Penyimpangan Sosial di Masyarakat


Banyak sekali terjadi penyimpangan sosial di Masyarakat. Dimanapun di muka bumi ini, peristiwa-peristiwa sosial selalu bersifat majemuk, semajemuk masyarakat yang menciptakannya. Begitu pula penyimpangan-penyimpangan yang terjadi pada masyarakat. Begitu banyak penyimpangan yang terjadi di lingkup masyarakat. Di sana kita menemui berbagai macam hal yang melatarbelakangi penyimpangan-penyimpangan yang ada. Kita bisa menemukan seorang bapak-bapak yang mencuri untuk membiayai anaknya sekolah, ada anak-anak yang –juga- mencuri untuk membiayai ibunya yang sakit. Kemudian, ada remaja yang terjebak dalam dunia gelap narkoba. Ada anak muda yang masuk ke lembah hitam seks bebas. Juga, ada para birokrat yang tergelincir dalam permainan dunia hingga jatuk ke dunia korupsi.
Di sini, ada beberapa penjelasan mengenai penyimpangan-penyimpangan yang sering muncul di masyarakat. Berikut penjelasan tentang penyimpangan-penyimpangan sosial tersebut:
“Perilaku penyimpangan sosial adalah semua perilaku menyimpang (deviasi) / perilaku yang melanggar arau tidak sesuai dengan norma/ nilai dalam  masyarakat. G. Kartasaputra menyatakan bahwa  perilaku penyimpangan adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang tidak sesuai atau tidak menyesuaikan diri dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat, baik yang dilakukan secara sadar ataupun tidak.
Perilaku penyimpangan ini dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya :

  1. Ketidakadilan, sehingga pihak-pihak yang dirugikan melakukan protes, unjuk rasa, bahkan bisa menjurus ke tindakan anarkis. Dalam hal ini, kedua belah pihak tentunya memiliki kesalahan. Melakukan anarkis adalah penyimpangan sebab telah menghancurkan hak milik rakyat. Sedangkan, ketidakadilan juga adalah penyimpangan.
  2. Proses bersosialisasi yang negatif, karena bergaul dengan para pelaku penyimpangan sosial, seperti kelompok preman, pemabuk, penjudi, dan sebagainya.
  3. Pengaruh lingkungan kehidupan sosial yang tidak baik, misalnya lingkungan yang sering terjadi tindak penyimpangan, seperti prostitusi, perjudian, mabuk-mabukan, dan sebagainya.
  4. Tidak mempunyai seseorang sebagai panutan dalam memahami dan meresapi tata nilai atau norma-norma yang berlaku di masyarakat. Kondisi semacam ini lazim disebut sebagai hasil proses sosialisasi yang tidak sempurna. 
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar