartikan sebagai kumpulan bagian-bagian yang bekerja bersama-sama untuk melakukan suatu maksud. Sistem mempunyai sepuluh ciri, yaitu: fungsi, satuan, batasan, bentuk, lingkungan, hubungan, proses, masukan, keluaran, dan.pertukaran (Bayu Pramutoko, 2013).
Sistem Budaya
Sistem budaya adalah gagasan-gagasan manusia yang hidup bersama dalam suatu masyarakat. Gagasan tersebut  bersifat dependen, dan ada dalam satu sistem. Bayu Pamukoto, menjelaskan:
“Sistem budaya merupakan wujud yang abstrak dari kebudayaan. Sistem budaya a tau kultural sistem merupakan ide-ide dan gagasan manusia yang hidup bersama dalam suatu masyarakat. Gagasan tersebut tidak dalam keadaan berdiri sendiri, akan tetapi berkaitan dan menjadi suatu sistem. Dengan demikian, sistem budaya adalah bagian dari kebudayaan yang diartikan pula adat-istiadat. Adat-istiadat mencakup sistem nilai budaya, sistem norma, norma-norma menurut pranata-pranata yang ada di dalam masyarakat yang bersangkutan, termasuk norma agama.”
Menata dan memantapkan tindakan-tindakan serta tingkah laku  manusia merupakan fungsi dari sistem budaya. Melalui proses pembudayaan atau pelembagaan, proses belajar ini dilaksanakan.
Fungsi sistem budaya adalah untuk menata dan juga menetapkan tidakan serta tingkah laku masyarakat(manusia). Proses pembelajaran sistem ini dilakukan dengan pembudayaan atau pelembagaan yang bertujuan untuk dapat menyesuaikan diri (pikiran dan sikap) dengan norma adat, dan peraturan yang hidup di lingkungan kebudayaannya. Proses pembelajaran dilakukan mulai dari kecil dari lingkungan keluarga, lingkungan di luar rumah, dan lingkungan selanjutnya. Dimulai dari meniru apapun (sesuatu yang baik) yang ada di lingkungan tersebut kemudian tindakan tersebut akan menimbulkan dorongan untuk dimasukkan kedalam kepribadian sehingga menjadi pola dan norma yang mengatur tindakan yang dibudayakan. Tidak semua orang mampu untuk beradaptasi dengan sistem budaya di lingkungan sosial atau disebut juga deviants (Sistem Pemerintahan Indonesia, 2013, online resource).
Sistem Sosial
Menurut teori Sibenertika Parson, sistem sosial merupakan suatu sinergi antara berbagai sub sistem sosial yang saling mengalami ketergantungan dan keterkaitan. Menurut Talcott Parson, ada empat syarat fungsional agar sistem sosial bertahan (Social System, online resource):
  1. Adaptation (adaptasi)
  2. Goal attainment (pencapaiantujuan)
  3. Integration (integrasi)
  4. Latent pattern maintenance (pemeliharaan pola latent)
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar