Pengertian Perubahan Sosial

Ada beberapa pengertian perubahan sosial yang diberikan oleh para ahli. Dalam sejarah manusia, manusia selalu mengalami dinamika dari masa ke masa. Dinamika inilah yang kemudian dikatakan sebagai perubahan manusia, baik yang bersifat perkembangan maupun kemunduran. Dari perubahan-perubahan yang terjadi pada diri manusia terjadilah apa yang disebut dengan perubahan sosial. Namun demikian, konsep perubahan sosial seringkali belum didefinisikan secara gamblang dalam beberapa buku tentang perubahan sosial. Perubahan sosial seakan-akan dimaknai sebagai sebuah fakta yang nyata meskipun arti peruba han sosial itu sendiri bukanlah mengenai fakta tersebut dan bukan juga suatu yang sama dengan fakta tersebut.
Sebagai contoh, seperti yang dikutip Robert H. Lauer dari Emile Durkheim tentang riset di Detroit antara tahun 1956-1971 yang menunjukkan bahwa persentase orang yang setuju agar jenis pekerjaan tertentu tidak boleh dipegang oleh tenaga kerja wanita, telah menurun dari 65% menjadi 48%.
Dengan kata lain pada tahun 1971, lebih sedikit orang yang laki-laki yang bersikap negatif terhadap wanita yang bekerja diberbagai jenis pekerjaan. Apakah fakta riset tersebut dapat di artikan sebagai sebuah perubahan?. Beberapa orang mengatakan ‘ya’, sementara itu penganut feminism menafsirkan bahwa sebenarnya tidak ada perubahan karena sikap laki-laki tidak mencerminkan kesempatan kerja yang diperoleh wanita di pasar tenaga kerja.
Robert H. Lauer berkesimpulan bahwa perubahan di setiap tingkat kehidupan sosial dapat dianggap sebagai perubahan sosial. Dengan demikian maka penelitian tentang perubahan sosial harus diarahkan pada arah dan tingkat perubahan di berbagai tingkat dan pada hubungan antara perubahan di berbagai tingkat yang berbeda. Dengan dibedakan masing-masing tingkat tersebut bukan berarti perubahan di suatu tingkat tertentu terlepas dari perubahan ditingkat yang lain.
Perubahan sosial sebagai suatu fakta sosial dapat dimaknai sebagai sebuah gejala berubahnya struktur sosial dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan sosial merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarakat. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan. Hirschman mengatakan bahwa kebosanan manusia sebenarnya merupakan penyebab dari perubahan.
Meskipun seringkali konsep tentang perubahan sosial belum digambarkan secara gamblang, namun terdapat banyak batasan tentang arti perubahan sosial. William F. Ogburn dalam bukunya Sosial Change sebagaimana dikutip oleh Soerjono Soekanto memberikan batasan-batasan ruang lingkup bagi perubahan sosial yaitu “meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun immaterial, yang ditekankan pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial”.
 Masih dikutip oleh Soerjono Soekanto, Kingsley Davis dalam bukunya Human Society mengartikan perubahan sosial sebaga i “perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat”.
Sementara itu Roucek dan Warren sebagaimana dikutip oleh Abdulsyani memberikan batasan perubahan sosial sebagai “perubahan dalam proses sosial atau dalam struktur masyarakat”.
Abdulsyani sendiri mendefinisikan perubahan sosial sebagai “perubahan fungsi kebudayaan dan perilaku manusia dalam masyarakat dari keadaan tertentu ke keadaan yang lain”.
Dari definisi-definisi di atas dapat di fahami bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam kehidupan sosial dengan segala aspeknya dari satu kondisi ke kondisi yang lain baik yang bersifat positif atau menuju kemajuan maupun yang bersifat negative atau menuju kemunduran. Perubahan sosial dalam masyarakat merupakan gejala alamiah yang selalu terjadi.
loading...
Share on :


Related post:


0 komentar:

Poskan Komentar