Sejarah Perkembangan Bahasa Kedua

Sejarah perkembangan bahasa kedua sudah begitu panjang.Secara historis (sejarah), inovasi dan perubahan pandangan dalam studi pengajaran bahasa telah dimulai sejak tahun 1880 yang lalu. Ada empat fase penting yang bisa kita amati dari perkembangan dan  inovasi dalam bidang pengajaran bahasa sejak tahun 1880 hingga dasawarsa 80-an ini. Pertama, periode 1880-1920. Pada masa ini terjadi rekonstruksi atau pengembangan ulang bentuk-bentuk Metode Langsung (direct method) yang pernah dikembangkan pada jaman Yunani dulu. Metode langsung yanb pernah diterapkan pada abad-abad awal masehi, dicuoba untuk direkonstruksi dan diterapkan di sekolah-sekolah (sekolah biara biasanya). Selain itu juga dikembangkan metode bunyi (phonetics method), yang juga berakar pada tradisi Yunani (Nurhadi, 1990).
Kemudian, fase kedua, yaitu antara tahun 1920-1940. Pada kurun ini di Amerika dan Canada dibentuk forum studi bahasa asing, yang kemudian menghasilkan aplikasi metode-metode yang bersifat kompromi (compromise method) dan metode membaca. Ini merupakan perluasan dari teknik-teknik pengajaran membaca yang sudah ada, dikaitkan dengan tujuan-tujuan pengajaran bahasa yang lebih khusus.
Tuntutan situasi politik dan perang (awal perang dunia II) menyebabkan orang berhasrat mencarijalan keluar dalam problem belajar bahasa asing. Pada saat itu, tuntutan yang mendesak adalah menemukan metode belajar bahasa asing yang paling efisien dan cepat, yang dapat dipakai sebagai jalan pintas dalam berkomunikasi antara pihak-pihak yang bertikai untuk kepentingan perang. Situasi ini menjadiawal fase ketiga dalam pengajaran bahasa.
Ada tiga periodisasi pada kurun ini, yaitu:
  1. Periode 1940-1950; lahirnya metode eisien dan praktis dari dunia ketentaraan
  2. Periode 1950-1960; munculnya metode audiolingual di amerika dan audiovisual di Inggris dan Prancis.
  3. Periode 1060-1970; periode keraguan dan kaji ulang terhadap hakikat belajar bahasa. (Nurhadi,1990)
Kemudian periode keempat (1970-1980). Periode ini dipandang sebagai periode titik balik dan merupakan periode yang paling inovatif dalam studi pemerolehan bahasa kedua. Konsep dan hakikat belajar bahasa mulai dirumuskan kembali, kemudian diarahkan pada pengembangan sebuah model metode pengajaran bahasa yang efektif dan efisien, yang dilandasi oleh teori yang kokoh.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar